Posts

Showing posts from December, 2016

Selamat Hari Ibu, Mama

Mama, mungkin aku sangat telat untuk mengatakan ini tapi aku ingin menulis ini untukmu, mama selamat hari ibu. Rasanya waktu berlalu sangat cepat ya? Aku jadi ingat tahun lalu saat aku menulis tentang hari ibu, dulu segalanya terasa sulit dan sakit. Tidak ada kegembiraan, perayaan, atau tiup lilin yang biasa kita lakukan. Tapi aku selalu berdoa semoga mama selalu dalam lindungan Allah. Ma, anakmu ini jauh dari kata anak yang baik. Bukan anak yang rajin dan penurut. Bukan anak yang selalu bertutur kata sopan. Ma, tentu mama tahu betapa mudahnya emosi ku meledak-ledak seperti sumbu yang tersulut, mengatakan kata-kata sinis dan pedas yang selalu menyakitimu, aku mohon maaf, mah. Ma, anakmu ini masih jauh dari sebuah kesuksesan. Mama pasti tahu yang kulakukan setiap hari hanya bermalas-malasan. Maaf ya ma, sudah setahun berlalu tapi aku belum membahagiakanmu. Ma, maaf bila selama ini yang bisa aku lakukan hanya marah-marah atas keaadaan kita sekarang dan aku tidak berusaha dengan keras...

Berkubang Dalam Kegagalan

Aku. Yang ada dalam kubangan itu. Menyedihkan? Tapi, bukankah itu takdir Tuhan? Aku. Yang sedang menangis. Kegagalan yang bagai kutukan. Tapi, bukankah itu takdir Tuhan? Mungkin memang kegagalan adalah nama tengahku, dewi (selalu gagal dalam hidup) novianti.

Tempat Aku Berpulang

Jika sama-sama pergi, mengapa mengurusi kepergian orang lain? Bahkan saat berjalan pun kaki bisa tersandung. Bukanlah hidup memang sebuah ketidakpastian? Tidak kah aku begitu egois ingin melihat masa depan? Saat masa kini pun tak bisa untuk aku lalui. Mempunyai perasaan merasa di tinggalkan oleh semuanya, padahal kenyataannya sejak awal pun aku memang sendirian. Bukankah itu perasaan bodoh yang menyedihkan? Berubah menjadi orang jahat karena selalu mencurigai orang lain. Buta akan perhatian tulus karena terbiasa di bohongi. Melihat dunia secara kejam, bukankah itu yang menjadikan hidup tak tenang? Hanya berani dalam diam. Dan suara lautmu, Debur ombakmu, Aroma asinmu, Angin yang kencang, Tempat aku dilahirkan akankah jadi tempat yang paling aku benci dan takutkan? Aku kira aku pun akan bersemayam disana, tidur dalam tanah di tempat aku tumbuh. Nyatanya tubuhku terburai ke alam semesta, menjadi partikel kecil di udara. Dan mungkin kau hirup juga. Aku berharap semua orang di ...

Back to December

Image
Terperangkap pada masa, pada ruang kosong yang bernama masa lalu menatap serpihan serpihan memori yang membelenggu ingatan. Kaki-kaki penuh putus asa, menggantung harapan pada sebuah keyakinan. Seiring waktu yang bergulir kadang keyakinan itu semakin menipis dan bisa menebal bagaimana hati memainkan peran. Ketakutan bagaikan sebuah kutukan yang selalu menemani bahkan disaat orang lain meninggalkan sendirian. Pagi yang berbeda namun masih terdengar suara laut lewat angin, dingin yang menusuk, embun yang melenyap di bakar cahaya membuat diri bersyukur masih bisa membuka mata. Semua orang punya kesakitannya masing-masing. Selagi masih bernafas tidak seharusnya menyerah akan kehidupan walau sering kali rasanya dibuat tidak mampu. Aku merasa kecil di dunia yang sebesar ini, dan hanya karena luka yang ku rasakan rasanya aku terlalu egois jika memilih menyerah pada kematian. Kesakitan yang menyelimutiku ku jadikan sebagai acuan untuk aku belajar lagi menjadi manusia yang benar benar manus...