Aku tak tahu harus bagaimana sekarang. Aku yang terlalu pengecut untuk bisa mengatakan secara langsung. Pertama, aku minta maaf. Kenyataan yang menamparku dengan keras. Aku selalu penasaran dan bertanya-tanya kenapa dan siapa, menuduh orang lain dan marah-marah. Kenyataannya ini semua adalah salahku. Aku yang sudah membuat semua orang menderita dan hidup dalam kesusahan. Aku meminta maaf yang sebesar-besarnya. Ma, mama bilang saat aku kecil dulu bahkan sejak bayi aku jarang sekali menangis. Aku jarang bicara dan pendiam, tapi kenapa saat sudah besar seperti ini aku berubah menjadi anak yang cengeng, mudah menangis untuk hal-hal yang sangat kecil. Ma, maaf bila yang ku lakukan sejak dulu hanya diam dan tak bicara, maaf bila mama mengartikan aku sebagai anak yang egois dan tak mengerti orang tua. Aku tidak bisa mengatakannya secara langsung, tapi aku tahu Allah mengerti betapa sayangnya aku kepada orang tuaku. Ma, tiada anak yang tak mau melihat orang tuanya bahagia. Tiada anak yang tak...