Jumat Kliwon: Barisan Pocong
Sedari sore aku sudah merasakan firasat yang tak enak.
"Malam ini Jumat Kliwon" ucap bapak ku.
"Aku takut. Akan ada kejadian apa lagi malam ini."
"Sudahlah tak akan ada apa-apa. Nanti malam kita mengaji bersama"
Adzan magrib berkumandang. Mama dan bapakku shalat terlebih dahulu, sedangkan aku masih menonton tv.
Saat aku sedang asyik entah perasaan apa aku ingin sekali menoleh ke arah kamar depan tempat bapak mama shalat dan aku melihat mama pingsan saat sujud. Astagfirullah. Aku segera membalikan badannya. Ah kejadian yang sama.
Setelah aku shalat mama belum juga sadar. Aku benci jika seperti ini tega sekali orang-orang itu melakukan ini padahal mama sedang shalat. Aku dan teteh segera membaca yassin tak lama mamah kerasukan. Ia meracau tak jelas dan memarahi kami.
"Hahaha teu sieun. Aing moal ereun saacan ieu keluarga hancur beak harta banda na. Saacan paraeh. Aing keheul ka keluarga ieu"
"Saha maneh?" Tanya teteh.
"Aing setan di titah ku majikan aing citah ngahancurkeun ieu keluarga."
"Naon salah keluarga urang hah?"
"Teu boga salah nanaon. Aing sirik ka keluarga ieu."
Begitulah ucapnya. Kadang mamah sadar dan mengatakan ia melihat puluhan pocong masuk ke rumah berbondong-bondong, kuntilanak, genderowo. Aku bergidik mendengarnya.
Saat aku dan teteh membaca Ayat Kursi mamah kerusakan kuntilanak suaranya membuatku merinding. Ia meminta ampun dan kepanasan saat di bacakan ayat kursi. Aku meninggikan suara ku sehingga ia menangis histeris kepanasan.
"Ampun hihihihi ampun panas hihihi ngges ulah maca hihi maca naon ieu ampun panas hihihi"
Semakin malam semakin mencekam. Silih berganti setan-setan sialan itu memasuki raga mama. Setelah di balur air yassin mama berangsur-angsur sadar.
Tadi suasana malam itu masih begitu menakutkan. Mama dengan takut-takut mengusir dan melawan hantu-hantu kiriman tersebut. Seluruh bagian rumah di tabur air yassin dan garam yang sudah di doakan oleh saudara mama.
Tak lama mama kembali kerasukan. Tapi yang masuk adalah karuhun.
"Sekarang sudah aman. Orang yang melakukannya jaraknya sangat dekat dengan rumahmu. Dia kaya. Mengerti akan agama. Agamanya sangat kuat. Tapi dia bersekutu dengan setan. Sabarlah. Karma pasti ada. Dia akan merasakan perbuatannya. Sekaya apapun dia jika karma sudah bertindak kekayaannya tidak bisa tertolong".
Ah, dia lagi pikirku. Dasar manusia setan.
Comments
Post a Comment