Selamat Hari Ibu, Mama

Mama, mungkin aku sangat telat untuk mengatakan ini tapi aku ingin menulis ini untukmu, mama selamat hari ibu.

Rasanya waktu berlalu sangat cepat ya? Aku jadi ingat tahun lalu saat aku menulis tentang hari ibu, dulu segalanya terasa sulit dan sakit. Tidak ada kegembiraan, perayaan, atau tiup lilin yang biasa kita lakukan. Tapi aku selalu berdoa semoga mama selalu dalam lindungan Allah.

Ma, anakmu ini jauh dari kata anak yang baik. Bukan anak yang rajin dan penurut. Bukan anak yang selalu bertutur kata sopan. Ma, tentu mama tahu betapa mudahnya emosi ku meledak-ledak seperti sumbu yang tersulut, mengatakan kata-kata sinis dan pedas yang selalu menyakitimu, aku mohon maaf, mah.

Ma, anakmu ini masih jauh dari sebuah kesuksesan. Mama pasti tahu yang kulakukan setiap hari hanya bermalas-malasan. Maaf ya ma, sudah setahun berlalu tapi aku belum membahagiakanmu.

Ma, maaf bila selama ini yang bisa aku lakukan hanya marah-marah atas keaadaan kita sekarang dan aku tidak berusaha dengan keras untuk berubah. Maaf bila aku masih sering menangis untuk keadaan yang seharusnya sudah aku ikhlaskan. Maaf bila aku masih sering diam membisu disertai amarah jika aku sedang marah, aku tau itu menyakitimu, aku minta maaf ya mah.

Ma, mama buat aku sadar, mama bantu aku ikhlas, mama ajarin aku untuk memaafkan, mama ajarin aku untuk terus melanjutkan hidup, bahkan mama yang ngerangkai lagi mimpi-mimpi aku yang hancur berantakan yang aku kira nggak mungkin lagi bisa aku capai. Mama dengan gigihnya selalu bilang akan mewujudkan mimpi aku, mama yang selalu bilang akan melakukan apapun untuk masa depan aku, dan mama yang selalu menyemangati aku bahwa hidup akan baik-baik saja, makasih ya mah.

Ma, mungkin gengsi aku terlalu besar untuk aku ngomong ini semua secara langsung ke mama, tapi mama harus tau bahwa aku selalu berdoa sama Allah untuk kebahagiaan dan kesehatan mama, walaupun aku jauh dari kata sempurna aku mau bahagiain mama.

Maaf ya ma untuk segala dosa yang sudah aku lakukan ke mama, semoga tahun depan kita merayakan hari ibu dengan lebih baik.

Sekali lagi aku minta maaf saat kemarin hari ibu yang aku lakukan malah nangis dan marah seharian atas kegagalan dalam hidupku, aku tidak menyalahkanmu untuk itu tapi semoga mama bisa ngertiin perasaan aku lebih baik lagi.

Mama, cahaya yang Allah kirim buat aku saat aku jatuh terpuruk di kegelapan.

Selamat hari ibu bidadari surgaku.

Sayang sayang,
Jeje (aku yang selalu kau anggap anak kecil).

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love