Cita-Cita

Pas kecil dulu kalau di tanya cita-cita pasti akan ku jawab jadi pelukis wkwk padahal gambar aja gak bisa. Tapi orang tua dukung loh, heran, mereka selalu beliin alat-alat buat lukis dan gambar. Setelah besar cita-cita berubah lagi, tapi aku gak kepikiran mau jadi dokter atau guru seperti yang lainnya aku maunya jadi penulis.

Dari sd aku suka banget nulis buku diary dan diary ku ada sampai 20 lebih haha dan kalau baca-baca lagi, aduh, malunya gak ketulungan. Suka mikir aduh Dewi, lu apaan sih. Beginian di tulis, hal kecil aja baper, eh dari kecil udah suka galau ya? Ih, emang iya aku dulu suka sama si A? Dan lainnya. Itu tulisan sendiri rasanya pengen aku bakar diary nya, tapi sebelum rencana itu tercapai diary nya udah nggak tahu dimana. Mungkin di baca orang lain.

Seperti kata Raditya Dika "Kalau kamu suka baca, mulailah menulis. Suka nonton, mulai bikin video. Beranilah menjadi seorang pencipta, ketimbang hanya penikmat." Kalau bikin cerita sendiri bisa pas nentuin alur gimana dan endingnya mau seperti apa, bisa bikin sebuah cerita yang memang ingin kita baca, kalau bacaan gak ada yang sesuai selera, ya, itu waktunya buat kita menulis sesuai keinginan. Ibaratnya tulislah sebuah cerita untuk diri sendiri, untuk memuaskan diri sendiri, kalau orang lain suka tulisan kamu anggap aja itu bonus. Jadikan menulis kebiasaan dan hobi bukan sekedar tuntutan kerja atau sedang trend saja, jadi saat kita bosan kita tak akan berhenti menulis.

Tapi, aku belum bisa jika menulis sebuah cerita sampai ending. Aku suka bingung dibagian dialog, kayak eh ini timing nya pas gak ya kalau tiba-tiba bikin dialog kayak gini? Masuk ke ceritanya gimana ya? Dan ya itu, cerita hanya jalan di awal, udah masuk konflik bingung sendiri. Kayaknya aku gak bakat buat ngarang cerita kali ya? Aku lebih ngalir jika bercerita pengalaman pribadi.

Intinya aku ingin kerja di bidang penulisan atau internet. Bisa kerja di rumah, punya waktu buat main dan lain-lain tapi punya uang juga. Mantap kan?

Tapi kerja apapun juga gak apa-apa sih hehe.. yang penting halal.

Aku lebih suka menulis daripada berbicara. Aku lebih suka menggambar daripada memfoto. Aku lebih suka lagu selow daripada lagu yang berisik. Aku lebih suka warna soft dan gelap daripada warna ngejreng. Aku lebih suka sederhana daripada sok sok gaya gimana. Aku lebih suka mengikuti berita daripada gosip. Aku lebih suka liat berita daripada sinetron tentang perselingkuhan. Aku lebih suka liat kartun daripada sinetron yang perannya banyak antagonis dan sedih. Aku lebih suka baca cerita happy ending daripada sad ending karena bisa galau berhari-hari kalau ceritanya sedih. Aku lebih suka pegunungan daripada pantai. Aku suka ketenangan, udara sejuk, pemandangan hijau daripada pasir pantai yang hangat, yang aku suka dari pantai hanya langitnya yang indah membentang di atas lautan. Aku suka permen, eskrim, roti atau apapun rasa coklat dan kacang daripada rasa stroberi, vanila atau lainnya. Aku lebih suka melihat tutorial di youtube di banding lihat video klip terbaru. Aku lebih suka baca sinopsis sebuah drama daripada menonton langsung. Aku lebih suka film horor Thailand daripada film horor Indonesia. Aku lebih suka film Thailand daripada Jepang. Aku lebih suka drama korea tentang kedokteran, detektif, polisi, atau vampir. Aku lebih suka orang yang sopan dan sederhana daripada punya segalanya tapi tak tahu sopan santun. Aku suka orang yang pandangannya luas, yang melihat dunia dengan terbuka. Aku suka membuat perencanaan untuk setiap hal yang ku lakukan walaupun kadang aku tak menuruti sesuai daftar yang ku buat. Aku lebih suka tempe daripada tahu. Aku suka lelaki yang matanya teduh, yang bisa membuat bahan obrolan tak henti-henti. Aku suka orang yang bisa apa adanya.

