Engkau Tahu Tuhan

Aku tak pernah semarah ini. Marah pada apapun bahkan hal-hal kecil. Marah pada keadaan. Marah pada diri sendiri. Marah pada orang-orang di sekelilingku. Marah pada orang-orang yang aku sayangi bahkan terkadang aku marah pada Tuhan. Membuatku mudah menangis namun tak bisa apa-apa. Ingin aku maki satu persatu orang-orang yang membuatku kesal namun bukan makian yang ku keluarkan tapi air mata. Aku marah karena aku begitu lemah. Bahkan mengungkapkan kekesalan yang memuncak di hati saja aku tak mampu. Diamku diartikan tak berani padahal hatiku sudah memaki beribu kali, sangat ingin aku tampar berkali-kali mulut kotor mereka, tangan kotor mereka, wajah memuakan mereka hingga mereka diam. Ingin sekali aku sumpal mulut busuk mereka, aku sobek hingga tak bisa tertawa mengejek lagi. Ingin sekali. Andai aku setega mereka.

Aku tak pernah sebenci ini sebelumnya. Benci pada apapun dalam hidupku. Disakiti belasan tahun pun. Aku tak pernah sebenci ini. Entah sejak kapan sekarang aku selalu mengingat mereka yang menyakiti ku, menulisnya satu persatu di hati sambil berjanji akan ku buktikan bahwa hidup akan berbalik. Entah sejak kapan aku terobsesi untuk melihat kesakitan mereka hal yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya menjadi seorang pembenci.

Aku tahu aku salah. Aku tahu bahwa jika aku marah dan menjadi pembenci mereka telah menang. Tapi hatiku telah benar-benar sakit. Tak perduli semua orang di dunia ini menyalahkanku Tuhan pasti tahu hatiku. Betapa banyak lubung yang telah mereka buat, dan setiap aku menambalnya mereka membuat lubang baru yang lebih besar.

Aku marah dan aku benci.
Tapi aku tau, sebanyak apapun air mata yang telah aku keluarkan jika aku bahagia aku lupa akan marah dan benciku. Jadi Tuhan pasti engkau tau cara untuk menghapus sesuatu yang buruk di hatiku, aku sedang menunggunya sekarang.

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love