Aku harus keras kepala
Saya benci menangis seperti ini, menangis dalam diam, menyimpan segalanya sendirian. Saya benci dia. Untuk saat ini biarlah saya membencinya.
Saat orang-orang bilang enaknya kehidupanku dengan segala yang aku milikki aku ingin teriak bahwa tidak seperti itu. Ini bukan yang pertama kalinya, seandainya semua tau bahwa ini selalu menggangu psikologisku ini yang membuat watak dan sifatku seperti ini, pendiam tapi banyak yang dipikirkan, tidak pandai bersosialisasi seperti orang lain, tidak mempunyai banyak teman, harusnya kalian tau. Aku selalu bertanya apa pentingnya hidup, untuk apa hidup, untuk apa segala hal yang aku lakukan sekarang, aku tidak punya tujuan dan yang lebih menyedihkan aku tidak kenal diriku sendiri.
Aku marah, lalu kepada siapa akan kutunjukan? Bukankah aku selalu tidak dianggap? Bukankah aku selalu nomor kesekian? Bukankah segala sesuatu tentang diriku tak berharga?
Ya allah betapa aku merasa diriku tak berharga bagi siapapun, ini salah satu alasan mengapa aku ingin seperti orang lain tak lebih dan tak bukan karna aku ingin diakui dan dianggap ada. Apakah harus seperti ini menangis sendirian? Tuhan, apakah aku seseorang yang menjijikan? Rentetan kejadian dihidupku bukan menjadikanku semakin kuat tapi semakin rapuh. Aku tidak mau lagi jatuh ke dasar, bagaimana dengan sekolahku jika aku begini. Aku hanya ingin hidup normal seperti orang lain :(
Bukan aku menyalahkanmu tuhan untuk apa yang aku milikki sekarang, untuk apa yang aku marahkan saat ini, biarlah semua berlalu seperti biasanya yang harus aku lakukan hanya bersabar lebih keras lagi, mencoba ikhlas dengan bersungguh-sungguh. Aku hanya perlu menata hidupku lebih baik lagi dan yang terpenting aku harus bisa menata hati dan perasaanku lebih lebih baik lagi sehingga kejadian seperti ini bisa aku lalui, karna aku tau besok atau lusa kejadian seperti ini akan terulang. Aku hanya perlu keras kepala untuk meyakinkan bahwa asumsiku tentang mereka kepadaku tidak benar, bahwa mereka menyayangiku, dan menganggapku ada.
Comments
Post a Comment