Posts

Showing posts from January, 2017

Depression; my old friends come back

Aku disini, merasa tidak berguna dan tidak di inginkan. Aku disini, merasa hadirku hanya menyusahkan. Kamu lihat teman mu sudah berlari tapi kamu sadar yang kamu lakukan hanya diam di tempat dan memandangi mereka dengan sedih. Kamu lihat keluarga orang lain yang bahagia dengan mereka yang menjadi anak berbakti dan kamu sadar yang kamu lakukan hanya menambah beban dan tak berguna. Aku disini, dengan perasaan seperti ini lagi. Menginginkan menyerah pada keadaan yang aku buat sendiri. Benarkah selama ini aku ditinggalkan atau akukah yang memilih untuk menyendiri? Jangan menangis gadis cengeng. Ini semua kesalahanku, ya, akulah sumber masalah. Bukankah jika ingin berhasil harus menyelesaikan bahkan menghilangkan masalah itu, haruskah aku menghilangkan diriku sendiri? Aku selalu mengatakan aku ingin mati saja nyatanya aku hanyalah seorang pengecut dan pembohong, saat aku dihadapkan dengan kematian aku selalu memohon Tuhan menyelamatkanku. Aku benci diriku. Tuhan, engkau tentu tahu...

Kenapa?

Kenapa mereka menyakitiku? Pertanyaan itu telah kutanyakan selama bertahun-tahun nyatanya sampai kini tak kutemukan jawaban yang pas. Kenapa mereka menyakitiku? Apa salah jika wajah yang selalu ku tampilkan adalah kemurungan dan datar? Bagaimana aku harus bersikap jika memang aku tak bahagia? Apakah aku harus selalu berpura-pura? Kenapa mereka menyakitiku? Aku hanya tak bisa untuk bersikap biasa saja kepada mereka yang jelas sedang menyakitiku, kadang kala aku lelah harus terus mengikuti permainan mereka, tersenyum dan tertawa didepan mereka saat aku tau kenyataannya mereka seperti apa. Kenapa mereka menyakitiku? Kali ini, aku tidak akan diam saja. Kalau aku tiada aku berjanji akan langsung mendatangani mereka satu persatu saat itu juga.

Feelings #6

Image

Pain #1

I keep so much pain inside myself. I grasp my anger and loneliness and hold it my chest. It has change me into something i never meant to be. It has transformed me into a person i do not recognize; but i dont know how to let it go. -s.j.b

18

Lihat siapa yang berulang tahun hari ini, tumbuh semakin dewasa, selamat ulang tahun ya. Kamu ingat setahun lalu saat kamu ulang tahun? Yang kamu lakukan hanya menangis dan menyalahkan keadaan. Dan bagaimana kabar mu sekarang? Hatimu telah sembuh bukan? Waktu menyembuhkan hatimu walau perlahan. Aku bahagia kau bisa bertahan sejauh ini. Aku bangga padamu. Kamu ingat setahun lalu hidupmu dipenuhi oleh keputusasaan dan dendam. Kau hanya manusia pemarah yang mengutuk segalanya. Aku bahagia sekarang kau berubah dan belajar memaafkan semuanya, jangan lupa maafkan juga dirimu sendiri, ya. Tak usah lagi kau menangis menyalahkan dirimu sendiri, kau tahu semua yang sudah terjadi adalah takdir Allah. Aku berharap diusiamu yang sekarang kau bisa menjadi anak pemberani, punya banyak teman dan berhenti mengurung diri. Aku ingin kau menjadi anak yang percaya diri dan berhenti menjadi anak yang minder dalam semuanya. Aku berharap kau semakin kuat berusaha menggapai cita-citamu dan berhent...

Feelings #5

Baru beberapa jam yang lalu aku mengatakan pada ibu ku bahwa aku memutuskan untuk mencintai diriku sendiri, mencoba memaafkan dan menerima apa yang aku miliki. Aku maafkan segalanya, aku belajar menyayangi diriku. Dan sekarang sudah berantakan. Aku benci diriku sendiri yang diam saat orang lain menghina ku terang-terangan dan yang bisa ku lakukan hanya senyum canggung tak bisa berbuat apa-apa. Marah dan menangis. Ya, aku memang menyedihkan. Aku jelek. Aku gendut. Aku bodoh. Tapi, apakah aku ingin hidup seperti ini? Aku menahan mulutku sebaik mungkin untuk tidak menyakiti orang lain, tapi orang lain? Ah sudahlah. Aku tidak bisa memaksa mereka untuk menjaga mulut mereka. Ya allah susah ya menerima diri sendiri dengan segala kekurangannya. Aku tidak akan menyalahkan siapa pun untuk "diriku" yang sekarang. Namun aku mohon ya Allah, jadikan aku anak yang kuat dan tidak mudah cengeng. Aku tidak akan menyalahkan orang lain saat orang lain mengejek fisik ku didepan banyak ...

Kau, Tempatku Tumbuh

Mendengarkan musik sembari berbaring. Entahlah seakan-akan si penyanyi sedang berbisik kepadaku, mengucap kata yang melemparku dalam kenang. Aku tenggelam dalam angan. Menangis tanpa sebab, merindukan sesuatu yang entah apa. Ketahuilah semesta bahwa jiwa ku telah berbaur dalam ikhlas, kulepaskan segala yang tak seharusnya aku genggam. Kenangan pertama di tahun 2017 biarlah kali ini aku menangis. Ku luruhkan dendam dan rinduku. Semoga hidup akan selalu baik-baik saja. Aku merindukanmu. Aku merindukan sesosok teman dihidupku. Aku begitu kesepian, akankah Tuhan mengirimkan seorang teman untukku? Apa kabar mu hari ini? Apa kabar dunia yang fana ini? Aku masih hanyut dalam dunia khayal. Menenggelamkan ku dalam kubang kebahagiaan palsu. 2017. Hari pertama disambut dengan cuaca yang sangat panas. Kamu tahu? Ini mengingatkanku padamu. Aku kepanasan sampai membuat kepalaku pusing. Cuacanya cerah sekali dengan langit biru dan awan cantik bertumpuk-tumpuk. Suasananya sangat mirip denganmu k...