Membenci Kenangan

Seorang gadis melamun, berpikir dan terus mengingat hal yang membuatnya gundah. Seorang anak lelaki membuatnya seperti itu. Gadis itu telah lelah dan mencoba menyerah. Gadis itu terlalu malu dan terlalu lelah mengartikan perasaannya sendiri. Dia mulai terbiasa melupakan anak lelaki yang banyak menyita waktunya tetapi satu ejekan bisa mengulang memori, mengulang cerita indah dan mengungkit luka lama. Ia malu akan kelakuannya, malu akan rasa yang haram baginya. Dan gadis itu tersadar seberapapun ia mencoba berlari, mencoba mengejar ia hanya akan tetap diam ditempat. Ia tetap diam dan menghasilkan ejekan. Karna ia tidak mampu mengatakannya langsung tolonglah lupakan semua, tutup mulutmu rapat-rapat. Jangan ceritakan keberadaan gadis itu kepada siapapun. Itu cerita lama, bertahun-tahun lalu tolong lupakan dia. Sekali lagi tolong lupakan tindakan gilanya. Sekarang ia tidak menyukai lelaki itu lagi, ia muak dengan tingkahnya yang dingin, ia sangat muak dengan teman-temannya yang selalu mengejeknya. Ia muak. Ia berhenti. Apa yang lebih menakutkan dari marahnya orang sabar? Gadis itu berharap lelaki itu mengerti walaupun ia tahu itu hal mustahil.

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love