Selamat Hari Ibu, Mamah.
Apa yang akan kamu lakukan jika selalu dikecewakan? Yang pasti marah, jawabanku. Mungkin aku tidak akan bicara berhari-hari atau bahkan aku tidak akan memaafkan. Itu lah aku. Aku bisa jadi pendendam jika benar-benar tersakiti.
Tapi beda dengan ibu ku.
Mamah satu-satunya orang yang aku kenal di dunia ini yang stok sabarnya gak abis-abis. Aku sering kali mengecewakannya hingga membuatnya menangis tapi beliau selalu mau memaafkan dan tak pernah membicarakannya lagi. Sosok yang kuat, penyayang, sangat baik. Mamah tidak seperti ibu lainnya yang ketika marah akan berbicara kasar atau main tangan. Ia hanya akan menangis. Aku masih ingat ketika ia kesal bukan anak-anaknya yang akan ia pukul tapi bantal. Semarah-marahnya beliau pasti mengunci diri di dalam kamar, bukan memarahi kami. Padahal itu yang paling menakutkan bagiku. Mengetahui beliau di dalam menangis sendirian.
Sering aku melihatnya menangis ketika shalat. Ia tak pernah bercerita masalah yang sedang dihadapinya di depan anak-anaknya, bahkan bapak saja kadang tidak tahu. Ia menyimpannya rapat-rapat tapi aku tahu beban yang beliau tanggung sangat berat. Ia hanya mau bercerita pada Tuhan yang menciptakannya. Curhat di sepertiga malam dengan air mata yang mengucur di matanya. Beliau bilang tak ada satupun orang di dunia ini yang beliau percaya selain Allah. Tapi ia selalu baik kepada siapapun, selalu berfikiran baik terhadap orang lain walaupun sudah sangat jelas bahwa ia tahu orang itu selalu jahat padanya.
Mamah orang sangat taat beribadah. Orang yang yakin dengan Tuhan 100%. Saat kami hidup bahagia mamah tidak pernah lupa pada Tuhannya, mengucap syukur ribuan kali atas nikmat yang diberiNya. Dan saat kami terjatuh pun mamah tidak pernah lupa pada Tuhannya, memohon ampun atas segala dosanya dan meminta jalan keluar dari segala permasalahannya. Bukan satu dua kali beliau di tawari untuk menjadi kaya. Tapi beliau selalu menolak jika itu keluar dari jalur agama. Beliau memilih miskin di jalan Allah. Mamah pasti bilang "Di dunia udah susah, masa di akherat mau susah juga?".
Mamah yang selalu menguatkan di kala aku sedih dan menangis karena tak kuat hidup menderita seperti ini. "Sabar.. Allah gak akan tinggal diam melihat kita seperti ini. Asal kita yakin sepenuh hati, serahin masalah kita kepada Allah pasti ada jalannya".
Di antara kami sekeluarga beliau memang yang paling taat beribadah. Tak pernah bosan beliau saat mengingatkan anak-anaknya untuk shalat dan membaca Al-Quran. Tak pernah lelah membangunkan kami setiap pagi untuk shalat shubuh. Suaranya begitu merdu saat membaca ayat suci. Sungguh sosok panutan.
Masakan mamah enak, walau terkadang enak masakan bapak. Tapi yang pasti kalau makan masakan orang lain rasanya pasti beda. Nggak enak. Pernah, ada orang yang bantu-bantu di rumah dan kalau bukan mamah yang masak aku dan teteh pasti kompakan gak bakal makan. Rasanya sungguh aneh. Dari kecil makan masakan mamah dan makan masakan orang lain itu nggak enak. Aku suka saat mamah bikin sambal goreng. Fav❤ Atau lodeh terong dan tempe goreng kesukaanku. Ya, makanan favorit ku bukan daging ayam atau ikan. Sungguh mempunyai anak sepertiku itu murah meriah haha. Sehari cuma makan sambel aja gak bakal protes.
Mamah itu gaptek. Yap, kadang balas sms pun nggak bisa wkwk. Hp nya mentok hanya nokia. Percuma di isiin banyak lagu tapi nggak pernah di dengerin, eh malah belum pernah liat mamah dengerin lagu. Percuma ada fitur kamera, nggak pernah sekalipun foto-foto. Masukin nomer? Nggak bisa. Mau nelpon? Suka bingung. Bales sms? Sesms bisa 5 menit ngetiknya. Hp gak bakal di cas kalo anak-anaknya gak ingetin. Hp lupa nyimpen seminggu lebih juga gak nyariin, beda sama anaknya lupa nyimpen hape yang tinggal ke kamar mandi juga bikin heboh. Tidak tau apa itu bbm, twitter, line, ask.fm, atau instagram. Yang beliau tahu cuma facebook, itu juga karena suka nonton acara berita "Anak di culik oleh kenalannya di Facebook" yang selalu beliau bawelkan ketika kita berdua main facebook. "Buat apa main facebook, di foto ganteng siapa tau aslinya kakek-kakek" ucapnya sambil tertawa. Beliau bukan ibu gaul. Sering aku tawarkan untuk membuat akun facebook yang ia tanggapi ogah-ogahan, "buat apa? Nggak ada manfaatnya". Beda seperti ibu-ibu lain yang kelewat gaul tiap hari main facebook dan bbm. Padahal anak dan suaminya nggak ke urus. Tapi beliau pernah loh pengen beli tab, apa alasannya? Ya, nonton Upin Ipin wkwkwk. Kartun kesukaanku. Kan ada tuh, yang ceritanya Upin Ipin di pinjemin tab di sekolahnya. "Beli aja de tab, biar sama kaya Upin Ipin" katanya. Tapi nggak kesampaian karena nokia aja nggak bisa hahaha.
