Dia, Tanpa Aku karya Esti Kinasih

 
Judul : Dia, Tanpa Aku
Penulis : Esti Kinasih
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Umum
Tahun Terbit : 2008
ISBN :

Ronald, Cowok kelas 2 SMA, sudah lama naksir Citra yang masih kelas 3 SMP. Tapi Ronald belum mau Pdkt. Ia menunggu sampai Citra masuk SMA, karena itu ia hanya bisa mengamati Citra dari Jauh.

Saat yang ditunggu Ronald selama berbulan bulan tiba. Citra masuk SMA! Namun Ronald kecewa karena ternyata Citra masuk SMA yang sama dengna adiknya, Reinald, dan satu kelas pula. Namun, keinginan dan harapan terbesar Ronald untuk mendekati Citra tak pernah terwujud. Cowok itu kecelakaan da tewas itempat, tidak jauh dari rumah Citra.

Reinald menganggap Citra-lah penyebab kematian kakaknya. Rasa marah dan keinginannya untuk menyalahkan Citra membuat sikapnya terhadap cewek itu menjadi penuh permusuhan. Keduanya kemudian kerap bertengkar tanpa Citra tahu pasti alasan sebenarnya.

Sikap Reinald berubah drastis ketika Citra memutuskan tidak lagi mengacuhkannya. Kini Reinald berada di posisi yang sama dengan Ronald dulu. Perubahaan sikap Reinald itu tanpa sadar mendekatkan keduanya. Dan akirnya Reinald tak iongin lagi menjaga Citra demi almarhum kakaknya.

"Gue suka cewek lo," ucap Reinald suatu hari di depan Foto Ronald. Dan itu membuat sang kakak kemudian "kembali"!

Review~
Novel karya Esti Kinasih ini udah sukses buat saya galau berhari-hari karna ending cerita dan meninggalnya Ronald :( Ceritanya Ronald yang saat itu kelas 2 SMA jatuh cinta sama Citra yang masih kelas 3 SMP, jadi ia gak bisa PDKT dengan alasan kasian Citra bentar lagi mau UN dan malu karna ngecengin anak SMP -_- Tiap hari sepulang sekolah Ronald selalu ke SMP Citra untuk melihatnya dan mengabadikan kecantikan citra dengan camera. Setiap hari Ronald selalu dibuat jatuh cinta sama Citra dengan keluguan dan keisengenya. Ronald selalu mencatat apapun yang berhubungan dengan Citra seperti 'Citra menyukai warna biru' , 'Citra tuh bego banget kalo olahraga apalagi volly nya payah banget cuma larinya aja yang kencang mungkin karna dia usil jadi harus pinter lari kalo ada yang mau bales dendam' 'Citra tuh kalo ngiket rambut gak pernah rapi selalu acak-acakan tapi itu yang buat dia tambah manis, cakep!' dan masih banyak lagi catatan-catatan yang dibuat Ronald buat Citra dan ia tempel didinding kamarnya. Ronald juga selalu memfoto Citra diam-diam. Ronald sangat berharap Citra akan masuk ke SMA nya tapi ternyata Citra masuk ke SMA yang sama dengan adiknya Reinald. Setelah tau Citra sudah memakai putih abu-abu Ronald berniat mengajak kenalan dengan Citra dengan pergi kerumahnya diantar oleh Andhika sahabatnya tapi kejadian naas terjadi, Ronald tertabrak mobil dekat rumah Citra. Renaild sangat shock dan menyalahkan Citra karna menganggap ia lah yang mengakibatkan Ronald meninggal. Kebetulan Reinald sekelas dengan Citra, di sekolah Reinald selalu menyalahkan dan memarahi Citra tanpa Citra tau apa salahnya, itu dilakukan Reinald karna keputusasaanya ditingalkan Ronald.
Lama kelamaan hubungan Reinald dan Citra menjadi dekat garagara Reinald meminjamkan buku cetak PKN nya kepada Citra, saat itulah keduanya mulai dekat. Reinald selalu ada dimanapun Citra berada dan itu menimbulkan benih-benih cinta dihati Reinal, niat awal yang hanya akan menjaga Citra untuk abangnya pun berganti menjadi menjaga Citra untuk dirinya sendiri dan itulah yang membangkitkan kembali Ronald. Ending nya sedih banget :( di salah satu radio misterius Ronald mengungkapkan semuanya dengan di iringi lagu kesukaannya When I Fallin Love nya Glen Fredly dan Sandra Dewi, Ronald pun mengijinkan Reinald untuk menjaga Citra karna dia sudah tidak bisa menjaganya lagi. Sedih banget :( Walaupun akhirnya ada yang bahagia Citra-Reinald. Namun saya tetap sedih dengan kata-kata Ronald dan perjuangan yang dia lakukan untuk Citra. Novel ini saya sarankan untuk dibaca karna akan mengajarkan ketulusan saat kita mencintai seseorang :)

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love