Monoton

Aku tumbuh dalam kesendirian yang aku buat sendiri. Dalam dunia yang penuh dengan khayal kebahagiaan yang tak ku dapatkan dikenyataan. Entah sudah ribuan cerita yang ku cipta dalam diam.

Aku tidak mengerti apakah diluar sana ada yang sepertiku, hidup dalam bayang-bayang masa lalu yang selalu ingin terulang. Selalu merindukan masa kecil penuh kesenangan tanpa beranjak dewasa.

Aku terlihat baik-baik saja bahkan jika aku bercermin dikaca. Tapi aku selalu merasa aku berbeda. Hidup dalam kurungan yang disebut sebagai hidup impian.

Selalu menjadi bebanku kala aku melihat orang lain tertawa bahagia tapi aku tak bisa, aku ada disana tapi tak merasakan apa yang mereka rasa. Merasa gila karena mempunyai pemikiran yang berbeda.

Keraguan yang selalu mengetuk setiap tindakan yang menjadikan diri begitu ceroboh dalam kehidupan sehari-hari. Marah-marah tiada henti, padahal aku melakukannya sendiri. Rasa tak terima saat orang lain menyangkalnya tapi merasa sedih saat orang lain mengabaikannya.

Aku selalu bertanya-tanya, kapan aku akan berhenti hidup seperti ini? Tanpa ada kemajuan berarti. Menjalani kehidupan yang monoton setiap hari. Aku iri melihat mereka yang sibuk mengais rejeki untuk keluarganya, sedang aku hanya menatap penuh rasa iri tanpa melakukan apapun. Begitu setiap hari sampai hati merasa terbebani, merasa hidup tiada arti.

Rasanya aku ingin pergi jauh dari semuanya. Memulai hidupku sendiri sampai saatnya aku bisa membahagiakan orang tuaku nanti aku akan kembali. Namun kenyataannya melangkah satu kaki saja aku mana berani.

Ketakutan pada masa depan dan tak menikmati hari ini.

Kapan Tuhan akan memberiku kunci supaya aku terbebas dari duniaku ini? Aku ingin hidup normal seperti yang lainnya.

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love