Depression; my old friends come back

Aku disini, merasa tidak berguna dan tidak di inginkan.
Aku disini, merasa hadirku hanya menyusahkan.

Kamu lihat teman mu sudah berlari tapi kamu sadar yang kamu lakukan hanya diam di tempat dan memandangi mereka dengan sedih.
Kamu lihat keluarga orang lain yang bahagia dengan mereka yang menjadi anak berbakti dan kamu sadar yang kamu lakukan hanya menambah beban dan tak berguna.

Aku disini, dengan perasaan seperti ini lagi.

Menginginkan menyerah pada keadaan yang aku buat sendiri.

Benarkah selama ini aku ditinggalkan atau akukah yang memilih untuk menyendiri?

Jangan menangis gadis cengeng.

Ini semua kesalahanku, ya, akulah sumber masalah. Bukankah jika ingin berhasil harus menyelesaikan bahkan menghilangkan masalah itu, haruskah aku menghilangkan diriku sendiri?

Aku selalu mengatakan aku ingin mati saja nyatanya aku hanyalah seorang pengecut dan pembohong, saat aku dihadapkan dengan kematian aku selalu memohon Tuhan menyelamatkanku.

Aku benci diriku. Tuhan, engkau tentu tahu seberapa besar aku benci terhadap diriku sendiri? Aku harus bagaimana jika semakin hari kebencianku semakin membesar? Aku benci menjadi orang lemah yang tak terlihat oleh orang lain. Pengabaian, penghinaan, dan cacian. Seakan-akan aku berfikir bahwa mereka memang tidak mengharapkan kehadiranku, seolah-olah diam-diam seluruh dunia membenciku. Aku tidak percaya pada apapun didunia ini dan itu termasuk diriku sendiri. Betapa buruknya memiliki perasaan ini.

Aku memiliki banyak mimpi tapi aku takut untuk berjalan mewujudkannya. Aku benci diriku yang seperti itu. Atau mungkin aku takut jika mimpiku kembali dihancurkan oleh yang tak aku duga sebelumnya. Perasaan bodoh merasakan ketakutan di segala hal.

Aku berusaha untuk keluar dari kegelapan yang aku bangun sendiri, tapi kian hari aku hanya merasa nyaman dalam gelap. Tuhan, aku tau aku bodoh dan penuh dosa, aku mohon agar engkau tak pernah lelah untuk memberi cahaya di hidupku, engkau tak pernah bosan bersamaku. Aku mengerti dari segala kehilanganku yang ada hanya engkau. Aku mohon senyaman apapun aku dalam gelap semoga engkau selalu ada disisiku hingga aku bertambah dewasa menuju cahaya. Aku sadar aku sangat kekanakan. Aku yang egois dan mudah sekali marah. Aku yang pemalas dan tak berguna. Tapi aku ingin hidupku berguna untuk semua orang. Aku ingin bahwa hidupku tidak sia-sia.

Sungguh melelahkan mempunyai perasaan seperti ini.

(Cuaca mendung-11.43 am)

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love