Story Of My Life

Ini mungkin akan saya hapus ke depannya. Tapi sebelum itu biarkan saya bercerita.

Saya terlahir dari keluarga sederhana bahkan amat sederhana. Saat saya kecil bapak saya hanya bekerja di tempat penggilingan padi orang lain pergi subuh dan pulang malam. Dengan gaji yang pas-pasan saat itu ibu saya mencoba berjualan di rumah. Dari berjualan es cendol, keredok, hingga jual beras kecil-kecilan. Pada saat jualan es cendol ibu menjajakannya di depan rumah namun tidak bertahan lama, saya lupa karena apa. Saat bapak kerja ibu nekat untuk membobol kamar milik saya dan kakak untuk tempat jualan, saya ingat, pas bapak saya pulang kerja bapak sangat marah melihat kamar tersebut dibuat untuk tempat jualan kecil-kecilan dengan satu karung beras sebagai modal pertama dari hasil meminjam ke bos bapak. Keadaannya pada saat itu rumah saya terbuat dari bilik yang sudah pada bolong, hal yang paling saya ingat di atap rumah ada tulisan 1997 entah itu tahun di buat atau apa, dengan atap bolong yang saat hujan membuat kami kedinginan. Pada saat itu semua orang menghina kami, merendahkan kami karena keadaan ekonomi kami saat itu. Pernah suatu hari kakak saya mengadu pada ibu kalau ia di ledeki teman-temannya "...bu mereka bilang jangan main sama Dewi dan Devi, rumahnya jelek mau runtuh.." atau saudara ibu yang dengan sombongnya tidak mau menjejakan kakinya di rumah kami karena kami miskin. Dengan itu ibu dan bapak bekerja keras pantang menyerah. Dari kamar yang di buat jadi tempat jualan tersebut lama kelamaan jadi besar, pelan-pelan di tambah barang-barang keperluan rumah tangga seperti sabun, tepung, gula, dan lain-lain. Oh, ya, tanah yang pada saat itu kami tempati juga bukan tanah milik kami, kami menumpang di tanah milik majikan nenek yang sedari kecil nenek urusi. Pada saat rumah saya kecil pun banyak orang lain yang sirik dengan kehidupan kami yang tak seberapa itu, di mulai dari hinaan, cacian bahkan cara-cara halus seperti membuat kami sakit dengan teluh, menutupi usaha kami. Hal-hal yang bahkan saat pertama kali saya tak percayai namun begitu adanya. Pada saat saya kelas 6 sd alhamdulilah ibu dan bapak sudah mencicil untuk membeli tanah dan membangun rumah. Setelah rumah kami jadi orang yang sirik juga semakin banyak. Hal-hal mistik selalu saya alami setiap hari, menemani saya hingga beranjak dewasa, membuat saya berfikir hal yang biasa karena sudah saya alami sejak kelas 3 sd. Tak tanggung-tanggung, haji, imam masjid, ustad, orang kaya, mereka yang didepan sangat baik menusuk kami dari belakang.
Jadi, jika kalian bertanya-tanya mengapa orang-orang begitu tega menjatuhkan kami, bahkan ingin membunuh kami jawabannya sudah pasti "aku sirik karena keluarga (nama bapakku) yang miskin bisa berubah menjadi hidup enak, nah aku yang sudah bertahun-tahun hidup di sini tidak maju-maju. Aku tidak akan berhenti sebelum mereka hancur dan tak punya apa-apa". Kenapa saya tahu? Karena setannya sendiri yang mengatakan pada saat salah satu anggota keluargaku kerasukan.

Nah, bapak, ibu, mas, mba sekalian kalau ingin kaya yo kerja keras dong usaha, ibu bapak saya saja banting tulang hingga bisa seperti ini jangan lupa juga beribadah, meminta tuh sama Allah bukan sama dukun dan melakukan pesugihan atau menghalang-halangi usaha orang lain.  Yo gimana mau di kaya kan sama Allah orang minta rezekinya sama setan. Begitu loh.

Jika pada saat ini saya dan keluarga sedang kesusahan, banyak hutang, tak apa. Kalian pikir saya tidak tahu ini ulah kalian? Rezeki dan uang keluarga saya kalian ambil dan curi dengan bantuan ghaib dengan nominal yang tak sedikit, usaha keluarga saya kalian jaili supaya bangkrut, keluarga saya kalian teluh supaya sakit yang teramat pedih. Saya tahu. No problem it's ok. Saya diam bukan saya tak berdaya. Tapi tunggu tanggal mainnya. Semua akan berbalik pada diri kalian sendiri suatu hari nanti. Dalam darah kalian ada hak orang lain yang kalian curi, makan dan minum dari hasil mencuri, pakaian bagus kalian beli dari hasil mencuri, kendaraan mewah kalian juga dari hasil mencuri. Tak apa. Ini hanya masalah waktu. Kelakuan kalian ini bagai bom waktu tik tok tik tok tik tok akan menghancurkan kalian tanpa kalian sadari.

Selamat menikmati kejatuhan kami☺
Semoga kalian juga menikmati saat-saat kejatuhan kalian nanti.

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love