Intinya, aku suka ketenangan. Aku hanya seseorang yang hampir seluruh hidupnya berdiam diri di rumah. Melihat dunia hanya sebatas maya, aku hanya seorang gadis biasa yang suka mengkhayal. Aku tak pandai berbicara dan bersosialisasi dengan orang lain secara mudah. Aku memang penakut sejak dalam pikiran. Aku hanya seseorang yang sering kali berbohong pada diri sendiri dan orang lain. Gadis pemalas.

Aku tak bisa dandan seperti yang lainnya. Penampilanku saja kacau, aku tak semenarik yang lainnya. Tapi aku berharap di masa depan aku bisa mempunyai pekerjaan yang sukses dan sesuai keingananku.

Dan aku suka berpikir, jadi apa ya mereka 5 atau 10 tahun ke depan orang-orang yang sekarang meremehkan dan merendahkan aku?

Karena menurutku kita tak tahu masa depan seseorang. Bisa saja orang yang kita rendahkan bisa lebih tinggi. Mungkin aja junior yang sering dibentak-bentak dan di perlakukan semena-mena oleh senior bakalan jadi bos senior itu. Mungkin aja orang yang kalian hina miskin akan jadi orang terkaya di masa depan. Mungkin aja orang yang sering di hina jelek akan jadi cantik atau ganteng lebih dari kalian. Mungkin aja ini dan itu. Karena roda kehidupan itu berputar.

Menghina orang lain berarti berdoa untuk diri sendiri. Makanya aku lagi belajar mengatur emosi. Aku butuh pengendalian diri supaya tidak mudah diatur sama setan.

Mungkin masa lalu ku kelam tapi masa depanku masih bersih. Mungkin aku hanya di anggap oleh orang lain pecundang, penjahat, atau lainnya tapi masa depanku tak boleh seperti itu lagi.

Bahkan itik buruk rupa pun bisa menjadi angsa yang cantik. Ulat yang menjijikan bisa berubah menjadi kupu-kupu yang indah.

Semua ada fasenya masing-masing. Jangan sampai menghina di kala susah dan memuja di kala jaya. Jika kau melakukan itu, orang lain tidak akan menanggapmu. Lebih baik menjadi jamu pahit tapi menyehatkan daripada racun yang manis namun mematikan. Kalau kamu gak bisa nerima di kala susah jangan sok care di kala jaya. Orang kayak gitu cuma menuh-menuhin bumi. Cuma bikin polusi gak ada gunanya.

Intinya jangan meremehkan dan menghina orang lain.

Semua orang punya mimpi dan cita-cita masing-masing, punya selera beda-beda, punya pandangan yang beda-beda pula. Ibaratnya jangan samakan semua jamu itu pait, kan ada buyung upik ehe..

Bolehlah kita sombong, tapi inget, kalau butuh bantuan dan orang lain gak mau bantuin suruh kesombonganmu membantu.

Bolehlah kita menghina, tapi inget, emang diri sendiri udah sempurna?

Bolehlah merasa diri sendiri lebih hebat hingga meremehkan orang lain, tapi inget, jangan serangan jantung jika melihat orang lain lebih sukses.

Waktu terus berjalan, dan lo masih sibuk ngurusin hidup orang lain? Iya, hidup orang lain teratur tapi kalau hidup sendiri berantakan buat apa? Sibuk ngeliatin dan mencibir orang lain yang sedang berusaha maju tapi diri sendiri lupa diam di tempat buat apa?

