Chat: Bayangan

Kau sekarang berubah.

Itu hanya perasaanmu saja.

Aku sangat kenal dirimu.

Omong kosong.

Aku juga hidup dalam dirimu, bagaimana aku tidak tahu.

Tapi kau hanya bayanganku.

Kau berubah.

...

Kau menjadi sangat pemarah akhir-akhir ini.

Aku tak tahu.

Kendalikan dirimu. Jangan sampai kau menyesal.

Aku tak tahu.

Ada apa sebenarnya?

Sudah ku bilang aku tak tahu!

Ah, lihat itu. Kau menjadi sangat pemarah.

Diam.

Cih.

...

Kalau kau terus seperti ini kau akan kehilangan segalanya.

Aku memang sudah kehilangan segalanya. Dan kau tahu itu.

Sudahlah. Ikhaskan saja. Kau masih punya yang lebih berharga.

Apa?

Keluarga mu.

...

Jangan suka marah-marah pada keluarga mu. Kau tau itu membuat mereka sedih.

Ya, aku tahu.

Berubahlah sebelum terlambat.

Aku tak tahu. Aku merasa bukan diriku sendiri.

Beranilah. Jangan selalu takut.

Aku tak bisa.

Kau bisa.

Kau tahu bagaimana aku.

Ya, aku tahu. Tapi yang ku tahu juga kau anak yang baik. Berhentilah menyakiti dirimu sendiri.

...

Jangan marah-marah lagi.

Ya.

Kau janji?

Akan aku usahakan.

Yasudah aku pergi dulu.

Kau sama saja.

Apa maksud mu?

Kau sama saja seperti yang lainnya.

Aku tak mengerti.

Kau hanya menemani ku saat aku bahagia. Dan saat aku berduka kau pergi.

Tidak seperti itu.

Ya. Kau seperti itu.

Pahamilah aku.

...

Aku hanya bayangan.

Ya, kau hanya bayangan. Hanya ada di saat ada cahaya. Mengikuti ku kemana pun aku pergi. Lalu menghilang saat aku dalam kegelapan. Sendirian. Kau sama saja seperti yang lainnya.

...

Mengapa kau diam?

Pahamilah aku.

Bagaimana lagi aku harus memahami mu?

Kau tak pernah sendirian. Tidak ada yang benar-benar gelap. Saat siang ada matahari dan saat malam ada bulan. Kau tak pernah sendirian.

Namun mengapa rasanya begitu sepi.

Karena yang kau masuki adalah pasar malam yang ada dalam kepalamu. Yang sangat ramai tanpa ada kebahagiaan. Dan kau tak melihat sekitarmu. Orang-orang yang kau sayangi.

...

Kau terlalu sibuk dengan isi yang ada di kepala mu. Lepaskan bebanmu. Berbahagialah.

Hmmm..

Keluarga mu selalu menyayangimu. Kau harus tahu itu.

Terimakasih.

Kau harus tahu kau tak selalu sendirian.

Ya.

Aku pergi dulu, Dewi.

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love