Feelings #5

Baru beberapa jam yang lalu aku mengatakan pada ibu ku bahwa aku memutuskan untuk mencintai diriku sendiri, mencoba memaafkan dan menerima apa yang aku miliki. Aku maafkan segalanya, aku belajar menyayangi diriku.

Dan sekarang sudah berantakan.

Aku benci diriku sendiri yang diam saat orang lain menghina ku terang-terangan dan yang bisa ku lakukan hanya senyum canggung tak bisa berbuat apa-apa. Marah dan menangis.

Ya, aku memang menyedihkan.
Aku jelek.
Aku gendut.
Aku bodoh.

Tapi, apakah aku ingin hidup seperti ini?

Aku menahan mulutku sebaik mungkin untuk tidak menyakiti orang lain, tapi orang lain? Ah sudahlah. Aku tidak bisa memaksa mereka untuk menjaga mulut mereka.

Ya allah susah ya menerima diri sendiri dengan segala kekurangannya.

Aku tidak akan menyalahkan siapa pun untuk "diriku" yang sekarang. Namun aku mohon ya Allah, jadikan aku anak yang kuat dan tidak mudah cengeng.

Aku tidak akan menyalahkan orang lain saat orang lain mengejek fisik ku didepan banyak orang dengan senyum merekah di wajah mereka. Aku mengerti mungkin sebagian orang berbahagia dengan menghina orang lain atau mungkin mereka hanya tidak tahu jika ucapannya menyakiti orang lain.

Aku mengerti tapi tetap saja aku merasa sedih. Aku harap malam ini aku masih bisa tertidur dengan nyenyak tanpa meresa ketakutan dan merasa aku menjadi manusia tak berguna, menyedihkan, dan terus memikirkan omongan orang lain tentangku.

Dewi. Tidak apa. Kamu hebat. Semua wanita cantik. Kamu baik. Kamu tidak bodoh. Kamu tidak seperti yang orang lain katakan. Allah sayang kamu. Orang tua kamu sayang kamu. Kamu tidak sendirian.

Mari senyum lagi.

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love