Aku suka nonton kartun. Kalau aku lagi marah pasti mamah nyari chanel yang ada kartunnya. "De sini jangan di kamar terus, ada kartun loh" haha. Sungguh manis. Ia juga selalu menemaniku nonton kartun, tapi sayang beliau tak suka Naruto sepertiku. Mamah bilang kartun yang paling bagus itu Upin Ipin karena rajin bersih-bersih, menceritakan kehidupan sehari-hari, dan banyak hikmah yang bisa di ambil. Beda kalau Marsha and The Bear, menurut mamah Marsha itu anak nakal sama seperti teteh haha makanya mamah selalu bilang supaya gambar Marsha yang ada di motor teteh di ganti jadi Upin Ipin supaya teteh jadi anak yang baik hahaha padahal ndak ada sambungannya. Ah ya, lucu sekali saat beliau mengatakan kartun barbie porno karena memakai bikini padahal jelas-jelas barbienya putri duyung, membuatku terbahak-bahak. Atau kartun Sopo Jarwo yang ia inspirasikan untuk mengubah nama bayi anak tetangga menjadi nama Adel karena suaranya sangat mirip dengan Adel adiknya Adit di Sopo Jarwo.
"Makan mie sarimi jangan pake telor enak nih" atau
"Kayaknya mie goreng enak deh" kode beliau saat ingin di masakin mie oleh ku. Atau memuji masakan ku enak supaya tiap hari aku yang memasak padahal masakanku hari itu keasinan. Tapi selalu di bilang enak dan di habiskan. Kalau beliau pegal-pegal minta di pijitin pasti nggak bakal lama-lama, takut aku pegal katanya. Walaupun aku tahu beliau lebih pegal dari ku.
Mamah selalu membelaku. Saat aku marahan sama teteh pasti aku yang di bela. Atau saat aku di katai gendut dan jelek, mamah jadi orang pertama yang selalu mengatakan bahwa aku cantik. Mamah bahkan marah-marah bila aku tidak makan karena aku ingin kurus. Mamah selalu membangga-banggakan aku di depan teman-temannya secara berlebihan yang membuatku kesal karena malu. Tapi aku tahu, beliau begitu karena menyayangiku.
Mamah yang akan meledek ku ketika melihat anak kecil sudah bisa naik motor dan aku nggak bisa-bisa. Mungkin mamah lupa bahwa dirinya sendiri tidak bisa naik motor. Dan sifat amatir ku juga di turunkan olehnya. Meledek ku ketika melihat anak tetangga punya pacar dan bilang "masa kamu kalah sih? Jomblo terus" ejek nya yang tak mengerti perasaan anaknya yang jomblo bertahun-tahun wkwk.
Mamah adalah sosok istri yang baik. Ia menemani bapak mulai dari nol. Ia percaya sepenuhnya kepada suaminya. Selalu menghargai perasaan bapak. Mamah tidak akan marah kalau bapak pulang tidak bawa uang, ia bilang "bapak sudah kerja keras masa dimarahin." Mamah istri yang pintar mengatur keuangan. Saling melengkapi satu sama lainnya.
Mamah adalah ibu terbaik. Menyayangi anak-anaknya, pemaaf tanpa batasan, chef, guru, teman, sahabat, panutan. Mamah adalah malaikat yang aku tak harus mati terlebih dahulu untuk melihatnya. Malaikat tanpa sayap. Model yang tak harus pakai make up untuk terlihat cantik. Cahaya di tengah kegelapan. Udara yang ku hirup. Seperti air yang selalu aku butuhkan. Matahari yang selalu menghangatkan. Lagu terindah yang pernah aku dengar. Seperti baju yang menutupi kekuranganku. Mecin yang selalu melezatkan masakanku. Bunga yang selalu mekar tak perlu menunggu musim. Dekapan paling nyaman. Tangisan paling menyakitkan. Sebenar-benarnya kebahagiaanku.
Terimakasih Mamah, untuk waktu yang mamah habiskan tiap detiknya untuk selalu membimbingku ke arah yang lebih baik, menyayangiku, menjadi penyemangatku. Walau tahun ini kita tak bisa merayakannya dengan kue dan canda tawa karena keadaan kita yang sekarang, aku selalu mendoakan agar mamah selalu bahagia, selalu sehat, dan bisa merasakan kesuksesan ku kelak. Aku akan bahagiakan mamah. Aku akan membantu mamah melewati masa-masa sulit seperti sekarang. Walau aku tak bisa membantu banyak, aku janji akan membuat nama mamah dan bapak kembali harum. Aku akan membuktikan kepada dunia bahwa kami tak bersalah. Aku akan kerja keras untuk membantu membayar semuanya. Akan aku pastikan mamah bahagia.
Selamat Hari Ibu, surga ku.
Love,
Dewi.
Comments
Post a Comment