Posts

Showing posts from March, 2017

Hujan

Aku suka saat rasa dinginnya menyentuh kulitku, ia yang dingin dan kadang sendu. Aku suka baunya yang khas. Aroma paling enak yang selalu sukses membuka kenang. Aku suka sikapnya yang pasrah. Mengikuti kemana ia ditakdirkan melangkah tanpa amarah. Menerima. Aku suka melihatnya. Ia yang kadang kuat mengancam, namun seringkali lemah menyedihkan. Ia pembawa bahagia juga duka. Aku suka kamu, hujan. Enak ya jadi hujan. Walaupun ia jatuh dari ketinggian dan berakhir menghilang, ia jatuh bersamaan dan tidak sendirian. Tidak sendirian, seperti aku.

Feelings #9

Untuk beberapa waktu seringkali aku merindukan diriku yang dulu. Maksudku meskipun sejak dulu aku menyedihkan, rasa-rasanya tidak semenyedihkan saat ini. Entahlah apa namanya, aku tidak bisa menceritakannya secara langsung kepada orang lain. Hanya saja batinku seringkali merasa bahwa aku tak berguna. Aku ingin membahagiakan orang tuaku, membuatnya bangga karena aku anaknya, membuatnya bisa tertawa setiap hari namun yang ku lakukan hanya sebaliknya. Seringkali aku berpikir aku ingin mati hanya karena aku merasa aku tak berguna. Aku ingin melakukan banyak hal namun kenyataannya aku hanya diam ditempat, bermalas-malasan, dipandang rendah, diremehkan, dan dibedakan. Kenapa aku tidak bisa menjadi pemberani? Bahkan untuk membahagiakan orang tuaku saja aku tidak bisa. Aku sudah terlalu sering diam menyendiri dengan duniaku, dan saat aku bicara nada suaraku tinggi dan membuat orang lain terluka. Maksudku tak begitu. Aku tak bermaksud membuat siapapun terluka. Perasaan seperti ini membuat...

Dear, tekajedua

Aku kangen. Aku kangen tkj dua dengan segala keriuhan dan kebahagian yang aku rasakan selama hampir tiga tahun. Aku sedang membayangkan bagaimana bila kita semua bertemu, bercanda, dan bermain seperti dulu. Apa kabarmu? Apakah kalian sedang berlari mengejar impian masing-masing? Berjalan mewujudkan cita-cita dan masa depan kalian. Aku rindu. Bahkan jika aku rindu sendirian, maka biarkan saja. Ini perasaanku. Rasa yang membelengguku setahun belakangan ini. Rasa sesak yang selalu berhasil membuat aku menangis. Aku sudah tak kuat untuk berpura-pura tak peduli. Aku selalu merindukan kalian. Aku tahu mungkin kalian sudah melupakan aku. Melupakan seseorang yang memang mudah sekali untuk dilupakan. Tak apa, aku mengerti. Aku tidak marah. Apa kalian sedang sibuk berkuliah? Atau bekerja? Entah apapun itu, ku doakan segalanya yang terbaik. Semoga nasibmu selalu baik, selalu diberikan kesehatan, selalu diberikan kebahagiaan. Aku selalu berdoa agar kalian menjadi orang yang sukses agar aku b...

Feelings #8

Semua orang tidak pernah melihatku dan saat aku terlihat yang mereka lihat hanya kesalahanku. Untuk saat-saat seperti ini aku selalu berharap aku tiada. Mungkin jika aku sudah benar-benar pergi mereka akan benar-benar menyayangiku. Dan mungkin saat itu sudah terlambat.

Jendela

Pada jendela kamar yang hangat mentarinya aku rindukan hingga membuat aku tertidur, bisakah waktu terulang? Pada jendela kamar yang aku pandangi setiap hari untuk melihat langit cerah, awan putih bertumpuk-tumpuk dan langit biru, bisakah waktu terulang? Hari ini aku putar lagu ed sheeran berulang kali, entah sudah putaran keberapa, puluhan atau ratusan rasanya sama saja. Hatiku sesak. Sial. Lagu ini membuatku marah, tapi aku tak bisa menghentikannya. Iya, harusnya aku selamatkan diriku sendiri dulu daripada sok jagoan lebih mengutamakan orang lain. Ibuku mengomel supaya aku mengganti lagu yang sejak aku bangun tidur sampai saat ini belum aku hentikan. Berisik katanya. Apalagi ia tak mengerti artinya. Tapi tidak begitu denganku, lagu ini adalah pembenaran. Mungkin memang benar lebih baik mendengarkan Muhasabah Cinta berulang-ulang daripada lagu ini. Jika ku harus mati, pertemukan aku denganMu. Ah, aku rindu kamarku dulu. Tapi begini pun sudah baik. Bersyukur.

Ed Shareen -Save Myself

I gave all my oxygen to people that could breathe [Aku berikan semua oksigenku pada orang-orang yang mampu bernapas] I gave away my money and now we don't even speak [Aku serahkan semua uangku dan kini kita bahkan tak bicara] I drove miles and miles, but would you do the same for me? [Aku melaju bermil-mil, tapi akankah kau lakukan hal yang sama untuk ku?] Oh, honestly? [Oh, jujur?] Offered off my shoulder just for you to cry upon [Memberikan bahuku untuk sandaran saat kau menangis] Gave you constant shelter and a bed to keep you warm [Memberimu tempat bernaung terus-menerus dan kasur agar kau tetap hangat] They gave me the heartache and in return I gave a song [Mereka memberikanku kepiluan dan aku mengembalikan dengan sebuah lagu] Its goes on and on [Terus menerus] Life can get you down so I just numb the way it feels [Hidup bisa membuatmu pilu jadi aku hanya terasa mati rasa] I drown it with a drink and out of date prescription pills [Aku tenggelam dengan minum...