Hasbunallah wani ' mal wakil
Mengontrol perasaan.
Terlalu mengkhawatirkan masa depan lalu lupa menikmati masa sekarang. Sebagian orang pernah merasakannya dan menanggap itu hal biasa, namun mengapa begitu mempengaruhi ku?
Satu hal yang bisa ku ambil: hidup memang keras sampai merasa semua waktu takkan cukup untuk menyiapkannya. Mengambil pelajaran dari setiap masalah dan berfikir positif.
Untuk pertama kali menangis tersedu-sedu sampai menangis kencang yang tak bisa dihentikan. Berusaha menahan tapi semakin tak terkendali, bahkan keluarga sampai khawatir akan keadaanku.
Untuk pertama kali makan sambil menangis, tak menikmati rasa lapar pun hilang. Terlalu memikirkan masalah membuat hidupku berantakan. Seluruh mimpi ku serasa runtuh. Dan aku takut kejadian seperti itu kembali lagi.
Malam yang dingin, tak bisa terpejam, dan merasa berantakan. Merasa gagal dalam semuanya. Hanya kepada Allah ku ceritakan semua isi hatiku, kegetiranku, kegelisahanku, ketakutanku.
Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah sebaik-baik sandaran. Selalu. Doa yang selalu ku ucapkan dengan linangan air mata. Berpasrah dan berserah diri dihadapanmu ya rabb. Begitu banyak hal yang aku sia-siakan, tidak bersyukur akan segala rahmat dan rezeki yang telah engkau limpahkan. Merasa segalanya dan lupa akan kodratku.
Semoga belum terlambat untuk kembali padamu, memohon ampunan mu ya rabb, atas segala dosa dan kedzoliman yang ku perbuat. Di bulan yang suci ini segala masalah semua cobaan semoga menjadikanku lebih kuat menghadapi kehidupan, menjadikanku hamba yang pandai bersyukur dan selalu taat.
Badai pasti berlalu.
Kalimat yang selalu aku ucapkan sebelum tidur setelah membaca doa. Keyakinan bahwa semua akan baik-baik saja. Semua masalah akan terlewati. Dan akan kujemput bahagia untuk semua.
Comments
Post a Comment