Harga Diri

Katanya jika terlalu bergantung ke orang lain itu namanya tak punya harga diri.

Tapi, siapa sih orang yang ingin hidupnya terus bergantung pada orang lain? Semua orang juga ingin mandiri, tidak ingin menyusahkan orang lain. Tapi kalau memang butuh bantuan kenapa nggak minta tolong.

Batin siapa yang tidak tersiksa jika menjalani hidup terus bergantung pada orang lain? Di hina, di rendahkan, di remehkan.

Batin siapa yang tidak tersiksa jika menjalani hidup terus menerus tanpa perubahan? Di pandang sebelah mata oleh orang lain.

Ingin menjerit sekeras-kerasnya nanti di sangka orang gila, di pendam semakin membuat lara.

Yang bisa di lakukan hanya menangis untuk sedikit meringankan beban yang ada.

Aku terus bertanya-tanya apa sih yang salah denganku? Dengan pikiranku? Dengan semua perhitunganku? Tak ada yang memberi tahu.

Aku menahan makan enak karena aku mengerti ada perut lain yang harus ku isi.

Aku menahan membeli apa yang aku inginkan karena aku tahu bukan aku saja yang membutuhkan semua itu.

Aku mengerti walau mereka bilang tak perlu. Walaupun aku begini, aku mengerti perasaan orang lain.

Aku menahan kebahagiaanku, menahan keinginanku, karena aku tak boleh egois. Aku orang yang lebih memilih berpenampilan berantakan daripada aku tak bisa memberi uang untuk makan.

Biarkan aku saja yang terlihat buruk selagi orang yang aku sayang tersenyum.

Biarkan mereka mengatakan aku tak punya harga diri karena terlalu menyusahkan orang lain. Walaupun aku tak punya harga diri tapi aku tahu balas budi.

Jika aku butuh bantuan aku akan meminta tolong. Jika aku salah aku akan meminta maaf. Jika telah di bantu aku akan berterima kasih.

Menurutku kadang orang terlalu sombong untuk meminta tolong, meminta maaf dan mengucapkan terima kasih.

Manusia dikodratkan menjadi makhluk sosial. Bergantung satu sama lain.

Harga diri hanya sebuah tameng untuk rasa ego dan gengsi. Menyebutnya barang mahal tapi tak di gunakan untuk semestinya.

Mengapa menyebut orang yang bergantung dan meminta tolong jika butuh bantuan dengan sebutan orang yang tak punya harga diri?

Memang berapa sebenarnya harga diri sendiri itu?

Kadang orang sibuk membandrol harga diri orang lain, tanpa mereka tahu harga diri setiap orang itu berbeda.

Janganlah membandrol sesuatu yang bukan milik sendiri.

Orang yang merasa dirinya pintar sebenarnya adalah orang bodoh. Orang yang merasa dirinya paling suci sebenarnya adalah orang kotor.
Orang-orang kadang memandang orang lain rendah karena penampilannya.

Padahal satu manusia saja punya ribuan topeng. Topeng yang siap berganti-ganti wajah. Jadi masih ingin menilai orang lain dari penampilannya?

Biarkan aku di anggap menjadi manusia yang tak punya harga diri, tapi jika suatu saat nanti ada orang yang meminta tolong dan bergantung padaku aku tak akan menganggap mereka rendah.

Mereka punya harga diri dengan meminta tolong jika butuh bantuan bukan mencuri milik orang lain.

Jadi, siapakah yang tak punya harga diri? :)

Comments

Popular posts from this blog

Bingung

picture

It's okay that love