Posts

Showing posts from December, 2015

Hallo!

Semua menyalahkan kami diatas pembenaran yang tak bisa mereka lihat, karena hati mereka bahagia melihat kami hancur. Lihat lah aku, apa aku suka menghambur-hamburkan uang? Apa keluarga ku glamour? Aku sederhana. Jika kalian tanya tiap hari kami makan seadanya. Tapi yang mereka lihat kami bahagia. Semua orang menilai hanya dari luar. Kenapa aku bisa begini? Coba kau bayangkan bukan satu atau dua orang yang meneluh keluarga ku, menutup rezeki atau usaha keluarga ku. Tapi 21 orang yang ku tahu atau mungkin lebih. Kami bisa hidup sampai detik ini pun kami bersyukur. Semua nya sangat baik di depan kami. Tapi aku tahu mereka yang selama ini iri pada kami. Tetangga ku sungguh munafik. Kau tahu, tetangga ku banyak yang punya pesugihan. Aku tahu sejak dulu. Mereka sangat baik di depan ku, rajin sekali ke mesjid untuk berjamaah, bahkan ada yang haji, calon haji, dan seorang guru agama kalau yang lainnya biasa-biasa saja tapi sama-sama mematikan. Lihatlah dunia dengan terbuka. Hidup tidak se...
Seberapa jauh pun aku melangkah aku tak pernah benar-benar bahagia. Semakin mendekati kematian, itulah perasaanku. Lalu aku bertanya pernahkah aku benar-benar bahagia? Dalam hidupku, aku rasa aku tak pernah merasa bahagia dengan tulus. Senyum atau tertawaku selama ini terlalu palsu, aku tak bisa tertawa lepas tanpa memikirkan apapun. Aku, dalam hidup ku selama ini tak pernah benar-benar bahagia. Aku tak pernah mempermasalahkan ini sebelumnya, hingga akhirnya aku sadar bahwa aku sudah memaksakan begitu kuat.

Chat: Bosan

Kematian itu seperti apa? Mengapa bertanya seperti itu? Entahlah. Aku bosan. Ada apa lagi? Aku hanya muak. Sabarlah. Aku ingin pergi. Kemana? Ke tempat dimana aku bisa mendapatkan kenyamanan tanpa beban. Dimana aku bisa tertawa dengan tulus. Tak ada masalah. Kau hanya perlu bersabar. Hmm.. Lihatlah kakimu. Kau sudah letih. Lihatlah seberapa kacaunya dirimu. Kau seperti bukan yang ku kenal dulu. Semuanya pasti berubah. Tapi kearah perbaikan. Sudahlah berhenti saja. Pelarianmu hanya akan menjerumuskan mu ke jurang yang lebih dalam. Aku memang sudah jatuh. Semua orang pernah jatuh. Mungkin. Sudahlah jangan berfikir macam-macam lagi. Kau bisa berkata seperti itu karena kau tidak merasakannya. Sudahlah, Anna. Semua orang menanggung kesakitannya masing-masing. Kau harus kuat. Aku tak tahu aku bisa bertahan atau tidak. Kau pasti bisa. Aku yakin itu. Ya. Mati bukan cara terbaik dalam menyelesaikan masalah. Kau harus tahu itu. Aku tahu. Yang perlu kau lakukan hanya memb...

Jumat Kliwon: Santet Dan Rintihan Kuntilanak

Aaaaaaaaaaaahhhh... aaaaaaahm... aaaaas..tagfirullah.... aaaaaasss...tagfirullah... ya allah... aaaaaaaaaa..... Tangan mama memegang erat lehernya seakan memegang sesuatu yang aku tak tahu. Air matanya mengucur. Ia begitu kesakitan. "Ma.. mama... istigfar ma... telfon.. telfon uwa.." kataku. "Wa.. uwa.. mama wa..." "Iya kamu taroh di ubun-ubun ya..." Lalu mama di rukyah jarah jauh lewat telfon. Aku ke dapur membuat teh manis. Saat itu masih jam 9 malam. Tapi suasana nya begitu menakutkan. Aku suka takut jika ke dapur belakang walau cahaya nya terang benderang tapi aku tahu aku tak sendirian. "Hihihihihihihihi" Sayup-sayup aku dengar ada tangisan yang begitu menyayat hati. "Hihihihihihihihihihi" Suaranya samar-samar ku dengar. Oh tidak. Aku langsung ingat. Katanya jika mendengar suara kuntilanak terdengar jelas berarti ia jauh tapi jika terdengar samar-samar berarti ia di dekat kita. Bulu kudukku sudah meremang tanpa perlu aku p...

