Dreamer

Aku adalah seseorang yang ada namun sering kali tak terlihat.
Aku adalah seorang pemikir akut yang membuat diri sendiri lelah tanpa sebab.
Aku adalah seorang yang sering kali bercerita dan berbincang dengan diri sendiri.
Aku adalah seorang yang sering kali berfikir bahwa diri sendiri beda.
Aku adalah seorang pengkhayal yang seringkali bingung hidup dalam mimpi atau realita.
Aku adalah seorang pengamat.
Aku adalah orang yang sering di pandang sebelah mata.

Hidupku penuh duka. Tapi orang mengira aku bahagia. Bukankah manusia seperti itu, berfikir hidup orang lain lebih enak? Aku pun begitu.

Itu namanya tidak bersyukur. Aku tahu itu, tapi tetap saja. Mari kita anggap biasa dengan dalih "namanya juga manusia".

Terkadang aku berfikir bahwa diriku ini lucu, kenapa? Saat aku kecil aku ini orang susah, boro-boro bisa beli mainan, buat makan aja perlu kerja keras. Masa kecil ku hidup dalam keterbatasan ekonomi. Kami tidak punya kendaraan, baju yang bagus, rumah yang kami tempati adalah numpang di tanah orang, pernah hampir tergusur, rumah dengan atap dan dinding bolong-bolong, kami di hina, di jauhi, bahkan saat aku kecil orang tua dari teman-temanku melarang anaknya untuk bermain dengan aku dan kakak karena aku sangat miskin. Kakek dan nenek ku bukanlah orang kaya raya, jadi kami memang hidup dalam sebuah keluarga yang sederhana. Ekonomi keluarga ku semakin membaik setelah aku masuk sd. Dan hidupku menjadi enak sejak saat itu. Punya semuanya yang dulu aku ingin dan orang-orang pun tak ada yang menghina kami lagi. Ada kejadian lucu saat orang-orang mengatakan aku kaya karena pesugihan atau apalah, sangat lucu karena kami tidak melakukan itu semua malahan dia lah yang melakukannya. Mau tahu rahasia kami bisa sukses? Kalian boleh percaya atau tidak, tapi aku merasa itu karena kalian. Nah loh bingung kan? Jadi gini, aku di sakiti orang belasan tahun sejak aku masih sd (read: teluh, di guna-guna, usaha di bangkrutkan, dll) tapi kami selalu sabar dan tak pernah membalas satu kali pun. Kami selalu berdoa dan memohon pada Allah, menyerahkan segalanya. Lalu Allah membalas kesabaran keluargaku dengan memberi usaha yang maju. Cuma itu.

Kembali ke awal, jika aku hidup enak di itung sejak masuk smp sampai sekarang berarti aku mengalami masa-masa hidup berada 6 tahun. Umurku 17 tahun sekarang berarti masa-masa sulitku lebih banyak yaitu 11 tahun. Aku hidup susah 11 tahun lalu bahagia 6 tahun tapi kenapa saat sekarang aku jatuh dan kembali tak punya apa-apa rasanya sangat sulit? Apakah karena aku selalu di bayang-bayangi hidup enak? Atau karena dulu aku tak tahu hidup enak itu seperti apa. Harusnya aku biasa saja saat mengalami situasi seperti ini, bukankah dulu juga aku miskin? Tapi........... rasanya sangat sulit. Lucu yang mengenaskan.

Apa mungkin karena aku kurang sedekah? Terlalu sombong? Atau apa? Aku tahu aku banyak kekurangan sehingga Allah mengambil semuanya. Dari awal itu hanya titipannya. Aku akan berdoa, bekerja keras, terus memohon di tambah usaha pasti Allah akan memberi aku lagi. Saat aku kaya nanti aku akan membayar semua hutang-hutangku.

Buseeeet, udah ngayal aja aku kaya nanti. Gak papa, aku kan pemimpi. Pemimpi yang akan mewujudkan mimpi-mimpinya. Ya, aku akan kembali menjadi Miss Dreams.

Walau hidupku kacau berantakan, selagi aku masih punya mimpi dan harapan, aku akan mewujudkannya.

Semesta, tolong siapkan sebuah cerita bahagia untuk gadis pemimpi ini. Semoga segala impiannya selalu tercapai.

Aku adalah seorang pemimpi.

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love