TERASINGKAN

Siapa yang ingin menangis untuk hal-hal bodoh? Menangis sendirian sampai tertidur. Siapa yang ingin terus merasa sesak dihatinya? Memendam segalanya sendiri.
Siapa yang ingin merasa terasing? Ditengah keluarga yang ramai. Kekanak-kanakkan? Ya, kau boleh menyebutnya begitu.
Maki aku sesuka hatimu, marahlah padaku yang hanya diam dan menangis tak bersuara. Tak mengertikah ada marah dan sepi yang mendalam dalam setiap diamku? Keheningan dalam hidupku tak seperti yang kau pikir, banyak sekali pikiran di otakku yang sempit ini. Sangat ramai.
Mengapa aku tidak bisa dewasa Tuhan? Mengapa aku begitu kekanak-kanakkan untuk masalah sekecil ini, untuk kecemburuanku. Untuk setiap pikiranku bahwa aku selalu dibedakan.
Sungguh konyol. Membelaku dengan kebohongan, selalu, seakan-akan mencintaiku tapi itu membuatku merasa sangat tidak berguna. Merasa terabaikan, terasingkan, hanya dengan mendengar suaranya pun membuatku menangis, serapuh inikah hatiku?
Mengapa aku selalu diam? Karena untuk bicarapun aku tak sanggup aku takut menangis di depan mu, aku takut untuk membuatmu bersedih, membuatmu merasa bersalah atau membuatmu marah.
Bodoh. Memang bodoh. Tak berguna. Malas. Tak bisa dibanggakan. Pembuat masalah. Tak berharga. Membuat malu.
Jangan lagi, jangan menetes lagi, mengapa begitu rapuh hanya menulis ini saja menangis padahal jelas-jelas kau mendengar mereka tertawa.
Bahagia.
Dan kau menangis dalam diam.

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love