Feelings #9
Untuk beberapa waktu seringkali aku merindukan diriku yang dulu. Maksudku meskipun sejak dulu aku menyedihkan, rasa-rasanya tidak semenyedihkan saat ini.
Entahlah apa namanya, aku tidak bisa menceritakannya secara langsung kepada orang lain. Hanya saja batinku seringkali merasa bahwa aku tak berguna.
Aku ingin membahagiakan orang tuaku, membuatnya bangga karena aku anaknya, membuatnya bisa tertawa setiap hari namun yang ku lakukan hanya sebaliknya.
Seringkali aku berpikir aku ingin mati hanya karena aku merasa aku tak berguna.
Aku ingin melakukan banyak hal namun kenyataannya aku hanya diam ditempat, bermalas-malasan, dipandang rendah, diremehkan, dan dibedakan.
Kenapa aku tidak bisa menjadi pemberani? Bahkan untuk membahagiakan orang tuaku saja aku tidak bisa.
Aku sudah terlalu sering diam menyendiri dengan duniaku, dan saat aku bicara nada suaraku tinggi dan membuat orang lain terluka. Maksudku tak begitu. Aku tak bermaksud membuat siapapun terluka. Perasaan seperti ini membuatku merasa aku paling rendah diantara orang lain.
Aku tidak percaya adanya reinkarnasi, tapi bila itu memang ada dikehidupanku dulu aku orang baik karena aku bisa mendapatkan orang tua yang baik sekali. Tapi jika memang reinkarnasi itu ada, aku tidak ingin menjadi aku.
Aku sadar semua masalahku bersumber dari diriku sendiri. Aku mengerti dan aku belum juga bisa mengubahnya. Karena rasanya sulit sekali menjalani ini sendirian tanpa ada satu orang pun yang mengerti.
Dewi, aku merindukan kamu yang dulu. Kamu yang banyak teman, kamu yang banyak kegiatan. Aku rindu melihat orang tuamu bangga karena kau anaknya. Aku merindukan kamu yang optimis pada hidup, aku merindukan kamu si pemimpi, aku merindukan kamu yang punya cita-cita tinggi, aku merindukan kamu yang selalu percaya masa depanmu cerah, aku merindukan kamu yang selalu berprasangka baik terhadap orang lain, aku merindukan kamu yang pemaaf, aku merindukan kamu yang ceria, aku rindu melihatmu tertawa lepas tanpa ada beban, aku rindu melihatmu yang jarang sekali sakit, aku rindu kamu yang rajin belajar, aku rindu diri kamu yang baik.
Dewi, apakah kamu sangat kesepian sekarang? Berhentilah menangis saat malam hari tanpa sebab yang jelas. Bahkan kamu menangis hanya karena disuruh tidur.
Dewi, berhentilah terlihat menyedihkan dihadapan orang lain. Ada ribuan macam ekspresi, mengapa kamu memilih selalu marah dan sedih?
Dewi, apakah kau begitu tersiksa dan kesepian hingga kau berbicara pada dirimu sendiri?
Menyedihkan.
Comments
Post a Comment