KARMA

Aku marah. Hidup seperti mempermainkanku, lucu sekali. Saking lucunya bukan tawaku yang terdengar namun tangisku.

Aku marah. Aku marah hanya pada diriku sendiri. Mengapa aku begitu lemah. Lemah sampai orang-orang menghinaku. Marah karena yang bisa aku lakukan hanya tersenyum dan diam-diam menangis sendirian.

Aku sungguh muak dengan diriku sendiri. Aku muak harus pura-pura tersenyum di saat aku ingin menangis, aku muak harus pura-pura kuat.

Ah aku sungguh marah. Untuk hari-hariku yang terbuang sia-sia dengan memikirkan hal-hal konyol. Apa lagi? Mau apa lagi? Tidakkah kau lihat betapa menderitanya aku hah? Haruskah aku teriak meneriakan semua kebusukan mu? Haruskah aku bongkar semua kebejatanmu? Haruskah aku bilang semua yang kau tutupi? Aku sungguh muak, kepada siapapun yang telah menyakitiku. Aku sungguh muak selalu kau sakiti. Aku sungguh muak akan akan kepura-puraanmu.

Perlukah aku bongkar dari mana uang yang kau hasilkan? Agar mulutmu tidak selalu menghina orang lain.
Perlukah aku bongkar semua kelakuan busukmu? Cara-cara kotormu? Cih!

Aku sungguh muak kali ini. Kau, kalian ah sungguh aku ingin menyebutkan nama kalian satu persatu. Agar topeng busukmu bisa terbuka.

Dan mereka, yang didekatku dengan pura-pura baik aku juga muak padamu. Tak usah so baik. Aku tau hatimu. Pura-pura baik padahal membicarakan dibelakang, bukan begitu? Sungguh, dasar ular berbisa.

Pernah dengar bahwa semut yang kecil pun akan menggigit bila terus terinjak? Aku akan seperti itu, sekarang aku tidak akan tinggal diam. Apa yang kau lakukan padaku itu juga yang akan aku lakukan padamu. Jika kau melakukan hal-hal kotormu lagi aku tidak akan tinggal diam dan memaafkanmu. Aku akan mengutukmu. Dan jika esok nanti kalian jatuh aku orang pertama yang akan tertawa terbahak seperti yang kalian lakukan sekarang dan aku tidak akan menolongmu.

Kalian yang dengan sombongnya suka menghina orang lain, merendahkan orang lain, berfikir punya segalanya dan berkuasa jika kalian meninggal suruh kesombonganmu agar mengurusi jenazahmu dan menguburkanmu. Tak usah minta tolong orang lain. Bukankah kau bisa sendiri dan tidak memerlukan orang lain makanya kau begitu merendahkan orang lain.

Apa yang kau tanam itu yang kau petik. Hati-hati. Jika esok engkau jatuh sejatuh-jatuhnya sampai tak ada pegangan ingat kelakuanmu yang sekarang. Mungkin itu karma atas kelakuanmu yang suka menyakiti orang lain. Ingat anak cucumu nanti. Dosa yang kau buat jangan sampai terbawa kepada mereka.

Sungguh muak, tetanggaku, saudaraku, bahkan teman-temanku.

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love