Posts

Showing posts from February, 2018

Aku

Aku hanya manusia membosankan. Menyukai gambar-gambar lautan dan hutan. Bunga dan kata-kata. Tidak menunjukan wajah asliku. Terus tertawa saat melihat orang lain melakukan hal lucu dan berakhir disebut aneh. Tidak bisa diajak becanda dan menganggap semua serius. Merasa ada dinding tinggi antara aku dan teman-temanku. Sedih karena tak bisa akrab dengan mereka tapi menyadari bahwa aku terlalu membosankan dan tidak menyenangkan. Aku menyukai lagu-lagu sendu yang aku nikmati seorang diri. Aku sering iri melihat orang lain main bersama teman-temannya, berkumpul, dan tertawa-tawa. Tapi pada saat aku masuk dalam lingkungan itu aku sendiri merasa aneh dan tidak cocok. Aku sering kali ingin membeli ini itu seperti teman-temanku tapi aku terlalu pelit untuk mengeluarkan uang bahkan untuk diriku sendiri. Tidak bisa menikmati dengan tenang uang yang aku hasilkan sendiri. Aku sering kali ingin bepergian jauh mengejar mimpiku tapi saat harus pulang sendirian malam-malam pun aku masih sering ...

Dariku Untukmu Diriku

Tak ada yang ingin aku tulis atau ceritakan tapi sepertinya aku harus menasehatimu. Pertama, jaga mulutmu. Kamu gak tau tanpa sadar kamu begitu menyebalkan untuk orang lain, sosokmu dimata orang lain hanya si mulut ember, dan aku tau sekarang kata-katamu begitu ketus dan sering kali menyakiti orang disekitarmu entah disengaja atau tidak. Kata-kata lebih tajam dari luka fisik. Mulutmu yang kian hari kian kasar meneriakan segala apa yang kau pikirkan tanpa memikirkan orang lain, kenapa kau berubah menjadi seperti itu? Bukankah kau yang paling tahu sakitnya dihina dengan kata-kata? Lalu kenapa kau melakukannya? Tidak ada manfaatnya dengan membenci semua orang, bahkan dirimu sendiri tidak sempurna kenapa kau menuntut kesempurnaan orang lain? Kau benci dianggap rendah tapi kenapa kau merendahkan orang lain? Kenapa semakin lama aku semakin tidak mengenalmu? Kedua, berhentilah berpura-pura. Kau terlalu suka berpura-pura, memakai topengmu kemana-mana, memasang wajah bahagia, tertawa, padahal...