Posts

Showing posts from November, 2015

Story Of My Life

Ini mungkin akan saya hapus ke depannya. Tapi sebelum itu biarkan saya bercerita. Saya terlahir dari keluarga sederhana bahkan amat sederhana. Saat saya kecil bapak saya hanya bekerja di tempat penggilingan padi orang lain pergi subuh dan pulang malam. Dengan gaji yang pas-pasan saat itu ibu saya mencoba berjualan di rumah. Dari berjualan es cendol, keredok, hingga jual beras kecil-kecilan. Pada saat jualan es cendol ibu menjajakannya di depan rumah namun tidak bertahan lama, saya lupa karena apa. Saat bapak kerja ibu nekat untuk membobol kamar milik saya dan kakak untuk tempat jualan, saya ingat, pas bapak saya pulang kerja bapak sangat marah melihat kamar tersebut dibuat untuk tempat jualan kecil-kecilan dengan satu karung beras sebagai modal pertama dari hasil meminjam ke bos bapak. Keadaannya pada saat itu rumah saya terbuat dari bilik yang sudah pada bolong, hal yang paling saya ingat di atap rumah ada tulisan 1997 entah itu tahun di buat atau apa, dengan atap bolong yang saat hu...
Mulut manis penuh racun dengan seringai licik dibalik kepedulian palsu. Dan kau pikir aku akan percaya? Hahaha tolol. Kau bilang aku harus percaya padamu? Kepercayaan apa yang harus aku pegang jika ucapanmu penuh kebohongan. Kau tersinggung karena sikap ku? Lalu aku harus bagaimana, bersikap manis dan seakan-akan percaya padamu hahaha bodoh aku bukan tipe orang seperti itu. Jika aku marah atau tak suka aku lebih memilih menunjukan ketidaksukaanku daripada berpura-pura.

Suatu Hari

Suatu saat nanti saat ku pergi dan tak akan kembali. Suatu hari nanti kau akan mengerti saat ku tak di sini. Saat tubuhku mulai terbaring mati dan engkau menangis.

Changes

Perubahan. Bagai dua sisi mata uang. Bahagia bagi yang menikmatinya. Sakit bagi yang tak bisa menerimanya. Lalu ku yang mana?

Sumpah Palsu

Untuk orang zaman sekarang bersumpah dengan nama Allah adalah biasa, karena Tuhan sudah tidak ada artinya. Karena alasan itu aku sudah tidak percaya satu orangpun di dunia ini. Berkali-kali aku percaya namun pada akhirnya selalu di bohongi. Setiap orang yang kutemui selalu berubah jadi monters pada akhirnya. Setiap. Selalu. Tak perduli siapa bahkan saudara sendiri. Persetan dengan semuanya. Aku sudah muak. Siapa yang mau selalu di sakiti? Dan kalian pikir aku akan diam saja? Tunggu saja.

Pemuja Setan

Ingin... Sekali saja aku sobek mulut busuk mereka, ah aku sungguh tak menyangka orang-orang di sekeliling ku sungguh munafik. Mengadu domba ya? Adu anjing saja biar seru kan sama kaya kalian. :) Hahahaha kalian sungguh lucu. Sombong dengan kekayaan yang tak seberapa itu? Hmmm.. zaman sudah modern ya? Anehnya semakin teknologi maju tapi cara pikir kalian sungguh tolol. Piaraan itu contohnya ayam, kucing, anjing, bukan setan. Miara tuyul, kuntilanak aja bangga. Duh. Semiskin-miskinnya kami, rezeki kami jalan Allah. Kalian yang sekarang tertawa-tawa, bangga jadi babu setan? Nikmatin kesenangan dunia tapi setelah kalian mati kalian hanya jadi babu oleh setan kalian. Sungguh lelah, nasib sial apa yang menimpaku hidup di kelilingi manusia-manusia munafik. Lebih tepatnya setan berwujud manusia. Kenapa orang-orang seperti mereka tidak mati saja? Sungguh memuakkan. Berkeliaran di muka bumi hanya untuk menyakiti orang lain. Andai saja setiap orang di beri kemampuan melihat wajah asli mereka, ...

