Penggantiku Adalah Kebahagiaanmu

Saat bukan namaku lagi yang kau tulis.
Saat bukan namaku lagi yang kau sebut.

Ada wanita lain yang kau bahagiakan sekarang. :)) Yang mengganti semua posisi ku dulu, bukannya aku harus bahagia? Bahagia untuk kebahagiaanmu, sayang.

Saat aku bukan jadi alasan tawamu lagi.
Saat aku mungkin akan jadi alasanmu bersedih.

Mengapa tuhan menciptakan rasa jika akhirnya hilang tiada? Karna, ia ingin kita mengambil makna, namun apalah, kita telah menyerah di ujung jalan kelelahan karna alasan masing-masing.

Ada yang bilang "Cinta itu kadang terasa jika sudah pergi, jika sudah tiada lagi. Karna apa? Karna kau kehilangan.." Jadi percuma saja bukan? Jika rasa kembali datang jika kau sudah bahagia dengan yang lain. Karena aku sudah kehilanganmu :))

Temanku pernah menasehatiku "..pikirkan jika kamu punya pacar lalu pacarmu di dambakan oleh wanita lain, ia tetap mencintai pacarmu bahkan setelah tau ia milikmu bukankah itu bisa membuatmu marah? Bisa membuatmu tak terima." Aku mengerti bagaimana rasanya seperti itu. Tapi bagaimana jika aku yang di posisi "wanita lain" yang mendambakan kekasih orang lain? Menyedihkan? Haha. Awalnya memang, namun mencintai adalah hak setiap orang bukan? Bahkan untuk orang sepertiku.

Aku tau posisiku. Bahkan jika melihatmu saja dunia akan menyalahkanku. Namun, yang tak kalian tau aku tak sekalipun ingin merebutnya. Aku tak mau merebutnya yang bukan hakku, bahagia dengan merebut kebahagiaan orang lain bukan caranya untuk berbahagia.

Aku senang mendengar ceritamu bahwa ia wanita yang cerdas, baik, pandai bergaul, dan berbeda dariku. Aku senang melihat lengkung tawamu yang dulu sempat menghilang karena kepergianku. Aku senang melihatmu sekarang bisa melakukan hobbi yang kau suka saat dulu aku melarangmu. Aku senang melihatmu begitu memujanya sekarang. Aku tau ia bisa lebih baik dariku.

Aku sedih jika aku yang jadi alasanmu bertengkar dengan ia. Aku sedih jika aku penyebabnya.
Aku tau ia takut kehilanganmu, namun jangan bawa-bawa aku. Aku yang lebih dulu kehilanganmu. Seharusnya ia tau, meski kau masih sedikit menyayangiku tapi kau lebih menyayanginya sekarang. Aku hanya masa lalu yang hanya akan menjadi temanmu.

Dan kita yang sekarang saling menjauh karena menjaga hati masing-masing semoga selalu berbahagia.

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love