Hallo!

Semua menyalahkan kami diatas pembenaran yang tak bisa mereka lihat, karena hati mereka bahagia melihat kami hancur.

Lihat lah aku, apa aku suka menghambur-hamburkan uang? Apa keluarga ku glamour? Aku sederhana. Jika kalian tanya tiap hari kami makan seadanya. Tapi yang mereka lihat kami bahagia. Semua orang menilai hanya dari luar.

Kenapa aku bisa begini? Coba kau bayangkan bukan satu atau dua orang yang meneluh keluarga ku, menutup rezeki atau usaha keluarga ku. Tapi 21 orang yang ku tahu atau mungkin lebih. Kami bisa hidup sampai detik ini pun kami bersyukur.

Semua nya sangat baik di depan kami. Tapi aku tahu mereka yang selama ini iri pada kami.

Tetangga ku sungguh munafik. Kau tahu, tetangga ku banyak yang punya pesugihan. Aku tahu sejak dulu. Mereka sangat baik di depan ku, rajin sekali ke mesjid untuk berjamaah, bahkan ada yang haji, calon haji, dan seorang guru agama kalau yang lainnya biasa-biasa saja tapi sama-sama mematikan.

Lihatlah dunia dengan terbuka. Hidup tidak selalu manis. Mereka pembunuh berdarah dingin. Bahkan bila kau punya kemampuan lebih mungkin yang kau lihat bukan wajah cantik dan rupawan, tapi wajah iblis yang ia puja.

Setiap hari orang tua ku banting tulang bekerja keras berjualan tapi uang kami selalu mereka curi. Tidak sedikit ratusan juta. Dan kalian masih bertanya-tanya kemana uang kami? Ya, tentu saja, di curi iblis itu.

Hati-hati kalian. Aku takut kalian akan jadi tumbal setelahnya. Semua orang tak seperti yang kau lihat.

Mungkin tetangga yang kau bangga-bangga kan atau orang yang kalian hormati akan merenggut nyawa kalian untuk santapan majikannya.

Berbahagialah di dunia. Tapi ingat, di akhirat nanti kalian dapat balasannya. Aku akan merebut hak ku. Dan saat itu terjadi akan aku sumpal mulut busuk kalian supaya tidak mengeluarkan bau anyir lagi.

Aku menyebut kalian semua dengan sebutan setan. Karena tak ada satu pun tetangga ku yang memiliki hati bersih. Aku sudah tahu sejak dulu bagaimana aslinya kalian tapi dulu aku memilih diam. Ku harap kalian akan bertobat nyatanya kalian semakin membabi buta dan memperlihatkan sifat hewan kalian.

Oh tetangga ku. Tak usah kau keluarkan lagi uang untuk mendatangi dukun untuk menyakiti kami lagi, Allah tak akan bisa kalian lawan.

Oh bapak dan ibu yang sudah melihat Ka"bah mengapa kalian menghinakan diri kalian dengan memuja setan? Tuhan mu yang mana sebenarnya?

Kalian tahu, tak ada yang benar-benar saudara. Ku beri tahu bahkan saudara kami saja meneluh kami. Hahaha ternyata hubungan darah tak berarti walaupun saudara kandung.

Mereka di depan sangat manis dan perhatian. Sering berkunjung ke rumah kami dan memberikan bingkisan siluman dan setan-setan. Lucu sekali ya mereka? Haha

Katanya mereka ingin menguasai harta kami dan membuat kami mati. Dan sekarang mereka telah merebut harta kami. Selamat ya saudara ku. Kau sekarang kaya ya hehe bahkan aku dengar baju-baju dan barang-barang ku juga kalian ambil. Aku beritahu baju ku jelek-jelek mending beli saja yang baru.

Oh paman dan bibi ku. Kalian seperti pemulung di mata ku. Mengemis barang-barang sisa kami. Penjilat. Ular berbisa.

Apa saat kalian ulang tahun aku harus memberi dua kue? Aku takut muka kalian yang satunya lagi iri ingin meniup lilin. Sungguh merepotkan di kelilingi orang munafik bikin susah.

Oh ya, setiap malam aku memimpikan orang-orang yang menjaili kami. Sungguh terlihat jelas. Haha andai dunia tahu kebenarannya aku ingin melihat ekspresi kalian? Pasti kalian sibuk menyantet mereka supaya diam wkwk..

Aku pribadi sih berharap melihat kalian menderita lalu mati mengenaskan. Kalian terlalu banyak menyakiti orang lain, aku tahu loh bukan hanya keluarga ku saja target kalian hehe..

Kembali lagi pada tetanggaku eh mantan tetanggaku yang punya pesugihan hehe aku ingin mendengar kalian sendiri lah yang menanggung akibatnya. Jangan jadikan orang lain sebagai tumbal. Mengapa orang lain? Kenapa tidak anak mu saja? Hehe.. ku dengar juga keluarga mu ada yang mati mengenaskan ya jadi tumbal mu? Kasian sekali ckck..

Kalian yang menyakiti kami, kalian punya keluarga, punya anak, dan hal itu menimpa keluarga kalian bagaimana rasanya?

Jangan melihat orang lain dari luarnya. Wong yang tiap hari baca Al Quran juga tukang teluh, suka menghancurkan usaha orang lain hehe..

Kalian masih menyalahkan kami? Yo rapopo, emang kami selalu salah kan? Hehe..

Kami akan bayar semuanya. Tenang saja. Tapi tunggu kami mengumpulkan uangnya dulu ya? Sabar. Kan duit kami di umpetin dan di ambil sama setan semuanya jadi kami sekarang tak punya apa-apa. Aku janji. Aku anaknya. Aku akan bayar tapi tidak sekarang aku tak punya uang.

Dan, hallo my haters...
Stop main dukun-dukunan, main setan-setanan, aku bosan. Sedari kecil aku sudah merasakannya.

ps: siapapun yang mengambil barang-barang yang ada di rumah ku kalian akan merasakan apa yang selama ini kami rasakan dan menghantui kalian sampai gila.

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love