Monster

Kalian tahu? Kalian telah sukses membuat hidup ku hancur bahkan membuatku hampir gila. Tak terhitung lagi tetesan air mata yang aku keluarkan karena sakitku. Jika kalian tanya pernahkan aku benar-benar membenci seseorang jawabannya ya. Membenci orang itu sampai-sampai saat aku menutup mataku yang ku bayangkan adalah kematian mereka. Gila memang. Wajah-wajah memuakkan itu satu persatu terlihat dalam lelapku. Bagaimana seringai licik mereka, senyum busuk mereka. *** Hi pak. Bagaimana kabarmu? Ku pastikan kau sekarang sedang bahagia karena telah berhasil membuat kami jatuh, membuat kami bangkrut, membuat kami sakit. Ah aku sangat ingin bertanya  padamu bukankah kau kaya? Tanah mu dimana-mana tapi mengapa kau iri terhadap orang lain? Oh, ya, suara mu begitu merdu saat melantunkan ayat suci Al-Quran pasti orang-orang tidak akan menyangka kebusukanmu, bagaimana kau menjatuhkan usaha orang lain, aku tahu bukan hanya aku. Tapi aku tahu target utama mu keluarga ku. Andai kau tahu bagaiman...

See You

Andai aku bisa berubah jadi angin. Semilir kesana kesini bebas. Terbang menari-nari bersama burung, bunga, daun. Aku bisa pergi kesana kemari dan yang pasti menjadi angin tak ada yang menyakiti. Saat aku sedih aku bisa pergi kepegunungan melihat pemandangan, sejuk, tentram dan damai. Dan saat aku marah aku bisa berubah menjadi puting beliung yang siap meluluhlantahkan siapa saja. Bahkan bangunan kokoh. Andai saja.. *** Di kepala ku saat ini sangat ramai. Bagai pasar malam di sabtu malam hilir mudik orang-orang bergurau bercanda tawa dan pasti sangat bising. Tapi seramai apapun keadaannya sepi adalah temanku. Kilasan-kilasan kenangan menghantui untuk di ingat "hey..ingat aku" *** Saat aku di kamar main handphone sementara ibu bapak ku sibuk melayani pembeli, saat aku main ke luar rumah, jajan gorengan, leye-leye depan tv, sibuk menghitung hutang pulsa, punya uang banyak, warung yang banyak pembeli, liburan, mengkhayal, dan merasa hidupku sempurna. Saat aku terpejam untu...
Tuhan jika aku hidup hanya membuat banyak dosa mengapa tidak mati saja? Dosa dengan membenci mereka. Bukankah jika mati semua selesai? Karena dari awal yang mereka inginkan adalah kematian kami. Jika kami tiada bukankah mereka akan bahagia Tuhan? Mereka bisa berlibur, makan enak karena uangnya tidak untuk ke dukun lagi demi membunuh kami. Karena untuk apa kami hidup jika bermilyaran orang di dunia ini tak ada satu orang pun menyayangi kami. Ini titik terakhir. Saya lelah. Apa yang saya rasa akan kalian rasakan beratus-ratus kali lipat.
Aku yang sekarang sakit merintih menahan perih dan pedih di hati jika itu yang membuat kalian bahagia tak apa irit-irit dosa☺ Semoga saja dosaku yang tak terhitung banyaknya bisa berkurang. Maaf beribu maaf untuk semuanya. Untuk setiap waktu yang kalian habiskan untuk memikirkanku walau yang kalian pikirkan bagaimana cara menjatuhkan ku. Maaf aku yang tak bisa membalas kebaikan kalian satu per satu sekarang. Aku janji siapapun yang pernah baik padaku aku tak pernah lupa. Aku akan membalas kebaikan kalian suatu hari nanti. Terimakasih untuk semuanya.

