Posts

Showing posts from November, 2014

Seperti biasanya..

Saya benci menangis untuk hal-hal seperti ini, menangis karena kecewa terhadap diri sendiri, menangis untuk hal yang belum tentu terjadi. Saya benci meneteskan air mata karena perasaan yang absurd. Saya benci. Saya kecewa terhadap diri sendiri, kecewa pada lingkungan, teman, guru, orang tua, keluarga, saya kecewa. Saya terlalu lama terkekang dalam adat yang kolot tanpa orang tua saya tau apa yang sedang terjadi sekarang ini. Kehidupan telah berubah. Saya hanya ingin seperti yang lainnya. Lagi-lagi saya benci menangis sendirian mengunci diri didalam kamar, berpura-pura tersenyum dan baik-baik saja. Saya hanya ingin seperti yang lainnya, saya sungguh lelah berpura-pura seakan baik-baik saja. Lelah. Sungguh.

Ingin.

Saya ingin punya secret admirer. Kenapa? Saya hanya ingin merasakan ada yang memperhatikan saya diam-diam, mendoakan saya dalam diam, tersenyum melihat saya walau dari kejauhan, mencuri-curi kabar saya walaupun tidak ada yang special. Saya hanya mulai bosan menjadi "penggemar rahasianya". Entahlah, saya ini tipe orang yang mudah jatuh cinta, dia baik sedikit suka, perhatian sedikit suka, tapi gak berani mulai. Saya ingin punya rasa bodoamat untuk segala hal. Untuk setiap omongan orang, tugas dan praktek, bahkan perasaan saya sendiri saya ingin cuek. Saya ini juga tipe orang pikiran kalo ada hal kecil yang menggangu saya walau hanya becandaan akan membuat saya kepikiran bahkan sampai kemimpi-mimpi. Duh repot. Saya ingin menjadi cantik. Kenapa? Karena saya lelah direndahkan :') mungkin saya tersenyum namun hati ini tidak. Saya hanya ingin memberikan yang terbaik untuk diri saya. Hanya itu. Saya ingin lebih baik dari sekarang, walau kecantikan hati lebih utama, bukankah p...

Semoga semakin dekat, tanpa batasan.

Pernahkan merasa takut? Merasa bodoh, pecundang, cemas, merasa malu? Bingung? Bimbang? Tak pernah menjadi dewasa? Ya Allah.. Mungkin ini saat terendah aku merasa bodoh, sangat cemas dan ketakutan. Ada yang bilang apa yang kita dapatkan tergantung dengan sugesti yang kita pikirkan, apakah karna hamba selalu berfikir negatif? Mendapatkan kesempatan hidup 16 tahun tanpa melakukan hal-hal baik, hanya dosa dan kesalahan yang selalu diperbuat. Setiap hari memasang senyum palsu. Ya Allah.. Bagaimana rasanya tersenyum tanpa beban seperti yang lainnya? Apa karna mereka banyak bersyukur kepadamu tidak sepertiku? Ya Allah.. Ini titik terendah dalam hidupku, maka kuatkan lah aku, jadikan aku anak yang berbakti dan meninggikan derajat keluarga hamba, menjadi anak yang baik, menjadi murid yang baik, menjadi adik yang tidak menyebalkan, menjadi teman yang menyenangkan. Dan yang paling terpenting dekatkan hamba kepadamu, sangat dekat, tanpa batasan. Semoga kali ini kau tidak lelah mengabulkan...