Apa yang harus ku lakukan?
Ya Allah apa yang harus aku lakukan dengan hidup ku? Mampu kah aku menanggung semuanya?
Ya rabbi lindungi ku dari putus asa. Selalu berikan aku kekuatan untuk menjalani ini semua.
Apakah kau berfikir aku mampu sehingga kau memberikan aku semua ini? Engkau lebih tahu dari aku yang tak tahu apa-apa ini.
Ya rabbi apakah dosa air mataku yang terus mengalir ini? Menangisi sebuah hal duniawi. Padahal semua itu takkan bisa ku bawa mati.
Ya rabbi semoga aku kau beri umur panjang sehingga bisa melunasi semua hutang-hutangku. Meminta maaf kepada semuanya yang telah aku lukai.
Aku sadar, mungkin karena aku mereka menjadi iri, menjadi dengki, menjadi pembenci, sehingga melakukan segala cara untuk membuatku hancur. Aku sadar itu karena aku kan? Aku mohon ampun ya rabb, jika selama ini yang aku lakukan bisa membuat orang-orang di sekitar ku berubah.
Ya rabb, bukankah dosaku sangat amat banyak. Tak terhingga. Aku memohon ampun. Aku memohon ampun juga, karena aku, mereka bersekutu dengan setan, mendatangi dukun, memiliki demdam di hatinya, bukankah itu juga salahku? Karena aku lah penyebabnya. Aku memohon ampun.
Ya rabb terimakasih telah memberikanku merasakan kehidupan yang nyaman, punya rumah bagus, punya kendaraan, bisa makan enak, bisa liburan, hidup tanpa kekurangan. Aku tahu semuanya itu milikmu. Sekarang aku tak punya apa-apa, bantu lah aku belajar ikhlas. Itu semua kepunyaanmu dan aku hanya dipinjamkan bukankah aku memang harus ikhlas jika sewaktu-waktu diambil olehmu?
Salahku adalah aku tak mempersiapkan kehilangan. Harusnya aku tahu jika aku siap mendapatkan harusnya aku pun siap untuk kehilangan. Aku tak mempersiapkan kehilangan dengan sadar sehingga saat itu terjadi aku seperti orang bingung, kenapa? Ada apa? Apa salahku? Bertanya-tanya seperti orang gila. Padahal kehilangan adalah hukum alam yang mutlak. Semua datang dan pergi.
Ya rabb, ampuni aku. Hatiku yang tak benar-benar bersih dan masih memiliki dendam. Bantu aku membersihkannya sedikit demi sedikit. Aku sadar aku masih jauh dari kata hamba yang benar dan taat, maka bantulah aku memperbaiki diriku. Aku yang pendosa ini mengharapkan bisa bertempat di surgamu nanti.
Ya rabb selalu berikan aku petunjuk apa yang harus aku lalukan. Aku tak mau tersesat dan menjerumuskan hidupku pada hal-hal yang tak berguna.
Ya rabb tegapkan pundakku untuk menanggung beban berat. Mampukan aku untuk bisa mencari jalan keluar atas masalah yang sedang menderaku. Aku tak mau terus-terus menyakiti orang lain dan menahan hak mereka.
Ya rabb lapangkan dadaku. Semoga aku selalu berbesar hati untuk semua jalan cerita hidupku. Semoga ada cahaya di tengah kegelapan yang sekarang di sekelilingku.
Ya rabb sehatkan semua orang yang bersangkutan denganku. Sehingga kelak aku bisa membayar semuanya. Aku ingin sekali melepas bebanku ini. Beban yang selalu menghantui, aku takut, aku mempunyai dosa yang sangat besar dan tanggung jawab karena mengubah mereka menjadi sosok yang jauh darimu gara-gara aku.
Aku selalu takut, saat mereka mendatangi dukun dan menyantetku. Aku bukan takut mati. Aku takut menambah dosaku karena aku menjadi penyebab mereka mendatangi dukun dan bersekutu dengan setan. Aku takut setiap langkah mereka mendatangi dukun semakin mendekatkan ku pada gerbang neraka. Aku takut ya rabb, ampuni aku, aku memohon ampun padamu ya Allah.
Ya rabb ampuni aku. Jangan engkau biarkan air mataku terus mengalir. Aku takut setiap air mataku yang menetes karena kesedihan duniawi semakin mengantarkan aku ke gerbang neraka. Jadikan aku wanita kuat ya Allah. Jadikan aku anak yang bisa membahagiakan kedua orang tuanya. Jadikan aku menjadi seseorang yang berguna di mata dunia.
Ya Allah. Hatiku ini sangat rapuh. Aku tak tahu serapuh apa, hanya saja dengan hal-hal kecil pun aku menangis. Aku takut. Aku sungguh tak ingin hidup terus-terusan dalam ketakutan. Takut tersakiti. Takut membuat sakit. Engkau lebih tahu perasaanku dari aku sendiri.
***
oot.
Aku menulis ini semua bukan untuk drama, bukan untuk mencari perhatian, hanya saja aku tak pandai berkata-kata. Aku hanya orang yang mudah mengekspresikan lewat tulisan. Aku merasa tenang setelah menulis apa yang ada di hatiku. Setiap orang punya caranya masing-masing berkomunikasi dengan Tuhan. Menurutku Allah mengerti semua bahasa, apapun cara penyampaiannya. Mau dengan berdoa, mengaji, berbicara sendiri, menulis, bertanya sendiri. Aku hanya merasa bebanku berkurang setelah aku menulis. Aku menulis supaya tetap waras. Aku menulis karena aku suka. Aku menulis karena bisa membuatku tenang. Aku tak punya orang untukku berkeluh kesah, aku berbincang dan bertanya pada diri sendiri, dan menulis adalah cara supaya aku tidak gila.
Jika di luar sana orang mengatakan aku drama atau apa. Silahkan. Aku menulis untuk diriku sendiri. Aku merasakannya seorang diri, bagaimana sakitnya, amarah yang ku simpan sendiri, sakit yang ku rasakan, rasa tertekan dan beban yang ku tanggung, itu hanya aku yang merasakannya seorang diri. Aku menulis bukan untuk menyudutkan. Aku menulis untuk memberi ruang untuk ku bernafas, untuk menguraikan benang kusut di kepala ku. Untuk memberi sedikit ketenangan di pasar malam di kepalaku. Sekali lagi aku menulis untuk tetap waras.
Jika ada yang tersinggung, positif thinking aja. Kalau aku menulis nama jelas, kalian boleh marah. Aku menulis untuk menceritakan apa yang terjadi dalam hidupku. Aku menulis apa yang ada di kepalaku.
Aku tak ingin di kasihani karena tulisanku. Aku mencoba menjelaskan apa yang terjadi, sesuatu yang mungkin takkan bisa ku ucap. Aku orang yang sensitif dengan perasaan. Terkadang aku menangis saat menulis, bisa di bayangkan aku pun pasti menangis saat berbicara langsung. Aku hanya butuh tempat cerita tanpa ada mata lain melihat air mataku. Itu saja.
Saya sangat tersentuh. Kata-katanya ada terselit di kehidupan ku.
ReplyDeleteKalo saat ini kamu ngerasa lelah dan merasa masalah selalu datang terus menerus, ingat, hidup akan selalu baik-baik saja. Suatu hari nanti Allah ganti rasa sabarmu dengan bahagia yang tak terduga. Semangat!
Delete