Friends

Image
Kalian yang semakin berbeda, apakah karena aku yang tak lagi sama?
Sebenar-benarnya jarak adalah diam. Bukan pergi tapi yang tak lagi perduli.
Maaf Tuhan akan keluh kesahku belakangan ini, dari hati yang terdalam aku sangat menyayangi dan meyakinimu.
Pernah merasa berantakan? Hidup sudah tak kuat tapi mati bukan jawaban. Pernah kalian merasa bahwa hidup hanya untuk jadi "objek" hinaan orang lain? Hidup hanya untuk di sakiti orang lain? Tak ada pegangan walau sebatas teman. Oh shit! Bahkan aku tak tau arti teman. Apa mereka orang-orang yang di sekelilingku? atau apa? Tolong jelaskan. Aku ingin sejenak tidur tanpa beban hingga aku kuat. Hingga aku tak bisa lagi meneteskan air mata. Tuhan jika kau adil kenapa kau hanya diam? Dan yang kau lakukan hanya melihat aku kesakitan?

Santai Saja

Santai saja. Nikmati hidup kalian. Makanlah yang enak-enak. Belilah baju yang bagus. Berliburlah kemana yang kau suka. Tertawalah, nikmati apa yang kalian punya sekarang. Kau mau sombong? Merendahkan orang lain? Silahkan. Lakukan semuanya sebelum terlambat, sebelum apa yang kau sembunyikan terbongkar sebelum bangkai yang kau tutupi tercium. Karena jika saat itu tiba harta sebanyak apapun yang kau punya takkan mampu menolong. Mari kita lihat saja. Kau yang mempermainkanku, jadi mari kita bermain-main. Jadi kujelaskan terlebih dahulu aturannya : 1. Apa yang kau buat itu yang akan kau dapat. 2. Saat kau kalah jangan menyalahkan orang lain. Karena permainan ini bahaya jadi berhati-hatilah. Imbasnya bisa saja bukan hanya pada diri sendiri tapi orang-orang di sekitar mu. Jadi deal?

Hujan

Walau kemarin kemarau panjang hujan tak membuatku bahagia, sebab aku telah sering melihatnya pada air mata ibuku. Suatu hal yang paling membuatku bersedih.
Aku tak punya siapa-siapa. Di saat kami sedang terpuruk Tuhan engkau tahu semua orang menjauhi kami, mereka merendahkan kami, mereka menghina kami, mereka memfitnah kami, mereka selalu menyebarkan gosip yang tak benar tentang kami, mereka selalu menyakiti kami dengan cara-cara setan mereka, mereka menyantet keluarga kami setiap hari. Hanya engkau yang tahu semua kesedihan kami ya Allah, semua rasa sakit yang kami rasakan. Engkau yang tahu bagaimana perasaan kami saat mereka merendahkan kami ya allah. Berapa banyak tetesan air mata yang kami keluarkan setiap hari, kami selalu sabar, kami tak pernah membalas semua kelakuan mereka, kami selalu diam, namun mengapa mereka begitu kejam? Tuhan, aku sangat kesepian dan bersedih. Betapa teman-temanku seakan menjauhi ku. Aku tak punya tetangga seorangpun mereka yang tiap hari selalu memfitnah kami, bahkan saudara-saudara ku semua menjauhi di saat kami sedang kesusahan. Dan yang lebih membuatku bersedih saudaraku sendiri yang selalu membicarak...
Tuhan, Bolehkah aku kembali ke masa lalu? Aku sungguh tak kuat. Aku ketakutan tuhan. Mereka sungguh kejam padaku dan keluargaku. Mereka menghina, memcaci, memfitnah, bahkan menyakiti kami dengan hal-hal ghaib. Berapa banyak tetesan air mata yang harus kami keluarkan untuk bisa menghentikan ini semua? Aku sungguh ingin kembali ke masa-masa bahagiaku. Tuhan, Rasanya aku ingin pergi jauh. Aku ingin pergi ke suatu tempat yang tak ada satu orangpun menyakiti kami. Ke tempat yang dekat denganmu. Tuhan, Akankah semua ini berakhir? Aku tau aku harus sabar dan ikhlas menjalani semua yang telah engkau beri namun rasanya sulit sekali. Harus bertahan di tengah-tengah kemunafikan orang-orang di sekitarku. Hanya engkau yang tau apa yang telah mereka lakukan pada kami, kami hanya mempunyai engkau di saat orang-orang menjauhi dan membicarakan kami. Engkau tahu yang sebenarnya Tuhan namun mengapa engkau diam? Tuhan, Ada satu titik pada saat keputusasaanku, aku marah padamu. Marah pada keadaan. M...