Chat: Revan

Aku ingin kau kembali, Ra.

Apa maksud mu Van? Maaf, aku tak mengerti.

Kemana Deira yang ku kenal dulu?

Deira yang mana maksud mu? Yang selalu kau abaikan? Begitu?

Tidak, bukan itu maksud ku. Maaf.

Kita memang beda. Jangan memaksa. Hanya membuang-buang waktu.

Tapi aku mencintaimu.

Itu bukan cinta. Kau hanya aneh karena biasanya aku mengejarmu dan sekarang aku memilih berhenti.

Bukan, aku mencintaimu.

Sudahlah, aku harus pergi. Kereta ku berangkat 15 menit lagi.

Maaf.

Van..

Bisa kah kau tinggal demi aku?

Aku tak bisa. Aku harus melanjutkan hidupku.

Tapi..

Hiduplah seperti biasanya. Kau bisa melanjutkan hidupmu tanpa ku.

Aku tak bisa.

Aku pun tak bisa, Van.

Kenapa?

Berharap pada seseorang yang tak menganggapmu itu melelahkan Van. Seperti berlari di sebuah roda, sekencang apapun tetap akan di tempat yang sama. Kelelahan tanpa hasil.

Tapi sekarang aku ada di sini?

Ya, kau sudah di sini. Terimakasih sudah mengantarku.

Ra..

Selamat tinggal Revan, kau yang namanya selalu ku ucap dalam doaku semoga mendapatkan yang lebih baik.

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love