Posts

Showing posts from January, 2016

Esok

Terkadang yang paling menyakiti adalah orang yang paling di sayang. Kenapa? Karena tak akan menyangka orang kita sayang dan percaya mampu melukai kita. Aku ingin bertanya untuk apa sebenarnya kita hidup? Apa tujuannya? Mengapa kita memiliki perasaan? Mengapa memiliki emosi? Aku sudah tahu jawabannya. Tentu saja untuk bisa merasakan apa itu bahagia, apa itu sedih, senang, sakit. Tapi tetap saja aku selalu bertanya untuk apa ini semua? Haha bodoh memang. Terkadang aku sering berfikir betapa "aneh"nya aku. Aku sering berfikir aku beda. Aku kaku. Aku tak pandai bersosialisasi. Aku sering salah tingkah bila berhadap dengan orang lain. Di pikiranku penuh banyak yang ingin aku keluarkan tapi mulutku hanya bisa menyunggingkan senyum kaku. Aku tak pandai. Aku penakut. Aku tak cantik. Aku tak menarik. Aku tak seperti orang lain yang bisa langsung akrab dan pintar bicara. Kalau hanya melihat aku dari tulisanku aku memang cerewet tapi aslinya beda jauh. Aku terlihat baik-baik saja. A...

10 Lagu "Tentang Aku" Bag 1

Apa alasan kamu dengerin lagu? Suka sama penyanyi nya? Suka sama musiknya? Atau suka karena arti liriknya? Well, semua orang punya alasannya masing-masing. Kalau aku kebanyakan suka sebuah lagu karena arti dari lagu itu sendiri. Menurutku sebuah lagu itu kayak sebuah cerita, kayak lagi dengerin dongeng yang kadang-kadang bisa bikin kita berfikir " Woy! Ini lagu gue banget. Dengerin ya biar kalian pada peka" Aku suka lagu barat, korea, jepang, dan lainnya. Ya kembali lagi, mau lagu barat atau korea pun aku selalu cari tahu dulu arti dari lirik lagu tersebut. Sebuah lagu juga bisa jadi kode buat ngungkapin apa yang kita rasa. Misal lagi jatuh cinta pasti langsung dengerin lagu tentang cintakan? Atau saat galau langsung buat playlist lagu galau yang nambah suasana semakin pas, bukannya bikin move on tapi malah bikin hati nambah lara. Lagu juga bisa buat menyindir loh, hahaha banyak banget manfaatnya. Negatif atau positif tergantung dari kita sendiri. Nah, disini aku mau bikin...

Pulang

Saat mereka saling berlari agar terlihat luar biasa, aku hanya ingin menjadi sederhana dengan memiliki pulang -Iit Sibarani Aku terus berlari semampuku, berlomba-lomba menyembunyikan lara, tapi, sejauh apapun kaki ku melangkah aku selalu merindukan pulang. Lalu, ada yang bertanya padaku " pulang kemana? Apakah kau punya tempat yang kau sebut pulang itu?" Aku terdiam, ingin ku bantah semua tanya nya, menunjukan bahwa sekacau apapun hidupku aku punya satu tempat yang ku sebut pulang. Nyatanya, sekaras apapun aku membantahnya, ia memang benar. Aku tidak punya tempat pulang. Aku sadar, untuk orang-orang terusir sepertiku tidak ada tempat untuk pulang. Yang ada aku harus terus berlari mencari sesuatu yang bisa membuatku nyaman dan menerima ku apa adanya. Mencari sesuatu yang baru dan meninggalkan segalanya yang telah aku milikki. Aku di paksa dunia untuk sebatang kara dan tidak memiliki kenangan. Aku di paksa melupakan segalanya dan menjadi sosok yang lain. Dunia ingin aku y...

Bila Semua Berakhir

Jika pelarian kita berakhir Jika kaki kita terhenti Jika kita semua di temukan Semoga berujung kebahagiaan Jika semua sudah saatnya Jika semua terkuak sudah Ji k a semua semakin runyam Semoga kita selalu di naungi kebahagiaan Karena, sejauh apapun kita pergi Semua orang sibuk mendukuni Ingin agar kita sakit dan mati Tapi takkan terjadi bila Allah tak meridhoi Ibuku sayang Suatu hari sakitmu di balas bahagia Tidak mungkin Allah diam saja Menyaksikan kita di aniaya Bapakku Kuatkan imanmu Mereka bukanlah saudaramu Karena mereka yang melakukan ini padamu Kakakku Tunda amarahmu Kau boleh marah pada mereka Tapi biarkan karma yang bekerja Karena hidup begitu kejam Menjadikan kita tersangka utama Kesalahan semua di pihak kita Padahal mereka tak tahu apa-apa Ini semua karena harta Sesuatu yang mereka iri pada kita Membuat kita kehilangan segalanya Hingga kini menjadi menderita Air mata ku kering sudah Menangisi hidup kami Terlunta-lunta dan terus berlari Berse...

