** Anta
Aku suka bola matanya
Hitam selegam malam
Teduh menenangkan
Aku suka senyumnya
Hanya garis tipis
Namun sangat manis
Aku suka caranya tertawa
Dengan mata menyipit
Terlihat tanpa beban
Genggaman tangannya biasa
Tak membunyikan degup dada
Hanya terasa begitu pas dan hangat
Ia sederhana
Dengan kepribadiannya
Tapi sangat kaya pikirannya
Ia tak bertanya saat aku menangis
Hanya sebuah tepukan pelan di punggungku
Aku tahu bahwa semua akan baik-baik saja
Ia tak pandai merayu
Atau berkata-kata yang membuatku tersipu
Tapi ia istimewa dengan apa adanya
Ia tak romantis seperti roman picisan yang ku baca
Ia tak banyak gaya
Tapi mengapa ia terlihat istimewa
Tak banyak kata terucap
Hanya melihat tatapannya
Beribu jawaban dari segala pertanyaan ada di dalam nya
Ia dewasa
Tapi kekanakan
Dan manja
Ia jarang mengatakan cinta
Namun dengan segala tindakannya
Bukankah itu adalah bukti nyata
Ia tak pernah memaksaku
Berdiri di atas pilihanku sendiri
Dan ia menemani di sampingku
Ia pendiam
Tak banyak bicara
Tapi aku suka
Dan ia adalah kau
***
Anta menatap buku diary itu lama. Wajahnya masih datar tapi dengan degup dada yang bersuara. Setelah beberapa saat senyum tipis terlihat di wajahnya.
Ia terkekeh dengan mata yang masih menatap jejeran kata yang membuat ia bahagia.
Ia melihat seseorang di sampingnya, Sofia nama gadis itu. Pemilik buku diary yang membuat ia begitu senang.
Dengan pelan ia merapihkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik Sofia yang sedang tertidur karena flu yang menderanya setelah mereka berdua hujan-hujanan saat membeli eskrim tadi. Sofi memang sangat suka eskrim, ia merengek ingin membeli eskrim di kedai Paman Dito walaupun cuaca sedang mendung.
Sofia.
Aku begitu menyayanginya. Gadis ceria yang begitu rapuh. Ia bagai guci mahal yang harus ku jaga dengan sepenuh hati.
Haha.. aku sangat bahagia sekarang.
***
"Enggg..."
"Bangun? Gimana? Masih pusing?"
"Udah nggak."
"Masih mau makan eskrim sambil hujan-hujanan?"
"Mau hehe.."
"Sof!"
"Iya.. iyaaa... sejak kapan kamu cerewet?"
"Sejak aku baca
Aku suka bola matanya
Hitam selegam malam
Teduh menenangkan"
"Ih.. kamu tuh gak pantes ngomong sok romantis gitu. Anta itu seseorang tanpa ada kadar romantis di dalamnya walaupun satu persen."
"Aku sayang kamu sof.."
"Kamu sakit juga?"
"Aku nggak sakit.. Aku cuma.."
"Kenapa? Ih kamu bikin aku khawatir? Pusing?"
"Aku cuma cinta kamu"
Comments
Post a Comment