See you when i see you

Terimakasih untuk orang-orang yang telah menemani ku 3 tahun belakang ini, yang dengan suka rela mau di repot kan oleh ku, dengan tulus menjadi teman ku. Kau benar, mulut ku ini sungguh berbahaya apa yang aku pikirkan atau tak sengaja aku ucap terkadang menjadi kenyataan. Ingat saat di parkiran sekolah aku bicara bahwa aku sudah tak kuat? rasanya aku ingin pergi jauh entah kemana dan sekarang ini terjadi padaku. Tak pernah aku bayangkan jika ini menjadi kenyataan dan sungguh rasanya menyakitkan. Hampir 3 tahun bukan waktu yang sebentar untuk ku melukis gambar kalian, ah bahkan aku tahu kebiasaan kalian satu per satu, tingkah kalian, suara kalian.

Aku pasti sekarang sedang menjadi selebritis ya di sana. Walau aku tak bisa mendengar secara langsung tapi aku sudah bisa membayangkan keadaannya. Aku mengerti dan aku tak akan menyalahkan kalian. Dengarlah apa yang ingin kalian dengar, percayalah jika memang ingin kalian percayai karena itu hak kalian, bahkan bicarakan saja. Dan aku juga tak akan menyalahkan siapa saja yang menyebarkan itu karena mereka berhak menjadi pengarang. Karena tanganku hanya dua, aku tak bisa menyobek mulut mereka satu persatu jadi aku lebih memilih menutup telinga ku. Karena di hadapan orang yang membenci ku kesalahan tetap berada padaku.

Setiap malam aku selalu bermimpi tentang sekolah dan teman-temanku. Aku benci hal itu. Karena saat aku terbangun aku hanya sendirian.

Maaf telah membuat absen berkurang satu. Maaf untuk membuat teman sebangku ku duduk sendian. Maaf saat aku pergi aku belum lancar naik motor padahal kau sudah susah payah mengajari ku dan maaf aku tidak menepati janji ku untuk bisa main ke rumah mu. Maaf jika aku membuat kelas malu karena aku. Maaf aku tak bisa berjuang bersama kalian melewati ujian nasional nanti. Maaf karena aku merepotkan karena selalu ikut kesana kemari. Maaf karena saat terakhir kita bertemu aku menampakan wajah kesakitan ku, jika aku tahu itu yang terakhir aku akan tersenyum untuk temanku.

Aku tak akan meminta kalian percaya padaku. Sekali lagi percayai apa yang ingin kalian percaya. Terlepas dari seluruh dunia menghujatku aku tak akan pernah takut. Karena jika aku mati nanti bukan kalian Tuhannya. Dan aku percaya Allah melihat setiap kejadian. Meski jutaan mulut membicarakan ini itu aku punya Allah yang akan bisa membungkam kalian.

Dan, caraku memeluk kalian adalah dengan doa. Jika tiba-tiba kalian ingat padaku mungkin pada saat itu aku sedang memeluk. Seberapa jauh pun jarak diantara kita, kita masih memandang langit yang sama. Dan kau harus ingat itu.

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love