Aku tak punya siapa-siapa.

Di saat kami sedang terpuruk Tuhan engkau tahu semua orang menjauhi kami, mereka merendahkan kami, mereka menghina kami, mereka memfitnah kami, mereka selalu menyebarkan gosip yang tak benar tentang kami, mereka selalu menyakiti kami dengan cara-cara setan mereka, mereka menyantet keluarga kami setiap hari. Hanya engkau yang tahu semua kesedihan kami ya Allah, semua rasa sakit yang kami rasakan.

Engkau yang tahu bagaimana perasaan kami saat mereka merendahkan kami ya allah. Berapa banyak tetesan air mata yang kami keluarkan setiap hari, kami selalu sabar, kami tak pernah membalas semua kelakuan mereka, kami selalu diam, namun mengapa mereka begitu kejam?

Tuhan, aku sangat kesepian dan bersedih. Betapa teman-temanku seakan menjauhi ku. Aku tak punya tetangga seorangpun mereka yang tiap hari selalu memfitnah kami, bahkan saudara-saudara ku semua menjauhi di saat kami sedang kesusahan. Dan yang lebih membuatku bersedih saudaraku sendiri yang selalu membicarakan dan memfitnah kami.

Tuhan, aku ingin berhenti menangis. Aku ingin berbahagia. Aku ingin melihat orang tuaku tersenyum. Aku ingin keluarga kami tak di anggap rendah oleh orang lain, aku ingin keluarga kami tak di lecehkan, aku ingin tak disakiti lagi oleh orang lain, aku ingin melihat orang tuaku sehat tanpa ada orang yang menyakiti keluarga kami lagi, jika engkau adil aku ingin apa yang mereka lakukan berbalik pada mereka sendiri. Mereka yang suka menyantet orang lain biarlah mereka merasakan bagaimana sakitnya dibunuh perlahan-lahan, mereka yang suka memfitnah orang lain biarlah fitnahannya berbalik pada dirinya sendiri, mereka yang mati-matian ingin membuat kami bangkrut semoga berbalik pada dirinya sendiri, mereka yang mati-matian menutup rezeki kami semoga engkau lebih kayakan lagi supaya tidak menutup rezeki keluarga hamba.

Aku hanya punya engkau di saat seluruh dunia menjauhiku. Semoga engkau tak pernah lelah menemani kami ya Allah.

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love