Pikir berapa banyak waktu yang di habiskan untuk mengurusi hidup orang lain, pilihan orang lain, tapi diri sendiri gak bergerak. Yang ada hidup orang yang lo urusin ibarat pisau yang di asah semakin hari semakin tajam dan lo cuma pisau karatan. Menguning, bau, dan gak ada yang mau pake.

Pikir berapa banyak waktu yang lo habiskan untuk mencibir pilihan orang lain? Menyalahkan pilihannya tanpa lo tau di posisi dia. Sibuk ngurusin itu sampe lo gak bisa nentuin pilihan yang terbaik buat diri sendiri.

Jangan berlomba-lomba untuk terlihat bahagia. Bahagia bukan kompetisi. Bukan ajang pamer harta dan hidup enak. Bahagia tak sesempit itu. Bahagialah dengan sebenar-benarnya kebahagiaan. Kebahagiaan sejati tidak di dapat dari hasil mencuri kebahagiaan orang lain. Bahagialah dengan membawa Tuhan di setiap caramu. Bahagia kita sendiri yang merasakannya, sakit kita sendiri yang merasakannya, jangan berlomba-lomba memperlihatkan itu semua. Sungguh, orang lain tak peduli.

Kalau kita benar-benar bahagia tak perlu dengan menyombongkan dan memamerkan kebahagiaan pada orang lain.

Kadang manusia hanya perlu di akui. Di akui akulah yang paling kaya, paling bahagia, paling segalanya. Padahal itu hanya ilusi. Sebuah khayalan yang penuh dengan bisikan setan. Di akui supaya di segani, aslinya aduh males banget ketemu orang-orang yang sok.

Apapun impian, cita-cita, diri dan kepribadian kita, biarkan orang lain bernyanyi sampai pita suara mereka putus. Biarkan mereka menjerumuskan diri sendiri menjadi orang bisu. Yang di butuhkan di dunia ini hanya sikap tak peduli.

Untuk orang-orang di luar sana, jangan sedih jika kau di hina dan di remehkan. Buat mereka syok dengan perubahanmu. Daripada sedih berlarut-larut lebih baik memperbaiki diri. Anggap saja mereka juri. Anggap saja pencibir itu petunjuk jalan apa saja kekuranganmu sehingga kamu bisa merubahnya.

Untuk yang sering di hini jelek. Jangan sedih. Aku pun sering di hina. Mereka hanya tak tahu perasaanmu. Kau yang mati-matian diet dan menahan lapar karena dikatai gajah atau paus terdampar. Menahan sedih karena di katai jerawatan parah padahal itu karena hormonal kita sebagai remaja. Di katai hitam padahal sudah sering luluran.

Biarkan mereka cantik di luar tapi busuk di dalam. Buah saja jika bagus di luar tapi dalamnya busuk akan langsung di buang. Beda dengan kita, walaupun kita jelek tapi jika di dalam bagus pasti kita di makan.

Ingatlah, tidak ada usaha sia-sia. Semangat untuk menjadi lebih baik. Yang mau diet silahkan asal sehat, yang mau putihan silahkan asal jangan pakai yang abal-abal, yang mau sedikit berisi silahkan asal jangan gede perutnya terus ada dede bayi padahal belum nikah.

Semangat untuk memperbaiki diri. Berubahlah untuk diri sendiri karena kalau mendengarkan omongan orang tak akan ada hentinya.

Lakukan apa yang di inginkan. Hidup hanya satu kali dan waktu yang terus berjalan. Jangan sampai menyesal.

Tapi ingat, berbahagialah tanpa membuat rugi orang lain.

Kejar mimpimu. Jika hancur bangun lagi. Hidup sebagai pemimpi itu tak apa, asal bisa nerima realita.

Biarkan orang lain memilih pilihannya, jangan sibuk berkomentar. Kau sendiri pun tak suka jika di komentari oleh orang lain.

Jika ingin sekali berkomentar terhadap orang lain, coba daftar jadi komentator sepak bola.

Tak usah belaga jadi komentator dan hakim. Dunia sudah penuh dengan orang-orang seperti itu. Penuh dan memuakan.

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love