Harusnya

Yang selalu bersama Menjadi tempat cerita Bukan tidak mungkin Ia berubah Yang menyakitkan Berharap Seseorang mengerti Nyatanya tidak Ekspetasi Membayangkan kita bercerita Sekedar melepas lara Nyatanya peduli pun tidak Berharap Sekedar mengucap hallo Atau menanyakan kabar Nyatanya kau sudah tak lagi ada Begitu yakin Kau satu-satunya teman yang peduli Hehe Aku terlalu berharap lebih Harusnya aku tahu Jangan bergantung pada orang lain Sedih ku simpan sendiri Karena orang lain takkan peduli Karena semua berbeda Jarak Keadaan Tak akan sama Kau punya duniamu sendiri Dan aku tahu Tidak ada aku lagi Kurasa begitu Harusnya aku tak marah Siapalah aku Hanya orang yang sering merepotkan mu Yang tak tahu malu Aku hanya sedih Terlalu berharap ia peduli Karena ku kira ia yang paling tulus Menerima dan menemani Harusnya aku tahu Temannya bukan hanya aku Ia punya kesibukkan tersendiri Tapi mengapa tak menyapa Ku kira ia akan menjadi yang pertama Sekedar meng...

Deja Vu

Aku pernah melihatnya Pernah merasakannya Bagaimana pikiran menuntunku Pada sesuatu yang semu Kelopak bunga warna pink Berjejer di pinggir jalan Menaiki sebuah mobil Melamun Bertemu dengan mu Memiliki kisah bahagia Bagai dongeng disney Atau seperti cerita yang ku baca Keadaan di sekitarku Rumah itu Suasana ini Aku pernah merasakannya Deja vu Atau memang apa Aku seperti pernah merasakannya Atau memang aku sudah gila Bertemu dengan orang-orang Pertama kali Lalu aku merasa pernah mengenalnya Tapi dimana? Semua mimpi di tidurku Satu per satu menjadi nyata Lalu ini apa? Aku seperti pernah merasakannya Bagaimana khayalanku Menerobos dunia Menunjukan nyata Membuatku bingung Aku pernah membayangkannya Dan sekarang menjadi kenyataan Aku harus bagaimana Sungguh mengerikan Dan kau Yang selalu aku bayangkan Akankah muncul juga? Ku harap tidak Dan siapakah kau Selalu hadir di setiap tidurku Membuatku terjaga Dengan degup dada yang bersuara Aku harus bagai...

17

Tidak ada kue, tidak ada perayaan, bahkan tidak ada ucapan. Yang ada? Tekanan. Harus ini, harus itu, di paksa dengan dalih keadaan. Bahkan ku pikir tidak ada yang peduli. Semuanya menguap bagai embun di pagi hari. Kasih sayang? Aku sudah tak merasakannya lagi atau mungkin itu bentuk kasih sayang mu. "Kamu tuh sudah besar harus ini harus itu", menanggung beban hidup padahal teman-teman sebayaku sedang berbahagia di luar sana. "Kita sudah tak sama lagi", aku tahu, tanpa perlu berbicara sampai mulut berbusa pun aku tahu bahwa kita tak sama lagi. Setidaknya pahamilah aku, perasaanku, hatiku, aku juga ingin membahagiakan mu tanpa perlu kau minta. Saat kau dan yang lainnya mengatakan ini dan itu aku sedang berusaha mengatur perasaanku tanpa kalian tahu. Jika boleh bilang, ku kira aku sudah gila. Pikiranku bagai benang kusut dan berakhir dengan pening yang menderaku. Kata-katamu bagai tusukan pisau di hatiku, membuatku kesakitan tapi tidak membuatku cepat mati. A...

