"Kalau apa-apa itu harus profesional, walaupun setrika juga harus profesional, waktu tidur harus tidur, waktu nonton tv juga jadilah penonton profesional"
Hahaha... yang kami tanggapi hanya dengan tertawa keras.
"Kata ema jangan dengerin omongan orang lain, kita mau apa aja juga asal nggak ngerugiin orang lain jangan tanggepin" katanya.
Ya. Harusnya aku begitu. Kenapa aku begitu memikirkan omongan orang lain. Jadi inget jawaban kak Elwa waktu nanya di ask.fm gimana cara bodoamat sama omongan orang, jawaban yang menurut ku biasa aja tapi susah di lakuin "jangan biarin omongan orang jadi majikan di pikiran lo".
Rupanya aku belum main terlalu jauh. Aku belum bertemu banyak orang. Keluar dari zona nyaman sungguh tak enak bahkan menyakitkan tapi banyak pengalaman yang bisa di ambil dari bertemu orang-orang baru. Zona nyamanku yang menyenangkan tapi membuatku perlahan mati tenggelam memang seharusnya di tinggalkan. Mungkin juga, ini cara Allah supaya aku bertemu orang-orang baru, meninggalkan orang-orang jahat nan munafik. Namun lagi-lagi sering aku berfikir sungguh aku tak kuat. Betapa berat ujian dari Allah.
"Manusia itu ujian bagi manusia lainnya"
"Kamu yang sabar aja"
"Pertolongan Allah pasti datang" Kata-kata yang aku dengar.
Hahahahaha aku sering menertawakan kehidupanku sungguh menyedihkan. Tapi kembali ke awal sejak aku bertemu orang baru, mereka sedikit demi sedikit merubah pikiranku aku harus bangkit.
Comments
Post a Comment