Aku harus keras kepala
Saya benci menangis seperti ini, menangis dalam diam, menyimpan segalanya sendirian. Saya benci dia. Untuk saat ini biarlah saya membencinya. Saat orang-orang bilang enaknya kehidupanku dengan segala yang aku milikki aku ingin teriak bahwa tidak seperti itu. Ini bukan yang pertama kalinya, seandainya semua tau bahwa ini selalu menggangu psikologisku ini yang membuat watak dan sifatku seperti ini, pendiam tapi banyak yang dipikirkan, tidak pandai bersosialisasi seperti orang lain, tidak mempunyai banyak teman, harusnya kalian tau. Aku selalu bertanya apa pentingnya hidup, untuk apa hidup, untuk apa segala hal yang aku lakukan sekarang, aku tidak punya tujuan dan yang lebih menyedihkan aku tidak kenal diriku sendiri. Aku marah, lalu kepada siapa akan kutunjukan? Bukankah aku selalu tidak dianggap? Bukankah aku selalu nomor kesekian? Bukankah segala sesuatu tentang diriku tak berharga? Ya allah betapa aku merasa diriku tak berharga bagi siapapun, ini salah satu alasan mengapa aku ingin...