Hidup, Waktu, Dan Mimpi

Bukankah hidup begitu lucu seperti cuaca cerah yang mendadak berubah jadi hujan lebat seperti sekarang. Padahal langit begitu putih bersih tapi hujan bisa turun begitu deras. Begitupun hidup. Tapi apa sebenarnya arti hidup itu? Semua jalan yang telah aku lalaui, aku pernah berlari, berjalan lambat karena kelelahan, jatuh, lari lagi dan terus seperti itu. Dunia terus berputar pun waktu yang terus bergulir. Nyatanya, sebesar apapun perasaan sedih atau senang dunia takkan peduli. Orang-orang akan terus melanjutkan hidupnya tak peduli apapun itu. Katanya sehabis badai akan ada pelangi. Sehabis gelap akan ada cahaya. Sehabis menangis akan ada bahagia. Nyatanya, hidup tak semudah itu. Mungkin memang akan ada pelangi setelah badai tapi ku kira tidak semua orang yang mengalami badai bisa melihat pelangi setelahnya. Hanya orang yang kuat menahan badai yang pantas melihat indahnya pelangi, untuk orang lemah bukan pelangi yang akan lihatnya mungkin bisa jadi kematian karena tak kuasa menahan am...

Mengapa Harus Aku?

Mengapa aku Tuhan? Mengapa aku yang kau beri beban di pundakku disaat aku harusnya bahagia dengan teman-temanku, menghabiskan sisa-sisa waktu kami. Oh, sungguh sudah ku rangkai semua mimpiku. Kau tahu bagaimana aku menanti saat-saat itu. Mengapa semua serasa terlambat. Aku yang berlari terlalu kencang atau memang aku yang sudah jauh tertinggal di belakang? Mengapa aku Tuhan? Mengapa kau beri kesedihan mendalam disaat aku harusnya bahagia dengan hidupku. Mengapa aku? Mengapa aku yang harus terus kesakitan sedangkan di luar sana orang-orang sedang berbahagia. Mengapa aku yang harus terus menangis sedangkan di luar sana orang-orang sedang tertawa. Mengapa harus aku? Mereka bilang aku bahagia tak ada yang berubah padaku. Memang benar mungkin di luar aku baik-baik saja tapi jauh di dalam diriku aku sekarat. Mereka terus mengatakan bahwa aku terlihat biasa tak terluka. Apakah dengan darah baru mereka menyadarinya? Haruskah aku menyimpannya rapat-rapat seperti yang biasa ku lakukan? Aku ...

Aku

Bukankah semua berubah Bagai musim Siang dan malam Terang dan gelap Tapi mengapa menyakitkan Kekanak-kanakkan ku Egoisku Pikiranku  Perasaanku Harusnya ku buang jauh-jauh Tak tahu apa-apa Pilihanku Menjadi anak kecil Melupakan pikiran-pikiran  Aku akan berubah menjadi berani Tidak ada yang perlu ku takuti Dan lihatlah Gadis berantakan ini Tak ada yang beres dengannya Menyedihkan Hidup di mimpi-mimpi Pemberani Tapi sangat pengecut Begitulah realitanya Ketakutan Aku tak bisa Bagaimana kalau nanti Ini dan itu Ketakutan Siapakah aku Sungguh terlihat menyedihkan Hilangkanlah aku Tak pandai bersosialisasi Atau sekedar bersapa-sapa Seakan menguap Saat pikiran membakarnya Minder Aku terlihat buruk Aku tak bisa Begitulah pikirnya Lihatlah senyumnya Atau caranya tertawa Sungguh penuh kebohongan Terlihat menyedihkan Kehabisan bahan pembicaraan Tapi bisa menjadi cerewet Setidaknya bukan di dunia nyata Ia begitu terlihat menyedihkan Menjadi s...

Kerinduan Yang Semakin Tak Tahu Diri

Langit yang kita pandang Udara yang kita hirup Tanah yang kita pijak Mereka bilang sama Tapi ini salah Mereka salah Ada yang kosong Di kepadatan Saat kita tertawa Membicarakan hal konyol Cinta, mimpi, dan cita-cita Merasa bahwa hidup begitu sempurna Caramu bicara Diam Tertawa Atau sibuk dengan pikiranmu Hidup seperti bayang-bayang Di kegelapan Berlari Menangis Kata-katamu Waktu yang telah kita lewati Bagai persimpangan Jalan yang kita pilih Dan merindukan itu semua Disaat kembali adalah kemustahilan Bahkan saat marahmu Mengapa aku begitu rindu Aku bisa berpura-pura Aku akan mengatakan baik-baik saja Berubah semuamu Dan kembali ke masa lalu Aku bisa berhenti menangis Menjadi yang kau ingin Disisimu Aku baik-baik saja Seperti bayang-bayang Mengintip dari celah waktu Aku bisa mematikan hati Menahan sakitku Aku akan menjadi yang terbaik Berubah Agar terlihat di matamu Kembali seperti dulu Saat kita membicarakan hal konyol Saat kita marah Tidak ...