Jumat Kliwon: Barisan Pocong

Sedari sore aku sudah merasakan firasat yang tak enak. "Malam ini Jumat Kliwon" ucap bapak ku. "Aku takut. Akan ada kejadian apa lagi malam ini." "Sudahlah tak akan ada apa-apa. Nanti malam kita mengaji bersama" Adzan magrib berkumandang. Mama dan bapakku shalat terlebih dahulu, sedangkan aku masih menonton tv. Saat aku sedang asyik entah perasaan apa aku ingin sekali menoleh ke arah kamar depan tempat bapak mama shalat dan aku melihat mama pingsan saat sujud. Astagfirullah. Aku segera membalikan badannya. Ah kejadian yang sama. Setelah aku shalat mama belum juga sadar. Aku benci jika seperti ini tega sekali orang-orang itu melakukan ini padahal mama sedang shalat. Aku dan teteh segera membaca yassin tak lama mamah kerasukan. Ia meracau tak jelas dan memarahi kami. " Hahaha teu sieun. Aing moal ereun saacan ieu keluarga hancur beak harta banda na. Saacan paraeh. Aing keheul ka keluarga ieu" " Saha maneh?" Tanya teteh . "Ai...

Chat: Permintaan

"Aku ingin tahu apa permintaanmu." "Itu rahasia." "Ayolah. Berbagilah denganku." "Ck! Aku tidak mau memberi tahu mu, Dim. Jangan memaksaku." "Sudahlah, aku sudah tahu hahaha" "Kau curang. Jangan sekali-kali lagi membaca pikiranku. Aku tak suka!" "Haha.. kenapa? Aku tahu kau suka memikirkanku. Iya kan? Oh kenapa dengan pipi mu? Aku seperti melihat tomat raksasa." Ah. Aku kesal sekali mendengar tawanya. Aku harap aku pingsan saja supaya aku bisa bebas dari situasi ini. Lihatlah caranya menertawakan ku. Uh jangan lagi, kosong.. kosong.. jangan biarkan ia membaca pikiranmu. "Kau malu, eh? Kenapa masih malu, aku ini kekasihmu" "Diam Dimas. Kau menyebalkan." "I love you, Lily. Aku harap aku selalu bisa mengabulkan permintaanmu."

Chat: Jatuh

Mengapa menangis? Aku sudah tak kuat. Bertahanlah. Sampai kapan? Sebentar lagi. Rasanya sangat menyakitkan. Berjalan di tempat. ... Rasanya seperti terus berlari hingga kau kelelahan, hingga kaki mu bengkak dan berdarah. Namun yang sebenarnya terjadi kau berjalan di tempat tidak kemana-mana. Sabarlah. Kau tahu aku benci menangis, terutama di hadapan orang lain tapi sangat susah untuk menghentikan air mata sialan ini. Semakin aku menahannya rasanya semakin sakit. Seperti menggenggam sebilah belati semakin aku menahan semakin dalam tusukannya. Sabarlah. Tak ada alasan aku bertahan. Seluruh dunia seakan-akan menyalahkanku. Menyalahkan ketidakberdayaanku padahal aku sedang berusaha melawan diriku sendiri. Sabarlah. Apakah aku harus menyerah? Tidak. Apakah mati menyelesaikan semuanya? Aku tak tahu. Tapi sepertinya tidak. Bertahanlah sebentar lagi. Kau tahu, tidak ada satu orang pun yang benar-benar peduli padaku. ... Membuatku semakin rapuh. Membuatku semakin ingin menyer...

