Tempat Aku Berpulang

Jika sama-sama pergi, mengapa mengurusi kepergian orang lain?

Bahkan saat berjalan pun kaki bisa tersandung. Bukanlah hidup memang sebuah ketidakpastian?

Tidak kah aku begitu egois ingin melihat masa depan? Saat masa kini pun tak bisa untuk aku lalui.

Mempunyai perasaan merasa di tinggalkan oleh semuanya, padahal kenyataannya sejak awal pun aku memang sendirian. Bukankah itu perasaan bodoh yang menyedihkan?
Berubah menjadi orang jahat karena selalu mencurigai orang lain. Buta akan perhatian tulus karena terbiasa di bohongi. Melihat dunia secara kejam, bukankah itu yang menjadikan hidup tak tenang?

Hanya berani dalam diam.

Dan suara lautmu,
Debur ombakmu,
Aroma asinmu,
Angin yang kencang,
Tempat aku dilahirkan akankah jadi tempat yang paling aku benci dan takutkan?

Aku kira aku pun akan bersemayam disana, tidur dalam tanah di tempat aku tumbuh. Nyatanya tubuhku terburai ke alam semesta, menjadi partikel kecil di udara. Dan mungkin kau hirup juga.

Aku berharap semua orang di dunia bisa berbahagia jadi tidak perlu ada lagi yang berubah menjadi jahat untuk bisa mengecap bahagia.

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love