Sampai Kapan?
Sekali saja aku ingin libur dari pikiranku sendiri. Merasa tenang dan tanpa beban.
Sebut aku pengecut, tapi untuk saat ini andai aku bisa memilih untuk tidak mengetahui apa-apa. Merasa bahwa semua telah usai bahwa badai telah berlalu. Aku hanya butuh menyepikan pikiranku aku tak butuh pasar malam yang aku butuh hanya ketenangan. Yang aku butuh adalah kebahagiaan. Mengapa rasanya semakin sulit saja.
Aku rindu tertawa.
Aku rindu rasa bahagia.
Comments
Post a Comment