Chat: Bayangan

Kau sekarang berubah. Itu hanya perasaanmu saja. Aku sangat kenal dirimu. Omong kosong. Aku juga hidup dalam dirimu, bagaimana aku tidak tahu. Tapi kau hanya bayanganku. Kau berubah. ... Kau menjadi sangat pemarah akhir-akhir ini. Aku tak tahu. Kendalikan dirimu. Jangan sampai kau menyesal. Aku tak tahu. Ada apa sebenarnya? Sudah ku bilang aku tak tahu! Ah, lihat itu. Kau menjadi sangat pemarah. Diam. Cih. ... Kalau kau terus seperti ini kau akan kehilangan segalanya. Aku memang sudah kehilangan segalanya. Dan kau tahu itu. Sudahlah. Ikhaskan saja. Kau masih punya yang lebih berharga. Apa? Keluarga mu. ... Jangan suka marah-marah pada keluarga mu. Kau tau itu membuat mereka sedih. Ya, aku tahu. Berubahlah sebelum terlambat. Aku tak tahu. Aku merasa bukan diriku sendiri. Beranilah. Jangan selalu takut. Aku tak bisa. Kau bisa. Kau tahu bagaimana aku. Ya, aku tahu. Tapi yang ku tahu juga kau anak yang baik. Berhentilah menyakiti dirimu sendiri. ... Jangan...

Chat: Revan

Aku ingin kau kembali, Ra. Apa maksud mu Van? Maaf, aku tak mengerti. Kemana Deira yang ku kenal dulu? Deira yang mana maksud mu? Yang selalu kau abaikan? Begitu? Tidak, bukan itu maksud ku. Maaf. Kita memang beda. Jangan memaksa. Hanya membuang-buang waktu. Tapi aku mencintaimu. Itu bukan cinta. Kau hanya aneh karena biasanya aku mengejarmu dan sekarang aku memilih berhenti. Bukan, aku mencintaimu. Sudahlah, aku harus pergi. Kereta ku berangkat 15 menit lagi. Maaf. Van.. Bisa kah kau tinggal demi aku? Aku tak bisa. Aku harus melanjutkan hidupku. Tapi.. Hiduplah seperti biasanya. Kau bisa melanjutkan hidupmu tanpa ku. Aku tak bisa. Aku pun tak bisa, Van. Kenapa? Berharap pada seseorang yang tak menganggapmu itu melelahkan Van. Seperti berlari di sebuah roda, sekencang apapun tetap akan di tempat yang sama. Kelelahan tanpa hasil. Tapi sekarang aku ada di sini? Ya, kau sudah di sini. Terimakasih sudah mengantarku. Ra.. Selamat tinggal Revan, kau yang namanya selalu...

Chat: Lily Dan Rumah Baru

Ada apa Lily? Mengapa begitu murung? Aku bahagia, Bagas. Ah, baru ku tahu kebahagiaan mampu membuat wajahmu sangat jelek seperti itu, hahaha.. Hmm.. Ada apa, Lily? Sudah ku bilang aku sedang bahagia, Bagas. Ini yang kau sebut bahagia? Meninggalkan orang yang kau sayang? Ini untuk kebaikan semuanya. Kebaikan apa yang kau sebut, Lily. Ini bukan kebaikan pun kebahagiaanmu. Mengapa begitu memaksakan. Aku meminta kau ke sini bukan untuk membuat benang yang ada di kepala ku semakin rumit, gas. Aku hanya minta kau temani. Yah, kau benar. Maaf aku terlalu cerewet. .... Lily? Ya. Apa kau benar-benar bahagia sekarang? Aku tak tahu. Tapi ku yakin aku bahagia. Tak perlu memaksakan. Maaf untuk kecerewetan ku, aku hanya tak bisa melihatmu selalu menahan luka. Kau selalu bilang kau bahagia tapi matamu seolah membantah itu semua. Gas.. Jangan selalu membohongi dirimu sendiri Lily. A..aku Aku tahu, yang kau butuhkan hanya pulang. Tapi aku tak bisa. Kenapa Lily? Itu tempat kelahira...

