Cermin

Mungkin di luar sana orang-orang sedang membicarakan hidupku. Mungkin kata yang terucap hanya kasian, tak menyangka, atau mereka bahagia.

Mungkin di luar sana orang-orang sedang membicarakan tulisanku.
Mungkin kata yang terucap kasian atau drama.

Aku sudah membayangkannya. Walaupun aku tak bisa mendengar secara langsung.

Aku hanya manusia yang di cap kabur dari masalah. Pecundang, pengecut, penjahat, sampah, dan kata-kata lainnya yang pas menggambarkan diriku.

Mungkin di luar sana kata-kata yang terucap hanya sumpah serapah untuk keluargaku.

Mungkin di luar sana orang-orang sedang sibuk mendukuni ku supaya kembali atau mati. Ah, yang ini bukan mungkin tapi benar adanya.

Tapi aku masih hidup, dan berapa banyak uang yang mereka habiskan untuk berusaha melenyapkan nyawaku.

Kenapa dulu saat aku masih di sana, aku kalian teluh, kalian bangkrutkan usahaku, kalian curi uangku, kalian jadikan aku target tumbal pesugihan kalian, kalian jatuhkan aku, kalian siksa aku sedemikian rupa. Tapi setelah aku pergi kalian cari lagi?

Iya, aku punya hutang. Sejauh apapun aku pergi jika uangku sudah cukup aku akan kembali untuk membayar. Tapi maaf jika lama, karena aku mencari uang dengan kerja keras, dengan cara yang halal, bukan dengan melakukan pesugihan atau memelihara tuyul, bukan pula menjadi rentenir, atau menjatuhkan usaha orang lain supaya usahaku maju.

Aku meminta maaf sebesar-besarnya kepada mereka yang masih aku hutangi. Semoga aku selalu sehat untuk bisa bekerja lebih keras lagi untuk mengumpulkan uang.

Aku hanya seorang anak berumur 17 tahun yang sudah berkali-kali di jadikan target percobaan ilmu hitam orang-orang. Yang menanggung beban berat di pundaknya. Yang mempunyai tanggung jawab membahagiakan dan membebaskan beban orang tuanya. Aku hanya seorang anak dengan ijazah hanya lulusan SMP. Aku hanya seorang anak yang di beri ke istimewaan merasakan cobaan yang berat di saat anak-anak lain seusia ku masih bisa sekolah.

Aku hanya anak yang baru berumur 17 tahun sebulan yang lalu. Tapi pegang janjiku, suatu hari nanti aku akan kembali untuk membayar semuanya. Untuk membersihkan nama orang tuaku. Untuk mengangkat derajat orang tuaku.

Suatu hari nanti.

Jika kalian bisa menjatuhkan ku.
Memutar balikan kehidupanku.
Maka aku pun bisa bangkit.

Dan aku pun akan membuktikan bahwa roda kehidupan bukan hanya berputar di hidupku.

Kalian yang sedang bahagia dengan kebahagiaan semu, ingatlah, sekecil apapun perbuatan akan ada balasannya.

Bercerminlah.

Jangan sampai menyesal setelah sakit, setelah ajal datang menjemput.

Kalau tak bisa membantu, bisa diam, tak usah menyakiti orang lain.

Jangan apa-apa mengandalkan bantuan setan, di akherat nanti, jika kalian masuk neraka apakah setan bisa membantu meringankan siksa?

Cukup keluarga ku saja yang kalian hancurkan.

Tidak usah ada lagi keluarga-keluarga lain yang kalian sakiti.

Cukup aku saja yang mengalaminya.

Jangan menghacurkan keluarga orang lain lagi sehingga anaknya tak bisa sekolah, sehingga anaknya kehilangan mimpi-mimpinya, sehingga anaknya putus asa dengan masa depan.

Cukup aku saja.

Bersenang-senanglah.

Sampai kalian lupa bila nanti akan ada pertanggung jawaban di setiap perbuatan.

Mengapa selalu membicarakan hidupku, jika hidup kalian masih berantakan?

Bercerminlah.

Jangan karena sibuk mengomentari hidup orang lain, hidup sendiri tak di perhatikan.

Sibuk ngomongin hutang orang lain, tapi diri sendiri sibuk hutang sana sini.

Bercerminlah.

Jadikan hidupku sebagai pembelajaran, kalau hidupku berantakan kalian harusnya bisa menilai, jangan seperti aku.

Tutup mulutmu, biar otak mu yang bekerja.

Ingat, mungkin kalian banyak uang dan punya ilmu yang tinggi jadi jika tak suka kepada seseorang bisa dengan gampang membuat ia sakit dan menderita, mungkin kalian punya pesugihan sehingga tanpa kerja keras berlebih bisa cepat kaya, mungkin kalian punya harta melimpah jadi bisa mencekik orang yang butuh bantuan, tapi ingat semua ada pertanggung jawabannya.

Untuk apa harta yang kalian kumpulkan? Apakah saat mati semua itu bisa kalian bawa?

Untuk apa sibuk membicarakan pilihan orang lain, hidup orang lain? Apakah itu semua bisa menambah amal kalian?

Lihatlah nanti, saat ajal datang menjemput. Teringat semua dosa, semua perlakuan kalian kepada orang-orang yang kalian sakiti. Dan tak ada lagi waktu untuk meminta maaf.

Lihatlah nanti, saat roda kehidupan kalian berputar juga. Teringat semua perbuatan semena-mena kalian. Sombong dan sok berkuasa.

Lihatlah nanti, saat semuanya berbalik.

Hidupku memang berantakan, penuh dengan masalah, lalu kenapa? Apakah hidup mu sangat lurus sehingga bisa menghakimi hidupku?

Tertawa bahagia melihat keadaanku? Bagaimana jika saat kalian bangun tidur nanti keadaan kalian berubah 180° melebihi hidupku?

Apakah kalian akan terus membicarakan hidupku?

Menghakimi pilihanku?

Menyebutku tersangka?

Tanyalah pada hatimu sendiri "sudah benarkah diriku?"

Aku hanya seseorang dengan pesakitan sebagai temannya. Apakah itu sangat menarik perhatianmu?

Jika sangat menarik semoga kau bisa mengalami nya sendiri ☺

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love