It's okay that love
Seperti menemukan dunia baru, perasaan seperti ini yang aku rasakan sehabis menyelesaikan menonton drama atau film. Kecerewetan dalam dunia maya, kata-kata penuh bahagia padahal wajah memasang ekspresi datar tanpa ada makna. Empati sebagai manusia, apakah aku memilikinya? Aku selalu memikirkan orang lain tapi mengacuhkan keluargaku. Menganggap sakit adalah suatu hal yang biasa. Rasa kasihan yang sudah mati dihatiku. Hari ini aku belajar sesuatu lagi bahwa sebahagia apapun manusia menunjukan topengnya pada dunia, kita hanya manusia dengan lukanya masing-masing. Pasien dengan penyakit ragam. Hanya ada dua pilihan; menerima hidup atau mati. Wajar bila marah karena manusia punya emosi, tapi lebih wajar lagi jika bisa memaafkan dengan mudah karena kita punya hati. Daripada memikirkan orang lain, menyemangati mereka dengan palsu, yang perlu kau lakukan adalah membenahi dirimu sendiri. Sedekat apapun hubungan keluarga sekalipun tetap saja yang bisa menyembuhkan adalah diri sendiri. Ke...