See You
Andai aku bisa berubah jadi angin. Semilir kesana kesini bebas. Terbang menari-nari bersama burung, bunga, daun. Aku bisa pergi kesana kemari dan yang pasti menjadi angin tak ada yang menyakiti.
Saat aku sedih aku bisa pergi kepegunungan melihat pemandangan, sejuk, tentram dan damai.
Dan saat aku marah aku bisa berubah menjadi puting beliung yang siap meluluhlantahkan siapa saja. Bahkan bangunan kokoh.
Andai saja..
***
Di kepala ku saat ini sangat ramai. Bagai pasar malam di sabtu malam hilir mudik orang-orang bergurau bercanda tawa dan pasti sangat bising. Tapi seramai apapun keadaannya sepi adalah temanku. Kilasan-kilasan kenangan menghantui untuk di ingat "hey..ingat aku"
***
Saat aku di kamar main handphone sementara ibu bapak ku sibuk melayani pembeli, saat aku main ke luar rumah, jajan gorengan, leye-leye depan tv, sibuk menghitung hutang pulsa, punya uang banyak, warung yang banyak pembeli, liburan, mengkhayal, dan merasa hidupku sempurna. Saat aku terpejam untuk sekedar menghilangkan penat kenangan itu terus menerus menghantuiku. Rasanya seperti kemarin, tapi saat aku membuka mata semuanya begitu gelap. Perasaanku sungguh tak menentu saat ini. Ada kesedihan mendalam dan amarah. Dan hal itu yang aku harus simpan rapat-rapat.
***
Aku bukan terjatuh pada kubangan lumpur kecil di pinggir jalan yang hanya dengan menggerutu dan mencuci baju bisa langsung beres, tapi aku jatuh ke dalam jurang. Dalam dan kelam, seberapa kencangnya tangisanku tetap tidak akan terdengar ke permukaan. Aku bagai anak kucing kecil yang tak berdaya jatuh ke dalam jurang mengeok-eok mencari pertolongan. Sayangnya tak ada satu pun yang menolong. Sendirian, ketakutan, kelaparan, menunggu keajaiban.
***
Aku yang hanya seorang manusia lemah dengan segala ke-amatir-annya. Tidak bisa apa-apa, kekanak-kanakkan, takut untuk mencoba. Karena aku tau aku seorang yang seperti itu, jadi aku bisa apa?
Sudah ku bilang bahwa rasanya semua mimpiku serasa jatuh berantakan.
***
Aku tak tahu kehidupanku bagaimana kedepannya. Aku minta maaf belum bisa membalas kebaikan orang-orang yang baik padaku, sungguh menyenangkan bisa mengenal kalian semua, teman-teman terbaik, maaf aku yang selalu jutek, pemarah, atau kesombonganku, maaf karena aku menyebalkan, maaf candaanku yang membuat kalian marah, maaf saat aku menagih pulsa dengan kata-kata yang tak sopan, maaf saat aku tak memberi contekan, maaf saat pagi hari yang ku tampakkan adalah wajah jutekku, maaf atas ketidakramahan ku, maaf saat aku mencontek, maaf saat aku menyusahkan kalian, maaf saat aku selalu menumpang kesana-kesini, maaf aku belum bisa menjadi teman yang baik, maaf aku tidak bisa menemani kalian lagi. Maaf. Terimakasih untuk seluruh cinta dan kasih sayang. Ingin sekali, suatu saat nanti aku kembali membalas kebaikan kalian satu persatu. Satu hal, melihat kalian sukses adalah kebahagiaan buatku. Semoga apapun cita-cita dan mimpi kalian bisa tercapai ya? :')
See you
Love,
Bocah Amatir.
Comments
Post a Comment