Happy Holidays

Apa yang biasa dilakukan saat-saat liburan seperti ini? Yang aku tahu, saat aku masih sekolah waktu liburan seperti ini pasti akan sangat menyenangkan. Bisa bangun siang, nonton kartun tanpa takut telat sekolah, dan ya, hari libur pasti tontonan di tv banyak yang rame. Banyak kartun, film hanya ada di bioskop kini bisa lihat di rumah. Pasti nanti ada SpiderMan di Trans atau Home Alone di Rcti. Jika sudah ada Home Alone di tv itu menandakan hari libur telah tiba. Sesering apapun nonton Home Alone tapi gak pernah bosan. Dulu, jika liburan seperti ini aku akan begadang tiap malam untuk nonton tv. Lalu, jika mamah bangun untuk tahajud aku akan pura-pura tidur supaya tidak di marahi karena nonton tv sampai jam 3 pagi. Aku akan bangun jam 7 dan di lanjutkan dengan nonton kartun tanpa mandi seharian. Dan masuk sekolah dengan baju yang tambah sesak karena makan terus selama liburan. Tapi itu dulu, ya, sebelum semua berubah. Aku tak harus menunggu liburan untuk bisa melakukan seperti yang ...
Kepergian adalah cara terbaik untuk melihat wajah asli seseorang.

Selamat Hari Ibu, Mamah.

Apa yang akan kamu lakukan jika selalu dikecewakan? Yang pasti marah, jawabanku. Mungkin aku tidak akan bicara berhari-hari atau bahkan aku tidak akan memaafkan. Itu lah aku. Aku bisa jadi pendendam jika benar-benar tersakiti. Tapi beda dengan ibu ku. Mamah satu-satunya orang yang aku kenal di dunia ini yang stok sabarnya gak abis-abis. Aku sering kali mengecewakannya hingga membuatnya menangis tapi beliau selalu mau memaafkan dan tak pernah membicarakannya lagi. Sosok yang kuat, penyayang, sangat baik. Mamah tidak seperti ibu lainnya yang ketika marah akan berbicara kasar atau main tangan. Ia hanya akan menangis. Aku masih ingat ketika ia kesal bukan anak-anaknya yang akan ia pukul tapi bantal. Semarah-marahnya beliau pasti mengunci diri di dalam kamar, bukan memarahi kami. Padahal itu yang paling menakutkan bagiku. Mengetahui beliau di dalam menangis sendirian. Sering aku melihatnya menangis ketika shalat. Ia tak pernah bercerita masalah yang sedang dihadapinya di depan anak-anakn...
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hujurot : 12) Dan balasan yang disegerakan bagi para pengghibah adalah Allah pun akan membeberkan aibnya di mata manusia. Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Janganlah membeberkan aib kaum muslimin dan janganlah mencari-cari kesalahan mereka, barangsiapa melakukannya maka Alloh akan mencari-cari aibnya dan Alloh akan membeberkannya (di hadapan manusia)." (HR.Tirmidzi : 2032) Dan Allah pun menyegerakan adzab yang pedih di dunia bagi para penyebar gosip dan tukang fitnah. Alloh Ta’ala berfirman : "Sesungguhnya orang-...
Image
"Kau tahu kenapa huruf "K" dan "L" berdekatan? Agar kita selalu ingat bahwa (tanpa sengaja) kawan dapat berubah menjadi lawan dengan mudahnya." -Bung Fiersa Besari

Mesin Waktu

Bukan hanya Doraemon yang punya mesin waktu. Aku kira semua orang mempunyai nya. Mesin waktu bisa saja sebuah lagu, hujan, foto, atau suatu yang tak kita duga. Entah sejak kapan, lagu-lagu seperti menceritakan tentang aku, kamu, atau kalian. Setiap lagu yang ku dengar mengingatkan ku pada kenangan. Sebuah lagu bahkan bisa menyebabkan ku sesak dan menangis. Rintik-rintik hujan bisa membuat hari begitu kelabu. Begitu magis nya hujan setiap rintiknya mengalirkan sebuah kenangan. Kalau satu tetes saja satu kenangan, bagaimana hujan deras. Kau bisa membayangkan penuhnya pikiran ku saat itu. Atau sebuah foto. Masih ku ingat jelas bagaimana kejadiannya saat itu hingga bisa aku ukir senyum di foto. Atau ekspresi ku yang ku buat aneh hingga membuat kita tertawa. Dan hari ini, aku telah pergi ke masa lalu dengan mesin waktu ku. Dan aku tahu bahwa itu menyakiti ku. - Saturday, a day full of loneliness.

