Posts

Showing posts from August, 2016

Random

berhenti membuat drama. berhenti melakukan hal hal bodoh hanya untuk merasa lebih baik. berhenti merasa lebih baik dengan mengumbar kesakitan diri sendiri. karena kamu berhak bahagia dengan sesungguhnya. lepaskan semua amarah dan dendam. kau menerima apa yang kau perbuat. tengoklah kebelakang apa yang sudah kau lakukan. keluar dari lingkar pertemanan yang tidak menyehatkan itu perlu. melepas pertemanan juga perlu. karena percuma untuk berpura-pura baik baik saja saat semuanya tidak baik. berhenti menyakiti diri sendiri dan lupakan komentar orang lain. Itu semua pikiranku malam ini.

Ketololan Si Peragu

Simpanan uang sudah menipis hanya cukup untuk berapa hari ke depan sambil melamunkan harga-harga barang dan makanan yang semakin hari semakin mahal saja. Apa yang harus dilakukan, pikirnya. Aku harus bekerja! Aku harus bekerja paruh waktu untuk beberapa kerjaan dalam satu hari. Aku masih kuat kalau bekerja sampai jam 1 malam. Kalau aku berhemat lebih ketat lagi maka aku bisa membeli apa yang aku butuhkan. Itu lah pikirannya. Pikiran yang sangat menggebu-gebu karena disertai angan untuk kesenangan. Nyatanya, saat dihadapkan pada peluang semua semangatnya runtuh. Kakinya gemetar, peluhnya menetes, bicaranya gagap. Ketakutan. Lagi-lagi ia melangkah mundur untuk masa depan. Lagi-lagi ia mengikuti rasa takutnya. Dan mengecewakan orang-orang di sekelilingnya. Lalu saat peluang hilang yang ada tinggal penyesalan. Simpanan uang menipis dan hanya cukup untuk berapa hari ke depan. Apa yang harus aku lakukan? Bekerja! Ya aku akan bekerja. Terus seperti itu berputar-putar pada kubungan yang...

What your biggest fear?

Menjadi tidak berguna. Itu ketakutan terbesar saya, karena saya tahu mereka ada saat saya menguntungkan dan jika saya tidak berguna lagi cepat atau lambat saya akan di buang. Mungkin terlalu kekanakan jika memikirkan hal itu sampai membuat stress. Tapi saya terus di hantui akan rasa takut tersebut. Takut jika sampai nanti saya terus berdiam diri dan mengecewakan orang tua saya. Saya tahu yang harus saya lakukan adalah berubah tapi itu sangat sulit karena saya begitu takut akan perubahan. Tapi jika saya terus begini sakit kepala saya tidak akan sembuh dan makin menjadi, tidak mungkin pula saya harus minum obat setiap waktu. Saya tahu saya terlalu pengecut tidak bisa menjawab saat ditanya apa yang menyebabkan saya stress sampai membuat sakit saat ditanya orang tua. Yang bisa saya lakukan hanya tersenyum dan tidak memberi tahu, membuat orang tua saya menebak-nebak dan tidak mengerti saya. Hari hari akan terus berganti, semoga Tuhan memberi kemudahan akan hidup saya. Semoga saya bisa m...