17
Tidak ada kue, tidak ada perayaan, bahkan tidak ada ucapan. Yang ada? Tekanan.
Harus ini, harus itu, di paksa dengan dalih keadaan.
Bahkan ku pikir tidak ada yang peduli. Semuanya menguap bagai embun di pagi hari.
Kasih sayang? Aku sudah tak merasakannya lagi atau mungkin itu bentuk kasih sayang mu.
"Kamu tuh sudah besar harus ini harus itu", menanggung beban hidup padahal teman-teman sebayaku sedang berbahagia di luar sana.
"Kita sudah tak sama lagi", aku tahu, tanpa perlu berbicara sampai mulut berbusa pun aku tahu bahwa kita tak sama lagi.
Setidaknya pahamilah aku, perasaanku, hatiku, aku juga ingin membahagiakan mu tanpa perlu kau minta.
Saat kau dan yang lainnya mengatakan ini dan itu aku sedang berusaha mengatur perasaanku tanpa kalian tahu.
Jika boleh bilang, ku kira aku sudah gila. Pikiranku bagai benang kusut dan berakhir dengan pening yang menderaku.
Kata-katamu bagai tusukan pisau di hatiku, membuatku kesakitan tapi tidak membuatku cepat mati.
Aku berusaha, yakinlah itu. Aku berusaha menjadi pemberani.
Aku akan bekerja keras supaya membuatmu bahagia.
Menyampingkan kebahagiaanku.
Maaf, atas segala keegoisanku. Aku hanya perlu di pahami, di berikan semangat, hanya itu yang aku perlukan selama ini dan tak ada yang memberikannya. Wajar jika aku menjadi begini.
Raihlah aku sebelum aku pergi, sebelum aku tak kuat lagi, sebelum aku sudah tak mampu bertahan.
Semua sakit yang aku rasa tak bisa menandingi rasa sayangku padamu, rasa cintaku semakin besar setiap harinya melihatmu yang selalu kerja keras untuk kita semua.
Mama, terimakasih sudah melahirkanku. Aku janji aku akan berubah, aku akan kerja keras, aku tak akan manja lagi.
Jika aku boleh memohon pada Tuhan di hari ulang tahunku, aku memohon padamu Tuhan semoga kedua orang tuaku selalu di beri kesehatan, lindungi kami sekeluarga semuanya dari orang-orang dzolim, aku ingin kami sekeluarga selalu penuh kasih sayang dan keceriaan, aku memohon padamu semoga aku bisa membahagiakan orang tuaku terutama mama, aku bisa bekerja untuk membantu kedua orang tua, mudahkanlah segala urusanku, lancarkan rezeki keluarga kami. Aku berjanji akan bekerja keras untuk bisa membantu melunasi semuanya, dan semoga kami bisa selalu bersama.
Goreng tempe yang ku makan pagi ini lebih enak dari kue, tak perlu ada perayaan kita yang sedang bersama aku sudah sangat bahagia, tak apa kau tak mengucapkan selamat padaku, aku yakin di setiap doamu kau selalu mendoakan yang terbaik bagiku.
17 tahun. Aku akan berubah menjadi pemberani.
Comments
Post a Comment