Posts

Showing posts from February, 2017

Rindu

Bila rindu hanya sendirian maka lupakan. Aku dan kau sama-sama lupa. Kau hirup laut asinmu sedangkan aku meresap rasa dinginku. Panas dan dingin, kau dan aku. Kau punya lautan yang dalam sedang aku hanya bisa mengenang. Pun jauh dari lubuk hatiku, marah dan benciku, aku selalu berdoa akan kebahagiaanmu. Aku rindu. Padahal biasanya aku tak begini. Ku kira kita sudah sama-sama melupakan, mungkin memang begini adanya. Hati yang tak bisa ditebak apa maunya. Apakah ini rasanya jadi bayangan? Aku ada tapi tak terlihat. Aku ada tapi tak dianggap. Apakah ini rasanya jadi hujan? Berjatuhan dari ketinggian, lalu meresap hingga menghilang. Apakah ini rasanya jadi angin? Terasa tapi tak nampak. Ingin tergenggam namun sebuah kemustahilan. Apakah ini rasanya jadi dingin? Membuat tubuh menggigil merindu rasa hangat. Apakah ini rasanya jadi aku? Sebuah cerita yang tak pernah dibaca. Sebuah kisah yang tak bisa dimengerti. Hanya sebuah dongeng yang tak bisa dipercaya. Aku rindu jalanan yang ...

Feelings #7

Temanku tak banyak. Hanya satu; kesendirian.

All I Need

Image
Aku selalu berkhayal tentang aku yang menjadi orang sibuk. Sibuk dengan segala pekerjaan yang terus ada, sibuk bermain dengan teman-teman, sibuk untuk bekerja terus menerus sampai tengah malam sampai tak punya waktu untuk istirahat. Membayangkan jika aku tinggal seorang diri hidup dengan penuh mimpi. Itu yang selalu aku khayalkan setiap hari. Bahkan jika itu terjadi dalam mimpi aku akan senang saat aku terbangun dan mengingatnya. Ah, city of star are you shining just for me? City of star there's so much that i cant see. Ah, perasaan ini. Perasaan merasa sendirian dan kesepian.

I lost myself

Image
Dari semua kejatuhan dalam hidupku, kehilangan keluarga, kehilangan rumah dan harta benda, dicap sebagai orang jahat, jadi bahan taruhan dan adu kehebatan orang lain seakan nyawaku tiada artinya, kehilangan teman, tidak bisa melanjutkan sekolah, kesepian karena tak punya teman ternyata itu tidak seberapa. Kejatuhan paling dalam yang paling menyakitkan dihidupku adalah saat orang tuaku sendiri ragu akan kasih sayangku sebagai anak. Untuk itu aku yakin mengapa kegagalan adalah nama tengahku. Bahkan untuk menjadi seorang anak pun aku gagal. Apa lagi yang sekarang aku miliki selain orang tua dan jika orang tua ku sendiri ragu padaku, aku bisa apa? Tuhan aku tahu kau adalah seadil-adilnya tapi mengapa aku hidup bisa semenyedihkan ini? Aku tau Tuhan ini semua salahku kan? Aku yang selalu takut dalam hal apapun hingga orang lain lelah terhadapku dan perlahan-lahan meninggalkanku tapi kenapa semua orang meninggalkan aku? Aku tidak pernah ingin hidup sebagai "aku". Apakah aku me...