Manusia
Aku benci manusia. Itulah alasan aku membenci diriku sendiri karena aku bagian dari makhluk yang bernama manusia. Aku benci saat orang lain membicarakan agama, mengotak-kotakan manusia dengan apa yang ia pakai, habib katanya, ustad katanya, hanya karena pakaiannya. Tapi yang aku lihat hanya sisi buruk semua orang. Melihat diri sendiri lebih baik, memandang orang lain lebih rendah. Nyatanya siapa yang tahu iman seseorang? Tidak ada yang lebih baik dengan mengumbar keburukan orang lain di belakangnya sebaik apapun dirimu. Aku benci bila ada yang berbicara tentang persabahatan. Tentang jauhnya pertemanan, minuman, rokok, kehidupan malam yang mereka banggakan, meremehkan orang sepertiku yang berdiam diri di gua. Apa yang membuatmu bangga telah nakal? Nakal dulu baru benar. Apa nya yang membuatmu bangga telah insyaf bila kau masih mengagung-agungkan hidupmu yang dulu, merasa bangga menguasai dunia. Persahabatan, apapun bentuknya aku sudah tak percaya. Aku benci mereka yang tertawa dengan...