Hurt

Saat terakhir kita bertemu Harusnya aku tahu Saat terakhir kita bertemu Aku ingin memelukmu Aku rindu wajahmu Aku rindu  deru nafasmu Saat kita tertawa Bukankah hidup begitu lucu Aku ada tapi tak nampak Melihatmu seperti bayang-bayang Memelukmu Mengatakan bahwa baik-baik saja Baik-baik saja Walau hatiku sakit Ada pisau menancap di hatiku Dan siapakah aku Begitu merindukanmu Lihat hidup begitu lucu - Friday, 9.23 pm

Human

I can hold my breath I can bite my tongue I can stay awake for days If that's what you want Be your number one I can fake a smile I can force a laugh I can dance and play the part If that's what you ask Give you all I am I can do it I can do it I can do it But I'm only human And I bleed when I fall down I'm only human And I crash and I break down Your words in my head, knives in my heart You build me up and then I fall apart 'Cause I'm only human I can turn it on Be a good machine I can hold the weight of worlds If that's what you need Be your everything I can do it I can do it I'll get through it But I'm only human And I bleed when I fall down I'm only human And I crash and I break down Your words in my head, knives in my heart You build me up and then I fall apart 'Cause I'm only human I'm only human I'm only human Just a little human I can take so much 'Til I've had enough 'Ca...
Image
when people gossip and judge you

Setan

Mereka bilang aku harus ikhlas tapi bagaimana aku akan ikhlas jika tiap hari mereka kirim santet kepada kami. Anggaplah aku anak kecil yang hanya bisa membual namun di sakiti terus-terusan apakah aku akan diam? Merasakan sakit yang aneh-aneh, diganggu makhluk ghaib, uang dicuri sampai mempunyai hutang yang banyak, dijadikan target tumbal manusia iblis, hidupku hancur, aku tak bisa sekolah, rumahku sudah seperti rumah setan saking banyaknya setan-setan yang mereka kirim dan kalian bilang aku harus ikhlas? Apakah aku harus mati dulu supaya kalian puas? Persetan semua. Kalian makhluk menjijikan. Lebih najis dari anjing. Lintah darat. Mentang-mentang punya ilmu digunakan untuk menyantet kami, kalian pikir kami boneka yang tak merasakan sakit? Tau rasanya di tusuk jarum? Di lilit kawat? Pusing teramat sangat? Tak bisa bernafas? Tak bisa bicara? Tau rasanya tiap hari rumah kalian dikirimi setan-setan? Usaha kalian dihancurkan? Itu yang kami rasakan ulah dari santet kalian. Usta...

Mati

Aku telah lama mati. Rasanya dingin. Hampa. Sakit. Lalu aku dipaksa hidup. Kau harus bekerja keras, katanya. Tertatih aku berjalan. Sendirian. Jalan yang ku lalui begitu gelap. Rasanya seperti melayang. Ini apa? Mengapa banyak darah dihatiku. Mengapa air mata ku menetes. Aku terus berjalan. Gelap. Sunyi. Ini semakin sakit. Napasku sesak. Apa aku di paksa hidup hanya untuk merasakan mati berulang-ulang, pikirku. Jalan yang ku lalui semakin gelap. "Bangun nak... bangun.." Samar-samar ku dengar teriakan menyayat hati terdengar begitu frustasi karena apa yang ia teriakkan tak bangun jua. Lalu sakit semakin menderaku. Seberkas cahaya muncul. "Bangun lah anak ku, ibu dan ayah akan memberikanmu kasih sayang, maafkan kami" Suara yang ku dengar sebelum aku kembali terlelap. "Kamu tuh ya, jadi kepala keluarga tapi tidak bisa apa-apa. Lihat apa yang sekarang terjadi" "Selalu menyalahkanku. Aku diam. Tapi jika aku pergi aku tak akan kem...