Esok

Terkadang yang paling menyakiti adalah orang yang paling di sayang.

Kenapa? Karena tak akan menyangka orang kita sayang dan percaya mampu melukai kita.

Aku ingin bertanya untuk apa sebenarnya kita hidup? Apa tujuannya? Mengapa kita memiliki perasaan? Mengapa memiliki emosi? Aku sudah tahu jawabannya. Tentu saja untuk bisa merasakan apa itu bahagia, apa itu sedih, senang, sakit. Tapi tetap saja aku selalu bertanya untuk apa ini semua? Haha bodoh memang.

Terkadang aku sering berfikir betapa "aneh"nya aku. Aku sering berfikir aku beda. Aku kaku. Aku tak pandai bersosialisasi. Aku sering salah tingkah bila berhadap dengan orang lain. Di pikiranku penuh banyak yang ingin aku keluarkan tapi mulutku hanya bisa menyunggingkan senyum kaku. Aku tak pandai. Aku penakut. Aku tak cantik. Aku tak menarik. Aku tak seperti orang lain yang bisa langsung akrab dan pintar bicara. Kalau hanya melihat aku dari tulisanku aku memang cerewet tapi aslinya beda jauh.

Aku terlihat baik-baik saja. Aku selalu tersenyum. Aku tertawa. Aku terkadang membuat lelucon sehingga orang-orang tertawa terbahak-bahak. Aku menjalani hari-hari seakan semuanya berjalan normal. Saat aku marah aku meluapkannya dengan tulisan. Aku menggerutu di hati melampiaskan dengan kata-kata yang ku tulis, yang anehnya selalu pas dan errrg, aku selalu malu sendiri membacanya setelah emosiku reda. Aku menangis diam-diam. Pikiranku sungguh penuh hingga tak ada ruang kosong untuk aku bernafas. Aku tertekan. Tapi aku tahu aku tak bisa terus begini. Harusnya jika aku marah aku pun harus mengeluarkannya, aku harus menangis jika aku ingin. Harusnya aku jujur pada setiap perasaanku. Tapi untuk apa? Dunia takkan peduli. Aku hanyalah orang yang terbuang, terkucilkan, hidup dalam tekanan.

Aku hanya tak punya teman untuk berbagi. Untuk aku menjadi diriku. Untuk aku bisa meluapkan segala emosiku. Untuk berbincang. Aku tak punya. Aku selalu sendiri. Merasakannya seorang diri.

Aku sering kecewa pada diriku sendiri. Aku sering merasa tak berguna. Aku hanya merasa apa gunanya aku di dunia ini. Hanya itu.

Hatiku selalu berkata aku harus jadi baik. Aku harus bicara lembut. Aku tak boleh menyakiti orang lain. Tapi bibirku ini selalu berkata yang tak penting. Aku menjadi sosok pemarah. Aku menjadi pemalas. Tak punya gairah hidup. Dan kekecewaan pada diri sendiri yang tak bisa menjadi berguna yang paling membuatku tertekan. Aku menyakiti orang-orang di sekitarku. Aku menjadi irit bicara bahkan kepada orang tua. Aku tahu itu menyakitinya, hanya saja aku tak tahu ada apa dengan diriku.

Aku tak menjadi lebih baik. Aku, aku sangat buruk. Bagaimana ini semua bisa terjadi padaku? Aku kira aku tak baik-baik saja.

Aku harus merubahnya. Aku harus berubah. Aku harus jujur pada diriku sendiri. Banyak berbincang dengan orang lain. Keluar untuk sekedar melihat langit. Menghirup udara pagi. Berjalan-jalan. Aku harus mencoba untuk tidak kaku, aku harus mulai dengan menyapa orang lain atau mengobrol. Yang harus ku lakukan adalah rileks bahkan sejak dalam pikiran. Tatap lawan bicara dan berfikir baik-baik saja "kamu tak aneh, ayo sapa mereka. Ajak mereka bicara! Jawab pertanyaan mereka dengan ramah. Jangan gugup" aku tahu semua caranya. Tapi aku tak bisa melakukannya.

Aku tak mau lagi menjadi diriku yang dulu. Aku yang lemah, aku yang penakut, aku yang terlalu pemikir, aku yang amatir, aku yang selalu bergantung pada orang lain. Aku akan mengubur sosok itu. Hidup dengan diriku yang baru.

Aku tak mau bergantung pada orang lain lagi. Aku tidak akan takut lagi naik bus, aku bisa mandiri. Aku tak mau selalu ikut kesana kesini dengan orang lain, aku bisa dengan diriku sendiri.

Aku akan pergi kemana pun aku suka. Aku bisa pergi sendiri. Menjelajahi dunia. Melihat dunia secara nyata bukan lagi sekedar dunia maya. Aku tak akan lagi terkurung dalam sebuah rumah. Aku akan mencari teman sebanyak-banyaknya. Menjadi Dewi yang lebih hidup.

Mulai besok aku akan menjalani hidup yang berbeda. Ugh, aku sangat gugup. Esok adalah hari baik. Membuka lembaran baru yang dengan warna yang berbeda. Usia bukan penghalang.

Aku. Benar. Benar. Sangat. Gugup. Dari. Kemarin.

Bismillah.
Mari menjalani hidup baru.

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love