Posts

Showing posts from April, 2015

Hemat. Irit. Pelit.

Image
Lagi bete karna boros? Udah niat dari awal bulan buat hemat tapi malah bobol sebelum ganti bulan? Ada? Haha jika ada berarti kita sama. Yak! Ini emang salah diri sendiri sih jajan gak kontrol, beli ini beli itu, dan makin parah adalah pulsa. Cedih banget akoh. Udah alaynya. Udah. Oke kembali ke topik, setelah baru itang itung pengeluaran dari per satu april--sekarang tanggal27-- kaget banget pas ngitung uang yang habis buat beli pulsa, jadi ceritanya bulan kemaren tuh iseng-iseng pengen tau sebulan uang abis berapa buat pulsa dan mikirnya palingan banyak-banyaknya cuma seratus ribu jadi bulan ini coba setiap beli pulsa diitung dan belum pas satu bulan udah abis 142.000 :( bagaimana ini... belum pengeluaran buat yang lain bisa abis sejuta (beli saldo, jajan, baju, dll). Jadi mikir harus apalagi ya supaya dompet ga tipis-tipis amat dan ya menurutku salah satunya jangan takut investasi. Jika kau berhasil kau akan mendapat yang lebih. Haha cielaaah gaya bahasanya investasi padahal cuma ju...

Jatuh Cinta

Jatuh cinta. Jika boleh, jatuhkan aku sejatuh-jatuhnya saat aku sudah berada pada orang yang tepat. Yang seperti apa? Nah, menurutku boleh saja memiliki kriteria yang setinggi-tingginya namun jika sudah jatuh cinta bisa apa? Walau hanya kepada orang biasa-biasa saja hehe. Kriteriaku? Hmm, jika boleh memilih *tsaaah aku ingin pria berkacamata:3 mhehe, yang rapih, yang humoris nan romantis, yang tutur katanya baik sopan, yang enak diajak diskusi--tentang apapun--,  yang ngobrol nyambung dan ga bakal keabisan bahan pembicaraan, yang dewasa:3 tak perlu yang kaya atau pake kendaraan tertentu, tak perlu yang terkenal, yang matanya teduh saja ahaha. Siapa ya? Gatau. :D Belum, belum ada. Semoga segara menemukan, doakan saja:p Ohiya aku ingin pria yang bisa membuatku merasa istimewa, meyakinkan bahwa aku cantik dengan segala kekuranganku, yang bisa menerima dan mau mengajari kearah yang lebih baik, pria sederhana. Yang senyumnya manis. Yang bisa menerima kealayan dan kekanak-kanakkan ku. ...

Aku butuh jawaban

Baper. Ya, itu aku. Terlalu membawa perasaan dalam hal apapun. Bodoh. Selalu ketakutan disetiap detik. Seakan-akan mempunyai dunia sendiri dan kesulitan masuk kedunia normal. Sering, sering tiba-tiba rindu. Rindu dengan masa lalu jauh kebelakang, saat masih kanak-kanak sampai rindu kejadian kemarin. Rindu tanpa sebab. Ingin. Ingin sekali aku mengalahkan diriku sendiri, diriku yang egois, diriku yang lain. Entahlah ini bodoh atau tidak, tapi sering kali aku berfikir jiwaku ingin pergi keberbagai tempat, kerumah teman-temanku, kerumah orang-orang jahat terhadap ku, ingin menyaksikan kehidupan mereka, samakah denganku? Aku hanya ingin memastikan bahwa aku normal. Aku selalu ingin bisa mendengar kata hati seseorang, bisa membaca pikirannya dan tau apa yang sedang mereka pikirkan, samakah denganku? Sekali lagi aku hanya ingin memastikan bahwa aku normal. Haha bukan, bukan aku gila hanya saja aku suka berfikir akan sesuatu yang belum terjadi, aku hanya ingin bisa memahami orang-orang disek...

Biarlah Menjadi Rahasia

Biarlah semua jadi rahasia. Biarlah mereka berpura-pura. Bukankah dunia panggung sandiwara? Tak ada yang tulus, semua sama saja. Biarlah semua jadi rahasia. Sampai tuhan beri mereka karma. Satu hal apa yang kau tanam itu yang akan kau tuai. Biarlah menjadi rahasia. Topeng dibalik wajah cantik dan rupawan. Biarlah seperti itu sampai membusuk, sampai bau anyir tercium karna ulah mereka sendiri. Biarlah menjadi rahasia. Sampai mereka puas, sampai seringai mereka menjadi tawa hampa tanpa rasa karna hati telah mati. Biarlah menjadi rahasia. Hingga ia perlahan-lahan sakit karna penyakit hati yang disandangnya. Hingga jatuh tergeletak tak berdaya hanya lalat yang mengerubunginya. Biarlah menjadi rahasia. Panggung sandiwara.

Panggung Sandiwara

Manusia. Makhluk sosial. Makhluk yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Tapi, manusia adalah makhluk egois. Menganggap bahwa ia sendiripun bisa, merasa berkuasa, merasa segalanya lalu lupa akan kodratnya. Dan inilah hidup sebagai panggung sandiwara, panggung untuk mereka yang berpura-pura, tersenyum bahagia padahal belati di punggungnya. Mendekap kita erat untuk menancapkan lebih dalam.