Kau, Tempatku Tumbuh

Mendengarkan musik sembari berbaring. Entahlah seakan-akan si penyanyi sedang berbisik kepadaku, mengucap kata yang melemparku dalam kenang. Aku tenggelam dalam angan.

Menangis tanpa sebab, merindukan sesuatu yang entah apa. Ketahuilah semesta bahwa jiwa ku telah berbaur dalam ikhlas, kulepaskan segala yang tak seharusnya aku genggam.

Kenangan pertama di tahun 2017 biarlah kali ini aku menangis. Ku luruhkan dendam dan rinduku. Semoga hidup akan selalu baik-baik saja.

Aku merindukanmu. Aku merindukan sesosok teman dihidupku. Aku begitu kesepian, akankah Tuhan mengirimkan seorang teman untukku?

Apa kabar mu hari ini? Apa kabar dunia yang fana ini? Aku masih hanyut dalam dunia khayal. Menenggelamkan ku dalam kubang kebahagiaan palsu.

2017.
Hari pertama disambut dengan cuaca yang sangat panas. Kamu tahu? Ini mengingatkanku padamu. Aku kepanasan sampai membuat kepalaku pusing. Cuacanya cerah sekali dengan langit biru dan awan cantik bertumpuk-tumpuk. Suasananya sangat mirip denganmu kampung halamanku. Aku sampai harus minum berliter-liter air supaya tidak dehidrasi. Hari pertama pada tahun baru yang membuatku kembali teringat padamu dan terus berlanjut sampai kini.

Sudah lama aku pergi dan meninggalkanmu. Bagaimana perasaanmu? Apakah kau sedih aku tinggalkan atau sebaliknya? Maaf, karena sampai detik ini aku masih menjadi pecundang amatir. Aku masih hidup menyedihkan jadi aku belum bisa mengunjungimu, tapi suatu hari nanti jika aku sudah bersinar terang aku tidak akan takut menampilkan wajahku dihadapanmu. Maka aku mohon doakanlah aku, doakan aku agar aku menjadi manusia yang sesungguhnya, doakan aku agar aku menjadi manusia pemberani yang bisa menentang dunia.

Apakah kau sedih karena aku selalu bilang membencimu? Atau kau berbalik membenciku? Aku membencimu karena aku sewaktu-waktu begitu merindukanmu setengah mati sementara kau tidak.

Aku jatuh sakit, apa kau tahu? Apa selama ini kau dengar jeritanku? Apa kau pahami? Bila benci dan rinduku padamu perlahan membunuhku.

Kau tahu? Aku suka gelap. Ya, sejak kejatuhan menjadi temanku aku bersahabat dengan gelap, dengan kata-kata, dengan mendung dan rasa dingin. Apa kau juga menyukai kegelapan?

Aku merasa diriku sudah melebur bersama asa. Menari dalam ruang kosong. Tak ada bingkai foto dengan wajah dan senyumku. Semuanya terasa asing. Jiwa dan tubuhku. Aku tak suka lagi. Maka akan kau lihat aku dalam gambar dan kata. Bersembunyi dibalik layar hitam. Berganti kata yang menggambarkan jiwa. Apa kau merindukan melihat diriku? Aku pun merindukan diriku sendiri. Hanya saja aku tidak bisa lagi tertawa seperti potretku sebelumnya, yang aku lihat hanya wajah sendu dan kusam, wajah dengan sejuta pikiran dan kesedihan. Aku takut menatap diriku sendiri.

Kau tahu? Sekarang aku takut cermin. Cermin menampilkan aku yang begitu menyedihkan, dan saat aku menatap pantulan diriku hanya membuatku setres dan depresi maka sejak saat itu aku pantang melihat wujudku sendiri. Aku tidak tahu bagaimana wajahku sekarang yang aku tahu jerawatku semakin parah karena aku kembali setres belakangan ini. Meraba-raba tanpa melihat.

Kau tahu? Setiap hari aku mendengarmu. Deburan ombakmu dalam lagu yang terus kuputar-putar dalam handphoneku yang orang-orang menyebutnya aku sedang mendengarkan lagu setan. Padahal itu suaramu. Suara lembut mu yang mendayu-dayu dalam ketenangan. Sedalam lautmu begitu pun perasaanku saat mendengar lagu.

Karena aku bisa saja mati sewaktu-waktu tapi kau akan terus tumbuh berkembang maka aku minta doakan dan maafkan lah segala kesalahanku.

Aku merindukanmu, kampung halamanku.

Mungkin untuk malam ini saja.

Esok saat aku bangun tidur perasaan ini telah lenyap bagai hantu. Jadi hanya malam ini saja aku berkata jujur merindukanmu dan bercerita kepadamu.

Semoga kau terus tumbuh dengan baik. Semoga kau terus membumi dan asri. Semoga kau semakin kaya dan rendah hati.

Malam ini kebencianku menghilang pergi jadi kudoakan kau dengan setulus hati. Semoga tanahmu tidak lagi menopang dosa manusia dengan terlalu berat, tumbuhlah dan semakin hijau. Peluklah keluargaku yang sedang tertidur ditanahmu, sampaikan berjuta rasa rinduku. Katakan padanya walau aku tak ada di sana doaku selalu memeluknya.

Untuk orang-orang yang kucintai, semoga kalian selalu bahagia dalam lindungan Tuhan.

Selamat malam.

Salam rindu,
Miss Dream.

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love