picture
Halo, apa kabar? Kabarku lumayan baik hari ini. Aku mengambil libur sehari untuk menenangkan pikiranku yang kalut beberapa bulan ini. Aku memilih menepi sebentar, dari hiruk pikuk rutinitas yang membelenggu ku.
Beberapa bulan ini aku kesulitan. Kejadian buruk banyak menimpaku ditengah himpitan ekonomi yang tidak stabil akhir akhir ini. Aku sering menangis, seperti anak kecil terisak isak dipelukan ibuku. Usapan tangan lembutnya saat menenangkanku bahkan tak mampu membuatku lebih baik kemarin. Sampai dititik aku dipeluk mereka yang seharusnya tak ada disekitarku. Menawariku jalan pintas. Aku selalu bersyukur tumbuh dalam keluarga ini. Memilih pergi cepat memang bukan solusi terbaik.
Aku sampai dititik kelamku. Keputusasaanku yang semakin menghimpitku. Sesak dan penuh. Dosa besar yang telah aku lakukan hingga aku mendapatkan semua ini. Ya, aku mengakuinya.
Sedari malam, jangkrik listrik ku berbunyi terus minta diberi makan. Semakin membuat kurus dompetku. Sebagai reward untuk diriku sendiri. Aku membuka laptop jadulku. Ku buka lagi foto foto lamaku. Ah, perasaan ini. Rasa rindu ini. Aku sangat rindu diriku yang dulu. Aku menemukan aku pada foto yang ku simpan dulu.
Mah, aku lelah dengan semua ini. Tapi aku bahagia kini. Terlepas dari mereka. Aku selalu memiliki diriku sendiri. Tak ada yang bisa mengambilnya. Walaupun mereka kaya, aku tetap punya Allah dan mama. Dan aku akan selalu merasa baik baik saja.
Comments
Post a Comment