See you when i see you

Terimakasih untuk orang-orang yang telah menemani ku 3 tahun belakang ini, yang dengan suka rela mau di repot kan oleh ku, dengan tulus menjadi teman ku. Kau benar, mulut ku ini sungguh berbahaya apa yang aku pikirkan atau tak sengaja aku ucap terkadang menjadi kenyataan. Ingat saat di parkiran sekolah aku bicara bahwa aku sudah tak kuat? rasanya aku ingin pergi jauh entah kemana dan sekarang ini terjadi padaku. Tak pernah aku bayangkan jika ini menjadi kenyataan dan sungguh rasanya menyakitkan. Hampir 3 tahun bukan waktu yang sebentar untuk ku melukis gambar kalian, ah bahkan aku tahu kebiasaan kalian satu per satu, tingkah kalian, suara kalian. Aku pasti sekarang sedang menjadi selebritis ya di sana. Walau aku tak bisa mendengar secara langsung tapi aku sudah bisa membayangkan keadaannya. Aku mengerti dan aku tak akan menyalahkan kalian. Dengarlah apa yang ingin kalian dengar, percayalah jika memang ingin kalian percayai karena itu hak kalian, bahkan bicarakan saja. Dan aku juga tak...

Tik Tok Tik Tok Boooom!!! Topeng Pertama Terbuka

Sudah ku tahan air mata beberapa minggu ini supaya tidak menetes nyata nya aku kalah. Hati ku sungguh mati. Bahkan sakit aku tak lagi merasakannya. Rasanya hampa seperti melayang, tanah bukan lagi pijakan ku tapi langit bukan pula tujuanku. Bagaimana pun itu, aku harusnya bersyukur masih bisa hidup hingga detik ini karena aku tahu bukan satu atau dua orang yang sekarang sedang coba membunuhku. Keinginanku di saat aku terjatuh aku bisa bersama teman-teman atau keluargaku, hanya saja bagaimana aku bisa bersama jika kehadiranku merepotkan semuanya. Maaf karena aku tidak menghubungi alasan terbesarku karena aku rapuh, bahkan melihat kalian mencoba menghubungi ku membuat ku menangis meraung-raung menangisi keadaan. Lucu sekali tempat kelahiranku bahkan menjadi sesuatu yang paling menakutkan buatku. Sudah beberapa malam ini aku terjaga di tengah malam dan menangis diam-diam karena memimpikan tempat kelahiranku atau teman-temanku. Aku menjadi seseorang yang begitu cengeng. Mudah sekali menang...
"Kalau apa-apa itu harus profesional, walaupun setrika juga harus profesional, waktu tidur harus tidur, waktu nonton tv juga jadilah penonton profesional" Hahaha... yang kami tanggapi hanya dengan tertawa keras. "Kata ema jangan dengerin omongan orang lain, kita mau apa aja juga asal nggak ngerugiin orang lain jangan tanggepin" katanya. Ya. Harusnya aku begitu. Kenapa aku begitu memikirkan omongan orang lain. Jadi inget jawaban kak Elwa waktu nanya di ask.fm gimana cara bodoamat sama omongan orang, jawaban yang menurut ku biasa aja tapi susah di lakuin "jangan biarin omongan orang jadi majikan di pikiran lo". Rupanya aku belum main terlalu jauh. Aku belum bertemu banyak orang. Keluar dari zona nyaman sungguh tak enak bahkan menyakitkan tapi banyak pengalaman yang bisa di ambil dari bertemu orang-orang baru. Zona nyamanku yang menyenangkan tapi membuatku perlahan mati tenggelam memang seharusnya di tinggalkan. Mungkin juga, ini cara Allah supaya aku ber...